NU ONLINE PRAGAAN

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Sumenep, Ainul Yaqin, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan generasi penerus yang lebih baik dari periode sebelumnya.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) VIII PAC IPNU-IPPNU Pragaan di Aula LPI Arrahmah, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Jumat (7/8/2026).

Menurut Ainul Yaqin, perjalanan PAC IPNU-IPPNU Pragaan menunjukkan perkembangan yang cukup baik sejak kembali aktif pada 2012. Kini organisasi tersebut telah memasuki periode kepengurusan kedelapan dengan berbagai capaian yang diraih para kader di berbagai bidang.

“PAC IPNU-IPPNU Pragaan kembali aktif pada tahun 2012. Hari ini kita memasuki periode kepengurusan yang kedelapan. Ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi terus berjalan dan organisasi tetap mampu menjaga keberlanjutannya,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan kaderisasi tidak hanya tercermin dari aktivitas organisasi, tetapi juga dari kiprah kader setelah selesai menjalani proses pengkaderan. Menurutnya, kader IPNU dan IPPNU Pragaan kini telah tersebar di berbagai bidang pengabdian, mulai dari dunia pendidikan, pemerintahan, hingga dunia usaha.

“Alhamdulillah, kader-kader IPNU-IPPNU Pragaan hari ini telah mengambil peran di berbagai sektor. Ada yang mengabdi di dunia pendidikan, pemerintahan, menjadi wirausahawan, dan bidang lainnya. Ini menjadi bukti bahwa kaderisasi memberikan manfaat nyata, bukan hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Ainul Yaqin memberikan apresiasi kepada kepengurusan PAC IPNU Pragaan di bawah kepemimpinan Ach. Abrori bersama jajaran pengurus yang dinilainya berhasil merealisasikan sejumlah program yang belum sempat diwujudkan pada periode sebelumnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa setiap periode memiliki kontribusi yang berbeda dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, keberhasilan kepengurusan sebelumnya justru menjadi fondasi yang memungkinkan lahirnya kepengurusan berikutnya dengan capaian yang lebih baik.

“Periode Rekan Abrori bisa dikatakan lebih baik karena ada beberapa program yang berhasil diwujudkan. Namun, kepengurusan sebelumnya juga patut diapresiasi karena telah melahirkan generasi penerus yang mampu membawa organisasi berkembang. Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ainul Yaqin juga menyampaikan bahwa PC IPNU-IPPNU Kabupaten Sumenep terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi kader. Salah satu ikhtiar yang dilakukan ialah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan empat perguruan tinggi sebagai bentuk dukungan agar para pelajar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Ia berharap langkah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kader IPNU dan IPPNU, sehingga organisasi tidak hanya mencetak pemimpin muda yang aktif berorganisasi, tetapi juga melahirkan generasi yang unggul dalam bidang akademik dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurut Ainul Yaqin, semangat regenerasi harus terus dijaga agar IPNU dan IPPNU tetap menjadi ruang pembelajaran, pengabdian, sekaligus tempat lahirnya calon-calon pemimpin masa depan yang berkarakter, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

SUMENEP, PRAGAAN — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pragaan secara resmi menggelar perhelatan tertinggi tingkat kecamatan, yakni Konferensi PAC IPNU IPPNU Pragaan, pada Jumat (07/08/2026). Bertempat di Aula K. Ahmad Basyir, Kompleks Pondok Pesantren Arrahmah, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, perhelatan permusyawaratan tertinggi pelajar NU ini berlangsung dengan sangat khidmat, tertib, dan penuh semangat keorganisasian.

Sejak pagi hari, suasana di sekitar area Aula K. Ahmad Basyir telah dipadati oleh puluhan kader muda Nahdlatul Ulama dari berbagai Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) se-Kecamatan Pragaan. Forum ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, melainkan juga wadah perumusan garis-garis besar program kerja strategis serta momentum regenerasi estafet kepemimpinan baru untuk masa khidmat berikutnya.

