Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Spirit NU Adalah Keihklasan

Senin, 27 Juli 2015 02:27 WIB
382x Warta Warta-utama Daerah

LensaMadura.Com, Sumenep - Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama resmi dibuka pada pukul 11.30 yang di tandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Sumenep Kiai Abuya Busyro Karim yang di temani oleh wakil Syuriah, KH. Taufiq FM dan Ketua Tanfidziyah K. A. Panji Taufik.

Konferensi yang di jadwalkan berlangsung selama dua hari, dari tanggal 26-27 Juli 2015, di hadiri oleh semua pengurus Cabang NU Ulama, MWC NU, Ranting NU baik Syuriah maupun Tanfidziyah serta warga Nahdliyin se kabupaten Sumenep.

Konferensi yang bertempat di Pondok Pesantren Al – Ihsan Pragaan ini akan memilih ketua Tanfidziyah untuk lima tahun kedepan.

Dalam sambutannya Ketua Tanfidziyah K. Panji Taufik menyampaikan dirinya selama memimpin NU selama lima tahun mengaku sudah berbuat secara maksimal dalam membenahi dan memberdayakan semua elemen di tubuh NU.

Beliau juga tidak menampik selama ini masih kekurangan namun berkat dukungan semua kiai, ulama serta warga Nahdliyin dirinnya mampu memberikan yang terbaik untuk NU di kabupaten Sumenep.

“kita sudah maksimal dalam menjalankan organisasi, memberdayakan ummah, dan kami sudah memberikan yang terbaik pada NU dan Ummah” Tegasnya.

Sementara itu Bupati Sumenep KH. Abuya Busyro Karim mengingatkan tentang spirit perjuangan NU di masa lalu dan tantangan – tantangan NU di masa yang akan datang.

“Spirit yang paling mendasar dari tubuh NU adalah ke ikhlasan Kiai, ke ikhlasan ulama yang terus mengabdi untuk NU, selanjutnya adalah spirit Rahmatan Lil Alamin” Jelas Busyro Karim.

Busyro Karim juga menjelaskan, bahwa NU harus memiliki semangat toleransi dan moderat dan ini sudah tidak bisa di jelaskan lagi, karena semua orang tahu.

Diluar itu, Moh. Ilyas, Ketua Panitia Konferensi mengaku sempat khawatir terhadap tingkat kedatangan peserta Konferensi, di karenakan sekarang sudah masuk waktu anak untuk masuk Pondok Pesantren.

“Mengingat mayoritas warga dan pengurus baik MWC dan Ranting NU mempunyai kultur pesantren yang kuat maka banyak orang tua yang sedang mengantar anaknya ke pesantren, tapi alhamdulillah ke khawatiran saya keliru, warga Nahdliyin sangat antusias untuk menghadiri konferensi bahkan melebihi target yang sudah di tetapkan oleh panitia” Ujarnya. (Lim/SS)

:: LensaMadura

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan