Al-Ihsan Jaddung

Jaddung, NU Online Pragaan

Sekitar 4.000 jamaah menghadiri Haul Masyayikh Pondok Pesantren Al-Ihsan sekaligus Reuni Alumni yang digelar pada Selasa (6/10/2026). Di tengah padatnya jamaah, Banser Satkoryon Pragaan hadir mengambil bagian dalam pengamanan kegiatan.

Sejumlah personel Banser diterjunkan untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Mereka mengawal jalannya acara agar jamaah dapat mengikuti rangkaian haul dengan aman, nyaman, dan khidmat.

Kasatkoryon Banser Pragaan, Subaidi, bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Kurang lebih 4 ribu jamaah hadir,” ungkap Subaidi.

Bagi Banser, pengamanan kegiatan keagamaan bukan hanya persoalan menjaga ketertiban. Kehadiran di tengah jamaah merupakan bagian dari khidmah kepada pesantren, ulama, dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul, H. Wardi Ahmad, menyampaikan terima kasih kepada Banser Satkoryon Pragaan dan seluruh pihak yang telah ikut membantu kelancaran kegiatan.

“Terima kasih kepada Banser Satkoryon Pragaan dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan aman,” kata H. Wardi.

Kehadiran Banser dalam haul tersebut menjadi gambaran sederhana tentang khidmah di tengah masyarakat. Ketika ribuan jamaah datang untuk mengenang dan mendoakan para masyayikh, Banser mengambil peran memastikan mereka dapat beribadah dan mengikuti kegiatan dengan tenang.

Sentol Daya, NU Online Pragaan

Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan Jaddung, Pragaan, Sumenep, menggelar Musyawarah Kubro di halaman LPI Nurul Ihsan Sentol Daya, Pragaan, Kamis (27/8/2026). Forum Bahtsul Masail tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk membahas berbagai persoalan keagamaan yang muncul di tengah masyarakat.

Musyawarah Kubro merupakan agenda rutin Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan yang digelar dua kali dalam setahun dengan lokasi pelaksanaan berpindah-pindah. Pelaksanaannya sengaja mengambil momentum liburan pondok pesantren agar waktu luang para santri dapat diisi dengan kegiatan keilmuan.

Kepala Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan, Kiai Hasan Basri, mengatakan Musyawarah Kubro tersebut telah memasuki pelaksanaan yang kelima.

Ia mengapresiasi para santri yang memilih mengisi masa liburan dengan kegiatan ilmiah melalui forum Bahtsul Masail. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga melatih santri untuk mencermati persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi para santri yang mengisi waktu liburannya dengan kegiatan Bahtsul Masail ini. Selain itu, kami juga berterima kasih kepada tuan rumah LPI Nurul Ihsan yang telah bersedia ditempati kegiatan ini. Semoga tempat ini semakin dimakmurkan oleh Allah,” tutur beliau.

Pada Musyawarah Kubro kali ini, para peserta membahas persoalan utang piutang yang terjadi di tengah masyarakat. Pembahasan berlangsung melalui mekanisme Bahtsul Masail dengan melibatkan puluhan santri Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan.Forum tersebut dipandu oleh Chairurrahman selaku moderator. Para peserta terlibat dalam pembahasan untuk mengkaji persoalan yang diangkat berdasarkan referensi dan pemahaman keagamaan yang dimiliki.

Kegiatan Musyawarah Kubro ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar Madrasah Muadalah Salafiyah Al-Ihsan dalam membiasakan santri membaca dan merespons persoalan keagamaan yang berkembang di masyarakat melalui tradisi musyawarah.