gus yahya

Pragaan – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, melakukan kunjungan singkat ke Kantor MWCNU Pragaan, Sabtu (16/5/2026), di sela agenda pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

Kedatangan Gus Yahya disambut hangat oleh jajaran pengurus harian MWCNU Pragaan serta warga Nahdliyin yang telah menunggu sejak siang hari di halaman kantor MWCNU.

Dalam sambutannya, Rais Syuriyah MWCNU Pragaan, Abd. Warits Anwar, menyampaikan aspirasi warga Nahdlatul Ulama Pragaan kepada Gus Yahya agar kembali memimpin PBNU pada periode mendatang.

“Kami membawa aspirasi dari warga NU Kecamatan Pragaan untuk disampaikan kepada Gus Yahya: lanjutkan!” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan moral warga Nahdliyin Pragaan terhadap kepemimpinan Gus Yahya di tubuh PBNU yang dinilai membawa semangat pembaruan dan penguatan organisasi.

Pada kesempatan yang sama, Kiai Fathorrahman selaku Mustasyar MWCNU Pragaan turut memimpin doa untuk kesehatan dan keberkahan Gus Yahya dalam menjalankan amanah organisasi.

Kunjungan singkat tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Meski hanya sebentar, momentum itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga NU Pragaan karena dapat menyambut langsung Ketua Umum PBNU di kantor MWCNU Pragaan.

PRAGAAN – Menjelang prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2026-2031, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan bergerak masif mengawal instruksi organisasi. Sejak tanggal 13 Mei hingga 15 Mei 2026, rangkaian istighatsah digelar secara maraton di berbagai tingkatan mulai dari tingkat MWC hingga Ranting.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya spiritual untuk memohon kelancaran bagi nakhoda baru PCNU Sumenep.

Rangkaian Safari Istighatsah

Rangkaian agenda spiritual ini dilaksanakan secara bertahap di beberapa lokasi strategis di wilayah Pragaan:

  • 13 Mei: Diawali oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Prenduan.
  • 14 Mei: Terpusat di Kantor MWCNU Pragaan, yang melibatkan seluruh jajaran pengurus MWC, lembaga, hingga Badan Otonom (Banom) di tingkat kecamatan.
  • 15 Mei: Dilanjutkan secara serentak oleh PRNU Pakamban Laok dan PRNU Pragaan Laok.

Acara inti dari setiap pertemuan ini adalah pembacaan Tawassul dan Istighatsah yang ditujukan khusus kepada para Muassis (pendiri) NU di tingkat Nusantara, tokoh-tokoh penggerak NU di Sumenep, serta para sesepuh NU di wilayah Pragaan.

“Istighatsah ini adalah bentuk ketaatan kami terhadap instruksi organisasi sekaligus ikhtiar batin agar pelantikan PCNU Sumenep membawa berkah dan kemajuan bagi umat,” ungkap Sekretaris MWCNU Pragaan di sela-sela kegiatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Agenda ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran syuriyah dan tanfidziyah di tingkat ranting, tetapi juga melibatkan seluruh elemen Badan Otonom (Banom) setempat, seperti PR GP Ansor, PR IPNU, dan PK IPNU.

Sinergi antara pengurus struktural dan Banom ini mempertegas soliditas warga nahdliyin di Pragaan dalam menyongsong kepemimpinan baru di tingkat cabang. Dengan selesainya rangkaian istighatsah ini, MWCNU Pragaan menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan dan menghadiri pelantikan PCNU Sumenep dengan semangat Satu Komando. (MQ)

Editor : Fauzan