May 2026

opini

Oleh : Ach Zainurrizal

Membahas dinamika warga Nahdliyin di pelosok desa memang selalu menarik, karena di sanalah "akar rumput" sesungguhnya berada. Namun, harus diakui ada semacam diskoneksi antara program-program besar yang dirancang oleh pengurus pusat (PCNU) atau wilayah (MWCNU) dengan realitas masyarakat di tingkat ranting (desa).

Berikut adalah opini mengenai faktor-faktor yang menyebabkan lemahnya respons atau keterlibatan warga NU di pelosok terhadap program-program formal organisasi:


1. Masalah "Bahasa" dan Elitisme Program

Seringkali, program yang diturunkan dari pusat menggunakan narasi yang terlalu akademis, teknis, atau bersifat makro (seperti digitalisasi organisasi, kemandirian ekonomi skala besar, atau isu geopolitik).

  • Realitas di Desa: Warga lebih membutuhkan solusi praktis untuk gagal panen, akses kesehatan, atau sekadar keberlangsungan pengajian rutin.
  • Dampaknya: Program dianggap sebagai "milik orang kota" atau pengurus saja, bukan milik warga.

2. Lemahnya Jalur Komunikasi Organisasi (Struktural vs Kultural)

NU memiliki dua kekuatan: Struktural (pengurus dari pusat sampai desa) dan Kultural (kiai kampung, pengasuh langgar, dan tokoh masyarakat).

  • Banyak program hanya berhenti di level Cabang (Kabupaten) atau Majelis Wakil Cabang (Kecamatan) karena keterbatasan SDM untuk melakukan sosialisasi ke tingkat Ranting (Desa).
  • Warga di pelosok jauh lebih patuh pada instruksi Kiai Kampung secara langsung daripada membaca surat edaran atau mengikuti kampanye di media sosial. Jika pengurus struktural tidak menggandeng kiai lokal, program tersebut akan "layu sebelum berkembang."

3. Kendala Ekonomi dan Logistik

Warga NU di pelosok umumnya bekerja di sektor agraris atau buruh kasar.

  • Prioritas Hidup: Bagi mereka, mengikuti program organisasi yang menyita waktu seringkali berbenturan dengan waktu mencari nafkah.
  • Infrastruktur: Akses internet yang tidak merata membuat program-program berbasis aplikasi atau digital seringkali tidak menyentuh warga desa, sehingga mereka merasa teralienasi dari perkembangan terbaru organisasi.

4. Pola Pikir "NU adalah Amaliah, Bukan Administrasi"

Bagi warga di pelosok, menjadi NU adalah tentang cara beribadah (tahlilan, manaqiban, diba'an), bukan tentang kartu anggota (Kartanu) atau tertib administrasi organisasi.

  • Mereka merasa sudah "sangat NU" meski tidak tahu apa program kerja pengurusnya.
  • Hal ini membuat loyalitas mereka bersifat emosional-spiritual, bukan organisatoris-praktis.

Solusi dan Harapan ke Depan

Untuk memperkuat keterlibatan warga desa, pengurus NU dan jajarannya perlu melakukan Redesain Program dengan pendekatan:

  • Bottom-Up: Mendengarkan kebutuhan desa sebelum meluncurkan program.
  • Pendekatan Kesejahteraan: Program harus menyentuh urusan "perut" dan "kantong" warga, seperti koperasi tani atau distribusi pupuk, bukan sekadar seremonial.
  • Memperkuat Ranting: Menjadikan pengurus tingkat desa sebagai ujung tombak, bukan sekadar penonton dari kebijakan pusat.

Kesimpulan: Lemahnya warga desa terhadap program NU bukanlah karena kurangnya rasa memiliki (sense of belonging), melainkan karena kurangnya relevansi program tersebut dengan denyut nadi kehidupan mereka sehari-hari. Jika NU ingin kuat secara organisasi, maka desa harus dijadikan subjek pembangunan, bukan sekadar objek sosialisasi.

Penulis : Ach Zainurrizal
Editor :
Novas

SIDEBAR
gift

Pragaan โ€“ Pengurus Anak Cabang Jamโ€™iyyatul Qurraโ€™ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PAC JQH NU) Pragaan menggelar kegiatan penyegaran struktur kepengurusan sekaligus persiapan Pelatihan Tahsinul Qurโ€™an Gelombang II pada Rabu malam Kamis (13/5/2026) di Kantor MWC NU Pragaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut mengundang seluruh Pengurus PAC JQH NU Pragaan serta peserta Pelatihan Tahsinul Qurโ€™an Gelombang I. Turut hadir Ketua MWCNU Pragaan K. Hambali Mahtum yang memberikan dukungan terhadap penguatan program kaderisasi dan pembelajaran Al-Qurโ€™an di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ketua PAC JQH NU Pragaan, K. Abd Muiz menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat soliditas kepengurusan sekaligus mematangkan persiapan pelaksanaan Pelatihan Tahsinul Qurโ€™an Gelombang II agar berjalan lebih maksimal.