Dihadiri Tokoh Agama, Pengasuh Pesantren, hingga Unsur FORKOPIMKA
Langkah pembukaan Konferensi PAC IPNU IPPNU Pragaan ini ditandai dengan hadirnya sejumlah tokoh kunci di tingkat kecamatan dan tokoh ulama setempat. Kehadiran para pimpinan lembaga dan jajaran pemerintahan ini menegaskan betapa strategisnya posisi IPNU dan IPPNU sebagai garda terdepan pembinaan generasi muda Islam di wilayah Pragaan.

Hadir secara langsung di barisan tamu undangan utama antara lain Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, K. Hambali Makhtum, MM, beserta jajaran pengurus harian MWCNU Pragaan. Selain itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMKA) Pragaan—terdiri dari unsur Camat, Kepolisian Sektor (Polsek), serta Komando Rayon Militer (Koramil)—turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan organisasi kepemudaan ini. Tampak pula hadir Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Jaddung yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara, memberikan restu serta arahan spiritual bagi seluruh peserta konferensi.

Kehadiran lintas sektor ini membuktikan bahwa sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan pemuda di Kecamatan Pragaan terjalin dengan sangat harmonis. Langkah kolaboratif tersebut dipandang penting guna membentengi para pelajar dari arus modernisasi yang tidak menyaring nilai-nilai agama serta kebangsaan.

Apresiasi Tinggi untuk Kepengurusan Masa Khidmat 2024–2026
Dalam panggung Pidato Sambutan dan Pengarahan, Ketua MWCNU Pragaan, K. HAMBALI MAKHTUM, MM, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus PAC IPNU IPPNU Pragaan periode 2024–2026 atas dedikasi tanpa henti selama dua tahun masa bakti. Menurutnya, rekam jejak kerja yang telah ditunjukkan oleh kepengurusan ini terbukti membawa dampak sosial dan keagamaan yang konkret di tengah-tengah masyarakat pelajar.

“IPNU IPPNU Pragaan masa khidmat 2024–2026 telah memberikan cerminan positif dengan baik,” tegas K. Hambali Makhtum di hadapan ratusan pasang mata peserta konferensi yang menyimak dengan penuh perhatian.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan kepengurusan periode 2024–2026 dalam menjaga konsistensi kaderisasi, menyatukan potensi pelajar pesantren maupun sekolah formal, serta aktif membumikan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah adalah bukti nyata dari kematangan berorganisasi para kader muda NU di Pragaan.

Pesan Kepemimpinan: Wajib Miliki Tiga Karakter Utama
Di tengah gelombang dinamika zaman yang terus berkembang pesat, tantangan organisasi kepemudaan di masa mendatang diakui akan jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, K. Hambali Makhtum menaruh harapan besar kepada seluruh kader, khususnya para calon pemimpin dan ketua terpilih yang nantinya akan memegang estafet kepemimpinan baru PAC IPNU IPPNU Pragaan.

Dalam amanat resminya, beliau memberikan pesan mendalam mengenai fondasi penting yang harus dimiliki oleh seorang jajaran pimpinan organisasi. Beliau menegaskan bahwa seorang pemimpin yang sukses wajib memiliki tiga karakter dasar:

Bisa Memimpin Diri Sendiri: Sebelum seorang kader mampu mengarahkan orang lain, ia harus terlebih dahulu menundukkan hawa nafsu, menjaga kedisiplinan pribadi, memiliki integritas moral, serta konsisten dalam menjalankan kewajiban agama dan organisasi.

Bisa Memimpin Tim dan Anggota: Pemimpin tidak dapat berjalan sendirian. Kemampuan merangkul, mendengarkan, memotivasi, dan mengayomi seluruh jajaran pengurus serta anggota tanpa membeda-bedakan latar belakang adalah kunci terciptanya soliditas tim yang kuat.

