May 10, 2026

Nu online Pragaan — Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan melakukan silaturahim ke kediaman K. Zubaidi Ismail, Ketua Ranting NU Jaddung, pada Minggu malam sekitar pukul 19.32 WIB. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka doa bersama menjelang keberangkatan beliau ke tanah suci Mekkah dan Madinah untuk menunaikan ibadah haji.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Rais MWCNU Pragaan KH. A. Warits Anwar bersama Ketua Tanfidziyah MWCNU Pragaan K. Hambali Mahtum (Gus Boy). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di kediaman calon jamaah haji tersebut.

Dalam kesempatan itu, KH. A. Warits Anwar memimpin langsung doa pemberangkatan haji. Doa dipanjatkan agar K. Zubaidi Ismail diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan memperoleh predikat haji mabrur.

“Semoga Allah SWT memberikan kelancaran dan keberkahan dalam perjalanan ibadah haji beliau,” ungkapnya.

Silaturahim tersebut menjadi bentuk perhatian dan ukhuwah keluarga besar Nahdlatul Ulama kepada para pengurus dan warga NU yang akan menunaikan rukun Islam kelima. (MQ)

Editor : Ach. Khalilurrahman

PRAGAAN – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kediaman K. Subaidi Ismai’el, Ketua Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jaddung, pada Minggu malam (10/05/2026). Malam Senin tersebut menjadi momen sakral dalam rangka pelepasan keberangkatan beliau menuju Tanah Suci Mekah untuk menunaikan ibadah haji.

Acara pelepasan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan. Bertindak sebagai pemberangkat resmi adalah Rais Syuriyah MWCNU Pragaan, KH. A. Warits Anwar, yang didampingi oleh Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum (yang akrab disapa Gus Boy).

Prosesi pelepasan diawali dengan pembacaan doa dan selawat, menciptakan atmosfer spiritual yang kental di tengah keluarga dan jamaah yang hadir. Kehadiran para tokoh kunci MWCNU Pragaan menunjukkan bentuk dukungan moral sekaligus solidaritas antar-pengurus NU di tingkat kecamatan hingga ranting.

“Ibadah haji adalah panggilan Allah. Semoga ketulusan K. Subaidi dalam berkhidmat di NU menjadi wasilah kelancaran ibadah beliau di tanah suci,” ungkap salah satu pengurus yang hadir.

Dalam sambutan singkatnya, para tokoh MWCNU Pragaan menyampaikan harapan besar bagi keselamatan K. Subaidi Ismai’el. Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:

  • Kesehatan dan Keselamatan: Mengharap agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan fisik yang prima meski cuaca di Arab Saudi cukup menantang.
  • Haji Mabrur: Doa agar kepulangan beliau nantinya membawa berkah dan predikat haji mabrur yang bermanfaat bagi umat.
  • Kembali ke Tanah Air: Harapan agar jamaah dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat walafiat dan berkumpul kembali dengan keluarga serta jam’iyah NU.

Acara ditutup dengan mushafahah (bersalaman) dan pelukan hangat yang penuh air mata kebahagiaan dari para kerabat dan sahabat, mengiringi langkah K. Subaidi menuju tamu Allah.


Editor : Fauzan

Nu online pragaan— Pelantikan Pengurus Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Arrahmah bukan sekadar agenda seremonial organisasi pelajar. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kiai Ahmad Basyir Khabiron, Jumat (8/5/2026), itu menjadi momentum penting untuk membangun kader pelajar yang aktif, bermental kuat, dan siap mengabdi di tengah masyarakat.

Suasana khidmat tampak menyelimuti prosesi pelantikan yang dihadiri para pengasuh, pembina, pengurus PAC IPNU-IPPNU Pragaan, serta kader pelajar Arrahmah.

Dalam sambutannya, K. Moh. Khalis Munib menegaskan bahwa pelajar tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran formal di dalam kelas. Menurutnya, organisasi merupakan ruang penting untuk membentuk keberanian, karakter, serta kemampuan menghadapi kehidupan sosial.
“Banyak pelajaran hidup justru lahir dari organisasi. Di sana kita belajar memimpin, berbicara, bertanggung jawab, dan memperjuangkan sesuatu,” ujarnya.

Ia juga mendorong para kader agar tidak takut aktif dan berproses dalam organisasi. Sebab, pengalaman berorganisasi akan menjadi bekal penting dalam membentuk mental perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengalaman pribadi saat aktif di PAC IPNU Guluk-Guluk ketika masih menjadi santri di Pondok Pesantren Annuqayah turut dibagikan sebagai motivasi bagi para kader muda agar terus berkembang dan berani mengambil peran.

Sementara itu, Moh. Qudsi selaku pembina PK IPNU-IPPNU Arrahmah menyampaikan kisah keteladanan almarhum K. Ahmad Basyir Khabiron dalam perjuangan organisasi Nahdlatul Ulama.

Ia mengenang bagaimana sosok pengasuh Arrahmah tersebut rela berjalan kaki sekitar enam kilometer demi menghadiri rapat organisasi di Kantor MWCNU Pragaan sekitar tahun 2005 silam.

“Perjuangan organisasi tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari keikhlasan, pengorbanan, dan istiqamah,” ungkapnya.
Menurutnya, kisah tersebut menjadi pelajaran penting bagi kader IPNU-IPPNU agar tidak mudah mengeluh dalam berorganisasi dan tetap menjaga semangat pengabdian.