Selain menjadi forum koordinasi organisasi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat semangat kaderisasi serta meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qurโ€™an di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Pragaan.

Dengan adanya penyegaran struktur dan evaluasi pelaksanaan pelatihan sebelumnya, PAC JQH NU Pragaan optimistis program Tahsinul Qurโ€™an ke depan akan semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (MQ)

Editor : Fauzan

#ansorbanser #ansorbansersumenep #ansorpragaan #banomnu #gpansor 2026 Abd. Warits Anwar Artikel Berita Pragaan Fatayat Fatayat NU Jaddung gus yahya haji haji indonesia IPNU IPPNU JADDUNG jumrah Kaduara Timur Lailatul Ijtima' Lakpesdam Lesbumi LKKNU madinah Media NU mekkah Muslimat NU Mutiara Hadits MWCNU mwcnu pragaan NU Nu online Opini PAC PRAGAAN Pakambam daya Pakamban Laok PCNU Sumenep PRAGAAN pragaan daya prnupakamban laok PRNU Pragaan Daya 1 prnu prenduan Puskesmas Pragaan Rais NU Pragaan ranting

iklan
Lemahnya Nahdliyin Plosok Desa, Terhadap Program NU
By NU ONLINE PRAGAAN | |
Membahas dinamika warga Nahdliyin di pelosok desa memang selalu menarik,...
PAC JQH NU Pragaan Gelar Penyegaran Pengurus dan Matangkan Pelatihan Tahsinul Qurโ€™an Gelombang II
By NU ONLINE PRAGAAN | |
Pragaan โ€“ Pengurus Anak Cabang Jamโ€™iyyatul Qurraโ€™ wal Huffazh Nahdlatul...
Pragaan Gelar Istighatsah, Instruksi PCNU Sumenep Sambut Pelantikan Pengurus Masa Khidmat 2026โ€“2031
By NU ONLINE PRAGAAN | |
Pragaan โ€“ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengeluarkan instruksi...
PRNU Prenduan terus Istiqomah Gelar Lailatul Ijtima’, perkuat Jam’iyah dan Jama’ah
By NU ONLINE PRAGAAN | |
Pragaan - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Prenduan Pragaan kembali...
Pererat Ukhuwah, Ketua MWCNU Pragaan Hadiri Rutinitas ‘NGAOP’ di Pakamban Daya
By NU ONLINE PRAGAAN | |
PRAGAAN โ€“ Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan...
1 3 4 5 6 7

Pragaan โ€“ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengeluarkan instruksi pelaksanaan istigasah dan doa bersama dalam rangka menyambut Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep Masa Khidmat 2026โ€“2031 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026 mendatang.

Instruksi tersebut tertuang dalam surat resmi PCNU Sumenep Nomor 77/PC.01/A.II.08.49/1642/05/2026 tertanggal 07 Mei 2026 yang ditujukan kepada seluruh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep.

Dalam surat itu, PCNU Sumenep mengimbau seluruh jajaran NU di lingkungan PCNU Sumenep untuk melaksanakan istigasah dan doa bersama mulai tanggal 8 Mei 2026 di tempat masing-masing. Langkah tersebut dilakukan sebagai ikhtiar spiritual agar pelaksanaan pelantikan berjalan lancar, sukses, penuh keberkahan, serta membawa maslahat bagi umat.

โ€œMelaksanakan istigasah/doa bersama mulai tanggal 19 Dzulqaโ€™dah 1447 H / 8 Mei 2026 M di tempat masing-masing agar acara berjalan lancar, sukses, dan berkah serta memberi maslahat untuk umat,โ€ demikian kutipan isi surat instruksi PCNU Sumenep.

Instruksi tersebut mendapat perhatian serius dari jajaran NU di tingkat MWCNU hingga ranting. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Lailatul Ijtimaโ€™ PRNU Prenduan Pragaan yang turut membahas dan menindaklanjuti surat imbauan tersebut pada Rabu malam Kamis (13/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sahabat Halili Hasbullah, Ketua PAC GP Ansor Pragaan itu dihadiri jajaran Pengurus MWCNU Pragaan, pengurus ranting, serta warga Nahdliyin setempat.