Bisa Memimpin Organisasi dengan Baik: Seorang ketua harus menguasai tata kelola administratif, manajemen strategis, tata kerja kelembagaan, serta mampu membaca peta kebutuhan pelajar zaman sekarang agar roda organisasi berjalan sistematis dan terarah.

“Tiga karakter tersebut menjamin kesuksesan dalam mengendalikan organisasi. Jika seorang pemimpin mampu memadukan ketiganya, maka organisasi tidak akan kehilangan arah dan akan selalu relevan menjawab kebutuhan zaman,” papar Ketua MWCNU Pragaan tersebut.

Stimulus Inovasi: Berani Mencoba Tanpa Mengenal Lelah
Tidak hanya berhenti pada penyampaian kriteria kepemimpinan ideal, K. Hambali Makhtum juga memberikan dorongan stimulus mental yang membakar semangat para kader muda agar tidak terjebak dalam rasa takut akan kegagalan saat menyusun gagasan-gagasan besar.

Menurut beliau, salah satu musuh terbesar dalam pergerakan organisasi adalah sikap ragu-ragu dan terlalu banyak menimbang rencana tanpa pernah mengeksekusinya di lapangan. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang terus bergerak dinamis dan berani mengambil langkah-langkah inovatif.

“Namun dari semua karakter yang telah disebutkan, para pengurus dan kader harus memiliki stimulus agar organisasi tetap bisa berkembang, yakni dengan cara mencoba tanpa mengenal lelah. Karena lebih baik gagal disaat mencoba daripada gagal disaat baru berencana,” pungkas K. Hambali Makhtum mengakhiri orasi kebangsaan dan keIslamannya.

Pesan penutup tersebut disambut tepuk tangan riuh dari seluruh jajaran pengurus, delegasi ranting, serta tamu undangan yang hadir di Aula K. Ahmad Basyir. Kalimat filosofis tersebut dinilai menjadi suntikan moral berharga bagi generasi muda NU Pragaan agar tidak alergi terhadap eksperimen program kerja yang kreatif dan solutif di masa depan.

Menatap Masa Depan Pelajar NU Pragaan
Pelaksanaan Konferensi PAC IPNU IPPNU Pragaan di Pondok Pesantren Arrahmah Jaddung ini dilanjutkan dengan rangkaian sidang-sidang pleno, mulai dari Sidang Pleno Tata Tertib, Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Sidang Komisi (Komisi Program Kerja, Komisi Rekomendasi, dan Komisi Keorganisasian), hingga puncaknya yakni Sidang Pleno Pemilihan Ketua Baru PAC IPNU dan PAC IPPNU Pragaan.

Melalui perhelatan ini, diharapkan estafet kepemimpinan baru yang terpilih kelak mampu membawa angin segar, menjaga nilai-nilai ke-NU-an, memperluas jejaring kaderisasi hingga ke pelosok desa, serta menjadikan IPNU dan IPPNU sebagai wadah inkubasi potensi pelajar yang inklusif, modern, dan berkarakter mulia di Kecamatan Pragaan.

Pragaan – Menjelang Konferancab VIII, PAC IPNU-IPPNU Pragaan memilih mengawali tahapan organisasi dengan ikhtiar spiritual. Melalui Tabarrukan dan Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama Jawa Timur, pengurus memohon keberkahan sekaligus memperkuat semangat pengabdian sebelum memasuki forum permusyawaratan tertinggi di tingkat Anak Cabang.

Ketua PAC IPNU Pragaan, Rekan Abrori, mengatakan bahwa tabarrukan dan ziarah menjadi ikhtiar menyambung sanad perjuangan sekaligus memperkuat spiritualitas kader.

“Melalui ziarah ini, kami ingin menanamkan semangat perjuangan para muassis kepada seluruh kader. Semoga nilai keikhlasan, keteguhan, dan pengabdian para ulama menjadi bekal dalam berorganisasi,” ujarnya.

