PRAGAAN – Menjelang prosesi pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep masa khidmat 2026-2031, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan bergerak masif mengawal instruksi organisasi. Sejak tanggal 13 Mei hingga 15 Mei 2026, rangkaian istighatsah digelar secara maraton di berbagai tingkatan mulai dari tingkat MWC hingga Ranting.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya spiritual untuk memohon kelancaran bagi nakhoda baru PCNU Sumenep.
Rangkaian Safari Istighatsah
Rangkaian agenda spiritual ini dilaksanakan secara bertahap di beberapa lokasi strategis di wilayah Pragaan:
- 13 Mei: Diawali oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Prenduan.
- 14 Mei: Terpusat di Kantor MWCNU Pragaan, yang melibatkan seluruh jajaran pengurus MWC, lembaga, hingga Badan Otonom (Banom) di tingkat kecamatan.
- 15 Mei: Dilanjutkan secara serentak oleh PRNU Pakamban Laok dan PRNU Pragaan Laok.
Acara inti dari setiap pertemuan ini adalah pembacaan Tawassul dan Istighatsah yang ditujukan khusus kepada para Muassis (pendiri) NU di tingkat Nusantara, tokoh-tokoh penggerak NU di Sumenep, serta para sesepuh NU di wilayah Pragaan.
“Istighatsah ini adalah bentuk ketaatan kami terhadap instruksi organisasi sekaligus ikhtiar batin agar pelantikan PCNU Sumenep membawa berkah dan kemajuan bagi umat,” ungkap Sekretaris MWCNU Pragaan di sela-sela kegiatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme yang tinggi. Agenda ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran syuriyah dan tanfidziyah di tingkat ranting, tetapi juga melibatkan seluruh elemen Badan Otonom (Banom) setempat, seperti PR GP Ansor, PR IPNU, dan PK IPNU.
Sinergi antara pengurus struktural dan Banom ini mempertegas soliditas warga nahdliyin di Pragaan dalam menyongsong kepemimpinan baru di tingkat cabang. Dengan selesainya rangkaian istighatsah ini, MWCNU Pragaan menyatakan kesiapannya untuk mensukseskan dan menghadiri pelantikan PCNU Sumenep dengan semangat Satu Komando. (MQ)
Editor : Fauzan
