Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

ZIARAH AKBAR SEBELUM UJIAN, LDNU SUKSES ADAKAN HOLY TOUR KE-10

Kamis, 11 Juni 2015 11:45 WIB
414x Warta Internasional

Kairo, NUPragaan
Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (LDNU) kembali mengadakan Holy Tour - Ziarah Makam Auliya’. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh LDNU. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Masisir yang ingin berziarah ke makam auliya. Holy Tour ke-10 ini diikuti oleh seluruh elemen Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir maupun Warga Negara ASEAN. Lebih dari 200 orang lebih tercatat mengikuti kegiatan ini.

Menggunakan 5 armada bus, penyelenggara memilih start dari Suq Sayarot, Hay Asyir, Madinet Nasr. Perjalanan dimulai pukul 08.30 waktu Kairo dari Madinet Nasr.

Dalam Holy Tour ke-10 kali ini LDNU memilih 3 destinasi di sekitaran Kairo. Destinasi pertama berada di Jabal Muqottom tepatnya di makam Ibnu Atho’illah as-Sakandary. Di makam pengarang kitab al-Hikam tersebut, para peserta membaca tahlil bersama yang dipimpin oleh Ali Irham, aktivis Jam'iyyah al-Qurra' wal Huffadz (JQH) Mesir. Ada beberapa makam lain di Muqottom yang juga diziarahi, seperti makam Ibnu Daqiq al-'Id, Syekh Kamal bin Humam, dan Syeikh Abu Jamroh.

Dari Muqottom, rombongan menuju makam Imam Syafi’i dan makam ulama-ulama lain di sekitarnya. Di masjid tempat makam Imam Syafi’i, terdapat makam Syeikh Zakaria al-Anshory yang mendapat gelar Syaikhul Islam. Para peserta melanjutkan ziarah makam auliya secara maraton dari makam Imam Laits bib Sa’d sampai makam sahabat Uqbah bin Amir. Tercatat lebih dari 8 makam ulama pada detinasi kedua ini.

Selanjutnya rombongan menuju kota Fustat, pusat pemerintahan (provinsi) pasca Fathu Misr pada zaman Khalifah Umar ibn Khattab. Di kota ini, rombongan singgah di Masjid Amru bin ‘Ash untuk salat zuhur. Masjid Amru bin ‘Ash merupakan masjid tertua di benua Afrika.

Rute ketiga dari destinasi kali ini adalah kompleks pemakaman ahlul-bait. Diawali dari Masjid Ibnu Thulun, rombongan berjalan menziarahi makam beberapa makam ahlul-bait dan ulama. Diantaranya, makam Sayyidah Sukainah, Sayyidah Ruqayyah, Ibnu Sirin, Sayyidah Atikah, dan Sayyidah Nafisah.

“Sayyidah Nafisah, dalam beberapa sumber disebutkan; doa beliau selalu dikabulkan oleh Allah. Banyak tetangga beliau yang 'sowan' agar didoakan kesembuhan dsb. Jadi momen ini tepat untuk kita ziarah dan tawasul, apalagi kita yang sebentar lagi akan menghadapi ujian termin dua Universitas al-Azhar”, ungkap Miftah, salah satu pemandu Holy Tour ke-10.

Alfan Humaidi, selaku ketua penyelenggara juga mengungkapkan bahwa LDNU ingin memfasilitasi Masisir yang ingin berziarah dan berdoa di makam auliya, terlebih sebentar lagi akan menghadapi ujian termin akhir Universitas al-Azhar.

Kegiatan ini ditutup di alun-alun masjid Sayyidah Nafisah. Rombongan kembali ke Suq Sayarot sebelum matahari terbenam.

:: NUMesir

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan