Kajian Kesantrian

Pragaan Daya, NU Online Pragaan


Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Pragaan kembali menggelar Kajian Kesantrian di lembaga pendidikan. Kali ini, kegiatan tersebut berlangsung di LPI Nurul Jadid, Blumbang, Pragaan Daya, Sumenep, Senin (7/9/2026).

Kajian Kesantrian ini merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian program HSN 2026 MWCNU Pragaan yang dikoordinatori oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pragaan.

Dalam kajiannya, K. Hambali Makhtum yang juga Ketua MWCNU Pragaan menjelaskan makna santri dalam pengertian yang hakiki. Menurutnya, menjadi santri tidak hanya berkaitan dengan status sebagai orang yang belajar di pesantren atau lembaga pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan sikap pengabdian kepada orang yang telah mengajarkan ilmu dan nilai-nilai kebaikan.

“Hakikat santri adalah mengabdi kepada siapa saja yang telah mengajarkan ilmu dan nilai kebaikan, baik dalam bentuk apa saja,” jelasnya.

Selain membahas nilai kesantrian, K. Hambali juga mengulas secara singkat sejarah Nahdlatul Ulama dan perjuangan para muassis NU sebagai upaya memperkuat pemahaman ideologi ke-NU-an di kalangan santri.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi santri saat ini telah mengalami perubahan. Perjuangan tidak lagi berlangsung dalam bentuk perang fisik dengan senjata, tetapi menghadapi tantangan ideologi, teknologi, dan kehidupan sosial yang berkembang semakin kompleks.

“Santri-santri hari ini harus lebih peka membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai santri. Akhlaqul karimah juga harus tetap menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” ucap Dosen Ma’had Aly Al-Ihsan Jaddung ini dengan tegas.

Sementara itu, Dewan Pengurus LPI Nurul Jadid, Ustadz Jamai Rahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kajian Kesantrian di lembaganya. Ia juga berterima kasih karena kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pengurus MWCNU Pragaan.

“Kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat pemahaman ke-NU-an para santri. Kami berharap jajaran MWCNU Pragaan dapat semakin sering turun ke lembaga-lembaga pendidikan yang berada di lingkungan ranting guna membantu memperkuat pemahaman ideologi ke-NU-an para santri,” harapnya.

Pragaan Daya, NU Online Pragaan

Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Pragaan mengawali rangkaian Kajian Kesantrian dengan menyambangi LPI Al-Karimiyah Pragaan Daya, Sumenep, Kamis (3/9/2026).

Kajian Kesantrian ini diikuti seluruh santri LPI Al-Karimiyah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut peringatan HSN 2026 yang dilaksanakan secara bergantian dari satu lembaga pendidikan ke lembaga pendidikan lainnya di Kecamatan Pragaan.

K. Zubairi Karim selaku pemateri dalam kajiannya mengulas perjalanan lahirnya Nahdlatul Ulama serta dedikasi dan perjuangan para muassis NU. Ia juga menekankan keterkaitan perjuangan ulama dan santri dengan perjalanan bangsa Indonesia.

“Nahdlatul Ulama berdiri jauh sebelum Indonesia ini merdeka. Dan dalam perjalanannya NU selalu berdiri tegak mempertahankan utuhnya NKRI,” jelasnya.

Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah tersebut, ulama dan santri memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa, baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka.

“Ulama selalu tampil membela negara, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Tanpa adanya peran santri, mustahil Indonesia bisa seperti saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh LPI Al-Karimiyah, KH. Abd. Lathif dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kajian Kesantrian. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan ideologi ke-NU-an kepada para santri.

“Kajian Kesantrian ini semoga menjadi sebab bagi anak didik kami untuk kelak dapat melanjutkan perjuangan para ulama pada umumnya, dan aktif di Nahdlatul Ulama pada khususnya,” harap beliau.