Melalui instruksi ini, PCNU Sumenep berharap seluruh elemen Nahdlatul Ulama dapat bersama-sama menguatkan spiritualitas, menjaga kekompakan organisasi, serta menyukseskan pelantikan pengurus baru demi keberlanjutan khidmah NU di tengah masyarakat. (MQ)

Editor : Khalilurrahman

Lemahnya Nahdliyin Plosok Desa, Terhadap Program NU
By NU ONLINE PRAGAAN | |
Membahas dinamika warga Nahdliyin di pelosok desa memang selalu menarik,...
PAC JQH NU Pragaan Gelar Penyegaran Pengurus dan Matangkan Pelatihan Tahsinul Qurโ€™an Gelombang II
By NU ONLINE PRAGAAN | |
Pragaan โ€“ Pengurus Anak Cabang Jamโ€™iyyatul Qurraโ€™ wal Huffazh Nahdlatul...
Pragaan Gelar Istighatsah, Instruksi PCNU Sumenep Sambut Pelantikan Pengurus Masa Khidmat 2026โ€“2031
By NU ONLINE PRAGAAN | |
Pragaan โ€“ Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep mengeluarkan instruksi...
PRNU Prenduan terus Istiqomah Gelar Lailatul Ijtima’, perkuat Jam’iyah dan Jama’ah
By NU ONLINE PRAGAAN | |
Pragaan - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Prenduan Pragaan kembali...
Pererat Ukhuwah, Ketua MWCNU Pragaan Hadiri Rutinitas ‘NGAOP’ di Pakamban Daya
By NU ONLINE PRAGAAN | |
PRAGAAN โ€“ Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan...
1 3 4 5 6 7

Pragaan - Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Prenduan Pragaan kembali menggelar kegiatan rutin Lailatul Ijtimaโ€™ putaran ke-7 pada Rabu malam Kamis, 13 Mei 2026 pukul 19.30 WIB di kediaman Sahabat Halili Hasbullah, Ketua PAC GP Ansor Pragaan, tepatnya di Temor Lorong, Sarkojuโ€™ Prenduan.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus MWCNU Pragaan di antaranya K. Jamali Salim selaku Wakil Rais, Sekretaris MWCNU Pragaan Sahabat Harir Hidayat, Ustadz Muhammad Alimuddin, serta Wakil Sekretaris MWCNU Pragaan Moh. Qudsi. Turut hadir pula seluruh pengurus dan anggota NU Ranting Prenduan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah nahdliyah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH. Abd Adzim, dilanjutkan pembacaan doa oleh K. Muksar, serta pembacaan Kitab Sullamuttaufiq oleh Ust. Al Muโ€™fi. Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan tampak menyelimuti jalannya kegiatan malam itu.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan Lailatul Ijtimaโ€™ kembali ditegaskan sebagai forum rutin warga Nahdliyin untuk memperkuat koordinasi, konsolidasi organisasi, sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang telah menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.

Kegiatan dipimpin langsung jajaran Pengurus Ranting NU Prenduan Pragaan dengan Rois Syuriah K. Hamdi Jauhari, Katib Ust. Al-Mukdi, Ketua KH. Dahlawi Dahlan, dan Sekretaris K. Muhammad Affan.

Lailatul Ijtimaโ€™ sendiri merupakan tradisi khas Nahdlatul Ulama yang tidak hanya menjadi wadah musyawarah dan koordinasi organisasi, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, serta khidmah kepada umat. (MQ)

Editor : Fauzan

PRAGAAN โ€“ Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan melakukan kunjungan istimewa dalam kegiatan rutin Ngaji sambil Ngopi (NGAOP) yang bertempat di kediaman salah satu Pengurus Ranting NU Pakamban Daya. Acara ini menjadi momentum penguatan sanad keilmuan sekaligus ajang silaturahmi antar-kyai di tingkat akar rumput.

NGAOP, yang merupakan akronim unik dari tradisi mengaji dan berdiskusi santai, kali ini menghadirkan suasana yang sangat khidmat. Meski dibalut dengan kesederhanaan segelas kopi, substansi kegiatan tetap menitikberatkan pada pendalaman kitab kuning sebagai ciri khas intelektualitas santri.

Agenda utama dalam pertemuan ini adalah pembacaan kitab suci secara bergantian oleh para kyai yang hadir. Setiap tokoh agama diberikan kesempatan untuk membacakan dan membedah isi kitab, yang kemudian disimak dengan saksama oleh peserta lainnya.

Kehadiran Ketua MWCNU Pragaan di tengah-tengah rutinitas ini memberikan semangat tersendiri bagi pengurus ranting. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi konsistensi Ranting Pakamban Daya dalam menjaga tradisi literasi klasik NU di tengah gempuran arus modernisasi.

"NGAOP bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Di sini ada transmisi keilmuan yang dijaga secara tulus. Kopi adalah pelengkap keakraban, namun kitab adalah menu utamanya," ujar beliau di sela-sela acara.

Kegiatan yang berlangsung di teras kediaman pengurus ranting tersebut berlangsung jauh dari kesan formalitas yang kaku. Diskusi mengalir hangat saat sesi tanya jawab mengenai hukum-hukum fikih dan problematika umat saat ini dibahas bersama.

Para kyai yang hadir nampak antusias mengikuti setiap sesi hingga akhir. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan secara istiqamah sebagai benteng paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di wilayah Desa Pakamban Daya dan sekitarnya. (FZ)

Editor : Khalilurrahman