PAC PRAGAAN

Pragaan – Menjelang Konferancab VIII, PAC IPNU-IPPNU Pragaan memilih mengawali tahapan organisasi dengan ikhtiar spiritual. Melalui Tabarrukan dan Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama Jawa Timur, pengurus memohon keberkahan sekaligus memperkuat semangat pengabdian sebelum memasuki forum permusyawaratan tertinggi di tingkat Anak Cabang.

Ketua PAC IPNU Pragaan, Rekan Abrori, mengatakan bahwa tabarrukan dan ziarah menjadi ikhtiar menyambung sanad perjuangan sekaligus memperkuat spiritualitas kader.

“Melalui ziarah ini, kami ingin menanamkan semangat perjuangan para muassis kepada seluruh kader. Semoga nilai keikhlasan, keteguhan, dan pengabdian para ulama menjadi bekal dalam berorganisasi,” ujarnya.

Rangkaian ziarah meliputi maqbarah Syaikhona Kholil Bangkalan, Sunan Ampel Surabaya, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahid Hasyim, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng, KH. Abdul Wahab Chasbullah di Tambakberas, KH. Bisri Syansuri di Denanyar, hingga KH. Moh. Romly Tamim di Rejoso. Rombongan juga mengunjungi Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari serta memanjatkan doa dan membaca tahlil di setiap maqbarah yang dikunjungi.

Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Pragaan, Rekanita Kamila, berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan dan semangat baru.

“Semoga tabarrukan ini menjadi wasilah lahirnya kader-kader yang semakin berkarakter, berintegritas, dan istiqamah mengamalkan nilai Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Pragaan berharap semangat perjuangan para muassis dapat terus menginspirasi kader dalam menjalankan amanah organisasi dan menyongsong Konferancab VIII dengan penuh tanggung jawab.

iklan

PRAGAAN-Pimpinan Komisariat IPNU dan IPPNU LPI Nurul Ihsan menggelar kegiatan Majelis Pelajar di Aula LPI Nurul Ihsan, Sentol Daya, Pragaan, Sumenep, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk kajian dan diskusi pelajar yang membahas berbagai isu aktual seputar dunia pendidikan dan kondisi sosial masyarakat. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Makan Gratis atau Pendidikan Gratis: Mana yang Lebih Prioritas?”

Ketua PK IPPNU LPI Nurul Ihsan, Olifia, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pengembangan wawasan sekaligus mempererat silaturahim antarpelajar.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk menambah wawasan, memperoleh silaturahim, dan menumbuhkan kepedulian kita terhadap kondisi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, pemantik diskusi, Nuril Faizin, mengaku bangga atas terselenggaranya Majelis Pelajar tersebut. Menurutnya, pelajar harus tetap kritis dan peka terhadap berbagai persoalan sosial di sekitarnya.

“Bagaimanapun, pelajar harus tetap kritis dan peka terhadap kondisi sosial yang terjadi di sekitar,” tuturnya.

Ia juga menilai bahwa kegiatan di tingkat komisariat menjadi langkah positif dalam membangun budaya intelektual di lingkungan pelajar NU sekaligus memperkuat kebanggaan kader terhadap organisasi di tingkat PAC.

“Kegiatan seperti ini secara tidak langsung akan menambah kebanggaan terhadap PAC,” tambahnya.

Diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya menyampaikan pandangan terkait prioritas pendidikan dan kesejahteraan, tetapi juga diajak membangun sikap kritis serta kepedulian sosial sebagai bagian dari karakter pelajar Nahdlatul Ulama. (Zan)

Editor : Fauziyah

Pragaan – Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan zaman, kader muda Nahdlatul Ulama terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas pesantren. Hal itu tampak dari kelulusan sejumlah santri Pagar Nusa Pondok Pesantren Al Asy’ariyah Misbahul Munir Sentol Daya, Sumenep, sebagai delegasi PAC Pragaan dalam kegiatan Ijazah Kubro yang digelar pada Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremonial kelulusan, melainkan bagian dari proses pembinaan mental, spiritual, serta penguatan loyalitas kader dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Di tengah berbagai tantangan terhadap tradisi keagamaan dan budaya pesantren, para santri hadir sebagai generasi penerus yang berupaya menjaga sanad perjuangan ulama sekaligus merawat ajaran para masyayikh.

