prnupakamban laok

Pragaan – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Pakamban Laok kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim dalam rangka menyambut bulan Muharam 1448 H. Kegiatan yang menjadi agenda sosial tahunan Ranting NU tersebut dilaksanakan pada Rabu malam (24/6/2026) di kediaman H. Fauzi, Dusun Galis, Desa Pakamban Laok.

Melalui program yang digagas dan dikoordinasikan oleh Ranting NU bersama seluruh badan otonom (Banom) NU di tingkat desa, sebanyak 10 anak yatim menerima santunan sebesar Rp4.580.000 per orang.

Ketua dan pengurus Ranting NU Pakamban Laok bersama GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, Remaja Masjid Al-Munawir, serta tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut.

Keberhasilan program santunan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang mempercayakan sebagian rezekinya melalui Ranting NU Pakamban Laok. Di antaranya berasal dari LAZISNU, Majelis Shalawat Hubbur Rasul, Pemerintah Desa Pakamban Laok, Baznas Sumenep, LAZIS Pondok Pesantren Al-Amien, Tabungan Den-Mas, serta masyarakat umum.

Sekretaris GP Ansor Pakamban Laok, Sahabat Wahedi Shofa, menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan bagian dari ikhtiar Ranting NU dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat berbagi di tengah masyarakat.

“Bulan Muharam adalah bulan yang mulia. Melalui kegiatan yang digelar Ranting NU ini, kami berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus mengajak masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Selain penyaluran santunan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengajian umum yang disampaikan oleh KH Imam Sutaji, Ketua PC Lembaga Dakwah NU Kabupaten Sumenep periode 2021–2026.

Kegiatan santunan Muharam ini menjadi bukti nyata peran Ranting NU Pakamban Laok sebagai penggerak kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya menyalurkan bantuan materi, NU juga berupaya menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan bagi anak-anak yatim serta masyarakat luas.

PRAGAAN – Menjelang prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2026-2031, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan bergerak masif mengawal instruksi organisasi. Sejak tanggal 13 Mei hingga 15 Mei 2026, rangkaian istighatsah digelar secara maraton di berbagai tingkatan mulai dari tingkat MWC hingga Ranting.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya spiritual untuk memohon kelancaran bagi nakhoda baru PCNU Sumenep.

Rangkaian Safari Istighatsah

Rangkaian agenda spiritual ini dilaksanakan secara bertahap di beberapa lokasi strategis di wilayah Pragaan:

  • 13 Mei: Diawali oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Prenduan.
  • 14 Mei: Terpusat di Kantor MWCNU Pragaan, yang melibatkan seluruh jajaran pengurus MWC, lembaga, hingga Badan Otonom (Banom) di tingkat kecamatan.
  • 15 Mei: Dilanjutkan secara serentak oleh PRNU Pakamban Laok dan PRNU Pragaan Laok.

Acara inti dari setiap pertemuan ini adalah pembacaan Tawassul dan Istighatsah yang ditujukan khusus kepada para Muassis (pendiri) NU di tingkat Nusantara, tokoh-tokoh penggerak NU di Sumenep, serta para sesepuh NU di wilayah Pragaan.

“Istighatsah ini adalah bentuk ketaatan kami terhadap instruksi organisasi sekaligus ikhtiar batin agar pelantikan PCNU Sumenep membawa berkah dan kemajuan bagi umat,” ungkap Sekretaris MWCNU Pragaan di sela-sela kegiatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Agenda ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran syuriyah dan tanfidziyah di tingkat ranting, tetapi juga melibatkan seluruh elemen Badan Otonom (Banom) setempat, seperti PR GP Ansor, PR IPNU, dan PK IPNU.

Sinergi antara pengurus struktural dan Banom ini mempertegas soliditas warga nahdliyin di Pragaan dalam menyongsong kepemimpinan baru di tingkat cabang. Dengan selesainya rangkaian istighatsah ini, MWCNU Pragaan menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan dan menghadiri pelantikan PCNU Sumenep dengan semangat Satu Komando. (MQ)

Editor : Fauzan