Pragaan – Menjelang Konferancab VIII, PAC IPNU-IPPNU Pragaan memilih mengawali tahapan organisasi dengan ikhtiar spiritual. Melalui Tabarrukan dan Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama Jawa Timur, pengurus memohon keberkahan sekaligus memperkuat semangat pengabdian sebelum memasuki forum permusyawaratan tertinggi di tingkat Anak Cabang.

Ketua PAC IPNU Pragaan, Rekan Abrori, mengatakan bahwa tabarrukan dan ziarah menjadi ikhtiar menyambung sanad perjuangan sekaligus memperkuat spiritualitas kader.

“Melalui ziarah ini, kami ingin menanamkan semangat perjuangan para muassis kepada seluruh kader. Semoga nilai keikhlasan, keteguhan, dan pengabdian para ulama menjadi bekal dalam berorganisasi,” ujarnya.

Rangkaian ziarah meliputi maqbarah Syaikhona Kholil Bangkalan, Sunan Ampel Surabaya, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahid Hasyim, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng, KH. Abdul Wahab Chasbullah di Tambakberas, KH. Bisri Syansuri di Denanyar, hingga KH. Moh. Romly Tamim di Rejoso. Rombongan juga mengunjungi Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari serta memanjatkan doa dan membaca tahlil di setiap maqbarah yang dikunjungi.

Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Pragaan, Rekanita Kamila, berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan dan semangat baru.

“Semoga tabarrukan ini menjadi wasilah lahirnya kader-kader yang semakin berkarakter, berintegritas, dan istiqamah mengamalkan nilai Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Pragaan berharap semangat perjuangan para muassis dapat terus menginspirasi kader dalam menjalankan amanah organisasi dan menyongsong Konferancab VIII dengan penuh tanggung jawab.

iklan

Pragaan, NU Online Pragaan – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Pragaan bersama Pengurus Ranting (PR) Muslimat NU se-Kecamatan Pragaan menggelar Pertemuan Triwulan yang dirangkai dengan kegiatan Sosialisasi Kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Pragaan, Ahad (12/7/2026). Kegiatan berlangsung di kediaman Ibu Nur Hasanah Hasi, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Pertemuan yang rutin dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi tersebut kali ini menghadirkan narasumber dr. H. Susilo, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pragaan. Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema “Manis Secukupnya, Sehat Sepenuhnya”, dengan fokus pada pencegahan penyakit tidak menular (PTM), khususnya diabetes melitus dan hipertensi.

Dr. H. Susilo menjelaskan bahwa diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit yang banyak dijumpai di tengah masyarakat dan erat kaitannya dengan pola hidup yang kurang sehat. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari perubahan gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi gula berlebih, menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Pengobatan medis memang penting, namun perubahan pola hidup menjadi kunci utama dalam mencegah maupun mengendalikan penyakit tidak menular,” jelasnya di hadapan peserta.

Acara yang dimoderatori oleh Ny. Juwairiyah Mawardi tersebut berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesehatan yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas organisasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga Muslimat NU akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Dengan adanya kolaborasi antara Muslimat NU Pragaan dan Puskesmas Pragaan, diharapkan edukasi kesehatan dapat terus menjangkau masyarakat secara luas sehingga angka penyakit tidak menular dapat ditekan melalui penerapan pola hidup sehat. (MQ)

Pragaan – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Pakamban Laok kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim dalam rangka menyambut bulan Muharam 1448 H. Kegiatan yang menjadi agenda sosial tahunan Ranting NU tersebut dilaksanakan pada Rabu malam (24/6/2026) di kediaman H. Fauzi, Dusun Galis, Desa Pakamban Laok.

Melalui program yang digagas dan dikoordinasikan oleh Ranting NU bersama seluruh badan otonom (Banom) NU di tingkat desa, sebanyak 10 anak yatim menerima santunan sebesar Rp4.580.000 per orang.

Ketua dan pengurus Ranting NU Pakamban Laok bersama GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, Remaja Masjid Al-Munawir, serta tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut.

Keberhasilan program santunan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang mempercayakan sebagian rezekinya melalui Ranting NU Pakamban Laok. Di antaranya berasal dari LAZISNU, Majelis Shalawat Hubbur Rasul, Pemerintah Desa Pakamban Laok, Baznas Sumenep, LAZIS Pondok Pesantren Al-Amien, Tabungan Den-Mas, serta masyarakat umum.

Sekretaris GP Ansor Pakamban Laok, Sahabat Wahedi Shofa, menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan bagian dari ikhtiar Ranting NU dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat berbagi di tengah masyarakat.