Dengan penuh khidmat, para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhirnya dinyatakan lulus Ijazah Kubro. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa tradisi pesantren tetap hidup dan terus melahirkan kader-kader yang siap menjaga agama, budaya, serta marwah organisasi.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Asy’ariyah/Misbahul Munir, K. Abd. Haq, mengaku bangga atas capaian para santri yang berhasil menyelesaikan proses tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan bahwa semangat belajar, kedisiplinan, dan loyalitas santri terhadap perjuangan ulama masih terus terawat.

“Ini bukan hanya tentang kelulusan, tetapi tentang amanah untuk terus menjaga tradisi, akhlak, dan perjuangan yang diwariskan para masyayikh,” tuturnya.

Delegasi PAC Pragaan berharap para santri yang telah dinyatakan lulus dapat menjadi pribadi yang istiqamah, berakhlak, dan siap mengabdi di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Kelulusan Ijazah Kubro ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang kuat secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai, tradisi, dan perjuangan ke-NU-an di tengah dinamika zaman. (MQ)

Pragaan — LPI Arrahmah Jaddung resmi melaunching kegiatan AKSARA 2026 (Ajang Kreasi Siswa Arrahmah) sebagai wadah pengembangan kreativitas dan bakat siswa-siswi Arrahmah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi MI, MTs, dan MA Arrahmah Jaddung dengan penuh semangat dan antusiasme.

Kegiatan dibuka oleh K. Fazabinal Alim selaku jajaran pengasuh LPI Arrahmah Jaddung. Pembukaan berlangsung khidmat dan menjadi awal dimulainya kegiatan mingguan AKSARA yang diharapkan mampu menjadi ruang kreativitas dan pengembangan potensi siswa.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PK IPPNU Arrahmah, Nailatul Izzah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan AKSARA. Ia juga berharap seluruh siswa-siswi aktif dalam setiap kegiatan lembaga selama kegiatan tersebut memberikan manfaat dan dampak positif, termasuk kegiatan mingguan seperti AKSARA ini.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh K. Fazabinal Alim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan AKSARA adalah untuk menggali bakat dan potensi siswa-siswi Arrahmah agar terus berkembang melalui kegiatan yang kreatif dan bermanfaat.

Beliau juga menyampaikan pesan motivasi dengan mengangkat ungkapan “Syubbanul yaum rijalul ghad” yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Menurut beliau, mempersiapkan generasi emas harus dimulai sejak dini.

“Kalau mau menjadi orang besar, harus dimulai dari sekarang,” ungkap beliau di hadapan para peserta.

Kegiatan launching AKSARA berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K. Moh Khalish Munib dengan harapan kegiatan AKSARA dapat menjadi sarana lahirnya generasi Arrahmah yang kreatif, aktif, dan berprestasi. (MQ)

Editor : Khalilurrahman

Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s.

Pragaan – Pengurus Anak Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PAC JQH NU) Pragaan menggelar kegiatan penyegaran struktur kepengurusan sekaligus persiapan Pelatihan Tahsinul Qur’an Gelombang II pada Rabu malam Kamis (13/5/2026) di Kantor MWC NU Pragaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut mengundang seluruh Pengurus PAC JQH NU Pragaan serta peserta Pelatihan Tahsinul Qur’an Gelombang I. Turut hadir Ketua MWCNU Pragaan K. Hambali Mahtum yang memberikan dukungan terhadap penguatan program kaderisasi dan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Ketua PAC JQH NU Pragaan, K. Abd Muiz menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat soliditas kepengurusan sekaligus mematangkan persiapan pelaksanaan Pelatihan Tahsinul Qur’an Gelombang II agar berjalan lebih maksimal.

Selain menjadi forum koordinasi organisasi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat semangat kaderisasi serta meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Pragaan.

Dengan adanya penyegaran struktur dan evaluasi pelaksanaan pelatihan sebelumnya, PAC JQH NU Pragaan optimistis program Tahsinul Qur’an ke depan akan semakin berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. (MQ)

Editor : Fauzan

#ansorbanser #ansorbansersumenep #ansorpragaan #banomnu #gpansor 2026 Abd. Warits Anwar Artikel Berita Pragaan Fatayat Fatayat NU Jaddung gus yahya Hari Santri Nasional HSN 2026 IPNU IPPNU JADDUNG jumrah Kaduara Timur Lailatul Ijtima' Lakpesdam Lesbumi LKKNU Media NU mekkah Muslimat NU Mutiara Hadits MWCNU mwcnu pragaan NU Nu online Opini PAC PRAGAAN Pakambam daya Pakamban Laok PCNU Sumenep Pergunu PRAGAAN pragaan daya prnupakamban laok PRNU Pragaan Daya 1 prnu prenduan Puskesmas Pragaan Rais NU Pragaan ranting

Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s.