Rangkaian ziarah meliputi maqbarah Syaikhona Kholil Bangkalan, Sunan Ampel Surabaya, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahid Hasyim, dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Tebuireng, KH. Abdul Wahab Chasbullah di Tambakberas, KH. Bisri Syansuri di Denanyar, hingga KH. Moh. Romly Tamim di Rejoso. Rombongan juga mengunjungi Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari serta memanjatkan doa dan membaca tahlil di setiap maqbarah yang dikunjungi.

Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Pragaan, Rekanita Kamila, berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan dan semangat baru.

“Semoga tabarrukan ini menjadi wasilah lahirnya kader-kader yang semakin berkarakter, berintegritas, dan istiqamah mengamalkan nilai Belajar, Berjuang, dan Bertaqwa,” harapnya.

Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Pragaan berharap semangat perjuangan para muassis dapat terus menginspirasi kader dalam menjalankan amanah organisasi dan menyongsong Konferancab VIII dengan penuh tanggung jawab.

iklan

SUMENEP — Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, semangat berkesenian mulai terasa di kawasan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Anak-anak sekolah dasar menyiapkan cat dan kuas, sementara para pelajar tingkat SMP mulai melatih harmoni suara serta tabuhan rebana mereka. Semua itu menuju satu panggung yang sama: Lomba Lukis dan Lomba Nasyid yang akan digelar pada Minggu, 24 Mei 2026.
Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Lesbumi MWCNU Pragaan bekerja sama dengan PP Ikhtiar Insan Kamil yang menaungi MTs Unggulan Sains Al-Qur’an Aeng Panas.
Namun tahun ini, gaung kegiatan terasa lebih besar dibanding sebelumnya. Dukungan dari berbagai elemen mulai berdatangan. Salah satu yang paling menonjol ialah keterlibatan Pergunu Pragaan atau Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Pragaan yang ikut membangun jejaring partisipasi sekolah dan madrasah di wilayah Pragaan serta sekitarnya.
Kehadiran Pergunu membuat informasi lomba bergerak cepat dari ruang guru ke ruang kelas. Banyak guru mulai mendorong murid-muridnya untuk ikut ambil bagian, bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter dan kreativitas pelajar.
Di tengah dunia pendidikan yang semakin padat dengan target akademik, kegiatan seni seperti ini dianggap penting sebagai ruang ekspresi yang sehat bagi siswa.
Panitia membuka dua kategori lomba. Pertama, Lomba Lukis tingkat SD/MI se-Kabupaten Sumenep dengan tema “Menyambut Iduladha”. Kedua, Lomba Nasyid tingkat MTs/SMP se-Kabupaten Sumenep.
Acara akan dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sementara proses lomba melukis dijadwalkan berlangsung sampai pukul 13.00 WIB.