“Bulan Muharam adalah bulan yang mulia. Melalui kegiatan yang digelar Ranting NU ini, kami berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus mengajak masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Selain penyaluran santunan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengajian umum yang disampaikan oleh KH Imam Sutaji, Ketua PC Lembaga Dakwah NU Kabupaten Sumenep periode 2021–2026.

Kegiatan santunan Muharam ini menjadi bukti nyata peran Ranting NU Pakamban Laok sebagai penggerak kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya menyalurkan bantuan materi, NU juga berupaya menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan bagi anak-anak yatim serta masyarakat luas.

NU Pragaan — Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat Dusun Bulu, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, menggelar Rapat Anggota pada Rabu (24/6/2026) di kediaman Sahabat Sadira, Dusun Bulu, Desa Jaddung. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh anggota PAR Fatayat Bulu.

Rapat anggota yang diselenggarakan oleh PAR Fatayat Bulu Jaddung Pragaan tersebut bertujuan untuk memilih ketua baru yang akan memimpin organisasi pada periode mendatang. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya memperkuat peran Fatayat NU dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Sejak awal hingga akhir kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Musyawarah berlangsung tertib, demokratis, dan penuh kekeluargaan. Berbagai pandangan dan aspirasi disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan organisasi ke depan.

Berdasarkan hasil musyawarah dan pemilihan yang telah dilaksanakan, Sahabat Rohami resmi terpilih sebagai Ketua PAR Fatayat Bulu untuk periode selanjutnya. Terpilihnya Rohami diharapkan mampu membawa semangat baru, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan partisipasi anggota dalam berbagai program dan kegiatan Fatayat.

Para peserta rapat juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melahirkan inovasi, mempererat kebersamaan, serta memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat Dusun Bulu dan sekitarnya.

“Semoga nahkoda baru menjadi semangat baru bagi seluruh anggota untuk terus bergerak, berkarya, dan mengabdi kepada masyarakat,” ungkap salah satu peserta rapat.

Dengan terselenggaranya rapat anggota ini, PAR Fatayat Bulu Jaddung kembali meneguhkan komitmennya untuk terus berkembang sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang aktif, produktif, dan bermanfaat bagi umat serta masyarakat. (MQ)

Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Pragaan sukses menggelar Lokakarya Penguatan Organisasi dan RAPIMANCAB II bertema “Aktualisasi Nilai Kepemimpinan Progresif untuk Organisasi Adaptif” pada Jumat (19/6/2026) di PP. Ikhtiar Insan Kamil, Aeng Panas, Pragaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB tersebut diikuti oleh kader IPNU dan IPPNU dari berbagai ranting dan komisariat se-Kecamatan Pragaan. Selain menjadi forum evaluasi organisasi melalui RAPIMANCAB II, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas kader dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin dinamis.

Acara dibuka dengan sambutan dari K. Hambali Makhtum, M.M., Ketua MWCNU Pragaan, yang menekankan pentingnya kaderisasi sebagai investasi masa depan Nahdlatul Ulama. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ach. Abrori, Ketua PAC IPNU Pragaan, yang mengajak seluruh kader untuk terus berproses dan meningkatkan kualitas kepemimpinan.

Dalam sesi lokakarya, panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Harir Hidayat, S.Hum., Sekretaris MWCNU Pragaan, Jalaluddin, S.E., Ketua Majelis Alumni IPNU Pragaan, Moh. Ainul Yakin, S.Pd., Ketua PC IPNU Sumenep, dan Putri Ramadani, Ketua PC IPPNU Sumenep.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Mukhamad Hasbi, M.Pd., Pimpinan Pesantren Integral Insan Kamil sekaligus Wakil Rais MWCNU Pragaan, yang memberikan dukungan terhadap upaya penguatan kaderisasi dan pengembangan organisasi pelajar NU di Kecamatan Pragaan.

Para pemateri menyampaikan berbagai materi terkait kepemimpinan progresif, penguatan kelembagaan, kaderisasi, manajemen organisasi, serta strategi membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an.

Salah satu peserta, Nailatul Izzah, Ketua PK IPPNU Arrahmah Jaddung, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, lokakarya ini memberikan wawasan baru tentang kepemimpinan dan organisasi yang sangat berguna bagi kader muda.

“Saya merasa bangga menjadi kader IPPNU. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan dari kegiatan ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat saya terapkan dalam organisasi maupun kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Pragaan berharap dapat mencetak kader-kader yang memiliki kemampuan kepemimpinan, wawasan organisasi yang kuat, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. (MQ)