Ketua PAC IPNU Pragaan, Rekan Ach. Abrori, juga mengapresiasi semangat para pengurus baru yang dinilai memiliki kekompakan dan antusiasme tinggi untuk membangun organisasi yang aktif dan progresif.

Rangkaian pelantikan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin K. Abdurrauf Basyir. Penuh harapan, para kader baru diharapkan mampu membawa PK IPNU-IPPNU Arrahmah menjadi organisasi pelajar yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (MQ)

Editor : Ach. Fauzi

NU Pragaan — Pimpinan Komisariat (PK) IPPNU Al-Muqri menggelar kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebagai momentum evaluasi sekaligus penegasan bahwa organisasi bukan sekadar tempat mencari nama, melainkan ruang belajar amanah, tanggung jawab, dan keberanian berkembang.

Kegiatan yang diikuti jajaran pengurus dan anggota tersebut berlangsung khidmat dengan suasana penuh refleksi terhadap perjalanan kepengurusan selama satu periode masa khidmat.

Dalam sambutannya, Pembina PK IPPNU Al-Muqri, Wasilah, menekankan bahwa menjadi pengurus berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar, bukan hanya hadir membawa status organisasi semata.

“Organisasi bukan tempat numpang nama. Di sinilah mental, tanggung jawab, dan kualitas diri seseorang diuji,” tegasnya.

Ia juga mendorong kader pelajar agar tidak takut berkembang dan berani menunjukkan kemampuan diri di tengah tantangan zaman yang semakin kompetitif. Menurutnya, masa pelajar merupakan fase penting untuk membentuk karakter kepemimpinan, keberanian berpikir, dan kedewasaan sikap.

“Kalau pelajar hanya diam dan takut mencoba, maka ia akan tertinggal. Organisasi harus menjadi tempat melatih keberanian, bukan justru tempat merasa nyaman tanpa proses,” lanjutnya.

LPJ tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan kepengurusan, tetapi juga ruang evaluasi terhadap loyalitas, kedisiplinan, dan keseriusan kader dalam menjalankan roda organisasi.

Sebagai penutup kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah pengurus yang dinilai aktif dan berdedikasi selama masa khidmat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata terhadap organisasi.

Melalui kegiatan ini, PK IPPNU Al-Muqri berharap mampu melahirkan kader pelajar yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga memiliki mental tangguh, bertanggung jawab, dan siap menjadi generasi yang terus bertumbuh serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (MQ)

Editor : Khalilurrahman

PRAGAAN – Jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penting pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat kekeluargaan ini dipusatkan di kediaman Wakil Ketua MWCNU Pragaan, Mas Herman.

Rapat ini menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus untuk melakukan evaluasi sekaligus merumuskan langkah taktis terkait program kerja yang akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membedah program kerja dari berbagai lembaga dan badan otonom di bawah naungan MWCNU Pragaan. Fokus diskusi diarahkan pada penentuan target-target konkret agar setiap kegiatan memiliki dampak nyata bagi warga Nahdliyin di wilayah Pragaan.

Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:

Akselerasi Program Jangka Pendek: Penjadwalan ulang agenda-agenda yang menjadi prioritas dalam beberapa bulan ke depan.Pemetaan Target Organisasi: Menetapkan indikator keberhasilan yang jelas untuk setiap kegiatan sosial, keagamaan, maupun penguatan ekonomi.Sinergi Antar-Lini: Memastikan koordinasi antara pengurus harian dengan ranting-ranting NU tetap berjalan harmonis.

Selain poin tersebut, MWCNU Pragaan juga mempersiapkan diri dalam rangkayan yang telah dirancang oleh Lembaga MWCNU Pragaan yang akan dilaksanakan di bulan dzul hijjah ini. Rancangan program lembaga tersebut meliputi kegiatan rutinitas bulanan Lailatul Ijtima’ yang menjadi program LDNU Pragaan. Selain program Rutinitas, Lembaga Seni Budaya Muslim (LESBUMI) akan menggelar lomba Nasyid Islami dan Lomba Melukis untuk anak Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah dengan sekop kabupaten. Lain dari itu, MWC juga akan melaksanakan penyelarasan dan penyusunan kisi-kisi Penguatan Keorganisasian Ranting yang juga akan dilaksanakan di bulan Haji ini

Selaku sekretaris, Gus Harir menekankan bahwa pertemuan di malam hari tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga ritme organisasi agar tetap berada di jalur yang benar.

“Alhamdulillah, meski dilaksanakan malam hari, semangat para pengurus tetap luar biasa. Kita butuh kesepahaman yang sama dalam menetapkan target agar khidmah kita di NU bisa lebih terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Mas Herman.

Rapat koordinasi yang berakhir menjelang tengah malam ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk segera menindaklanjuti poin-poin keputusan rapat ke tingkat teknis. Seluruh pengurus yang hadir menyatakan kesiapannya untuk bekerja ekstra demi tercapainya target-target yang telah ditetapkan.

Dengan adanya koordinasi yang solid ini, MWCNU Pragaan optimistis dapat menjalankan roda organisasi dengan lebih profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.