Peserta disebut datang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumenep. Tidak hanya dari kawasan kota, tetapi juga dari daerah-daerah pinggiran yang selama ini cukup aktif dalam kegiatan seni Islami di lingkungan sekolah dan pesantren.
Suasana perlombaan diperkirakan berlangsung meriah. Anak-anak SD akan menuangkan imajinasi mereka tentang Iduladha melalui gambar-gambar penuh warna: masjid desa, hewan kurban, suasana takbiran, hingga aktivitas masyarakat saat pembagian daging kurban.
Di sisi lain, para pelajar MTs dan SMP akan memenuhi panggung nasyid dengan syair-syair Islami yang berpadu dengan irama rebana dan harmoni vokal.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya mendapatkan dukungan dari lembaga pendidikan dan organisasi guru. Dunia media lokal juga ikut mengambil bagian.
Radio Pragaan Station resmi menjadi media partner dalam kegiatan tersebut. Kehadiran radio lokal itu dinilai penting untuk membantu menyebarluaskan informasi acara kepada masyarakat luas, khususnya di wilayah Pragaan dan sekitarnya.
Radio lokal memang memiliki kedekatan tersendiri dengan masyarakat. Ia tidak sekadar menjadi saluran informasi, tetapi juga bagian dari denyut sosial warga. Karena itu, keterlibatan Radio Pragaan Station memberi warna tersendiri bagi pelaksanaan kegiatan ini.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari TVNU Pragaan yang menyatakan kesediaannya untuk menyiarkan langsung jalannya acara.
Rencana siaran langsung tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi banyak sekolah dan wali murid. Sebab tidak semua orang tua dan masyarakat dapat hadir langsung ke lokasi acara. Dengan adanya siaran langsung, masyarakat tetap dapat menyaksikan penampilan para peserta dari berbagai tempat.
Bagi panitia, siaran langsung ini bukan hanya soal publikasi. Lebih dari itu, ada harapan agar karya dan keberanian anak-anak muda Sumenep mendapat ruang apresiasi yang lebih luas.
Kegiatan ini memang perlahan berkembang menjadi lebih dari sekadar lomba tahunan. Ia mulai berubah menjadi ruang pertemuan antara pendidikan, seni, media, dan tradisi keislaman masyarakat Madura.
Di tangan anak-anak muda itu, Iduladha diterjemahkan bukan hanya sebagai perayaan ritual, tetapi juga sebagai sumber inspirasi kreatif.
Ada yang melukis tentang kebersamaan warga desa saat kurban. Ada yang menyanyikan syair tentang pengorbanan dan kasih sayang. Semua bergerak dalam suasana yang hangat dan penuh semangat.
Bagi Lesbumi MWCNU Pragaan, kegiatan seni seperti ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga hubungan antara Islam dan kebudayaan agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Sebab seni, dalam banyak hal, sering kali menjadi bahasa paling lembut untuk menyampaikan nilai-nilai sosial dan religius.
Dan di Pragaan nanti, bahasa itu akan hadir dalam bentuk warna-warna lukisan, suara nasyid, tepuk tangan penonton, serta wajah-wajah anak muda yang sedang belajar percaya pada karya mereka sendiri.

Editor : Fauzan

Pragaan — LPI Arrahmah Jaddung resmi melaunching kegiatan AKSARA 2026 (Ajang Kreasi Siswa Arrahmah) sebagai wadah pengembangan kreativitas dan bakat siswa-siswi Arrahmah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi MI, MTs, dan MA Arrahmah Jaddung dengan penuh semangat dan antusiasme.

Kegiatan dibuka oleh K. Fazabinal Alim selaku jajaran pengasuh LPI Arrahmah Jaddung. Pembukaan berlangsung khidmat dan menjadi awal dimulainya kegiatan mingguan AKSARA yang diharapkan mampu menjadi ruang kreativitas dan pengembangan potensi siswa.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua PK IPPNU Arrahmah, Nailatul Izzah. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan AKSARA. Ia juga berharap seluruh siswa-siswi aktif dalam setiap kegiatan lembaga selama kegiatan tersebut memberikan manfaat dan dampak positif, termasuk kegiatan mingguan seperti AKSARA ini.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh K. Fazabinal Alim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan AKSARA adalah untuk menggali bakat dan potensi siswa-siswi Arrahmah agar terus berkembang melalui kegiatan yang kreatif dan bermanfaat.

Beliau juga menyampaikan pesan motivasi dengan mengangkat ungkapan “Syubbanul yaum rijalul ghad” yang berarti pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Menurut beliau, mempersiapkan generasi emas harus dimulai sejak dini.

“Kalau mau menjadi orang besar, harus dimulai dari sekarang,” ungkap beliau di hadapan para peserta.

Kegiatan launching AKSARA berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K. Moh Khalish Munib dengan harapan kegiatan AKSARA dapat menjadi sarana lahirnya generasi Arrahmah yang kreatif, aktif, dan berprestasi. (MQ)

Editor : Khalilurrahman

Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s.