Mekkah-Pada hari ini, Jumat, 29 Mei 2026, yang bertepatan dengan 12 Dzulhijjah 1447 H, posisi jamaah haji Indonesia sedang berada dalam fase Hari Tasyrik kedua.
Hasil kontak dengan Ramli (Ranting NU Pragaan Daya I), ia menyampaikan bahwa, berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 2026 resmi dari kementerian terkait, jamaah akan melaksanakan ibadah sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang berlaku. berikut adalah aktivitas dan agenda utama para jamaah haji saat ini:
Agenda Jamaah Haji Hari Ini (29 Mei 2026)
- Melanjutkan Lontar Jumrah: Jamaah haji berada di Mina untuk melaksanakan prosesi melontar tiga jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah).
- Nafar Awal: Bagi jamaah haji yang mengambil pilihan Nafar Awal (meninggalkan Mina lebih cepat), hari ini adalah batas akhir bagi mereka untuk meninggalkan Mina sebelum matahari terbenam. Mereka kemudian bergerak kembali menuju hotel di Makkah.
- Persiapan Nafar Tsani: Bagi jamaah yang mengambil Nafar Tsani, mereka masih akan menetap di Mina hingga esok hari (13 Dzulhijjah) untuk menyelesaikan seluruh rangkaian melontar jumrah.
Fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sudah berlangsung sejak awal minggu ini, dan fase kepulangan akan segera dimulai:
- 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah): Wukuf di Arafah.
- 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah): Hari Raya Idul Adha / Nahr (Melontar Jumrah Aqabah & Tahallul).
- 28–30 Mei 2026 (11–13 Dzulhijjah): Hari Tasyrik (Melontar Jumrah Ula, Wustha, Aqabah).
- 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah): Awal pemulangan jamaah haji Gelombang I dari Makkah ke Tanah Air melalui bandara Jeddah.
Saat ini fokus utama petugas di lapangan adalah memastikan kesehatan jamaah tetap terjaga selama di Mina serta mengatur pergerakan transportasi untuk pendorong jamaah yang melakukan Nafar Awal kembali ke Makkah.
Selain kegiatan tersebut, Ramli juga menegaskan bahwa segala bentuk kegiatan ibadah yang dilaksanakan di Makkah juga dikondisikan oleh cuaca yang sangata Ekstrem. sehingga terdapat beberapa waktu larangan melontar jumrah di siang hari
Suhu udara di kawasan Mina hari ini dilaporkan mencapai 41°C. Demi keselamatan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengeluarkan larangan keras bagi jamaah Indonesia untuk keluar melontar jumrah pada siang hari (pukul 11.00 hingga 16.00 waktu setempat). Jamaah diminta memanfaatkan waktu utama (afdhal) lainnya pada sore atau malam hari saat cuaca jauh lebih sejuk.
Hari ini adalah puncak pergerakan Nafar Awal. Sebagian besar jamaah Indonesia yang memilih opsi ini dijadwalkan harus sudah meninggalkan tenda-tenda di Mina menuju hotel mereka di Makkah sebelum matahari terbenam. Bus-bus shalawat dan angkutan khusus telah disiagakan di jalur-jalur evakuasi Mina untuk menghindari penumpukan massa.
Wakil Menteri Agama sekaligus anggota Amirul Hajj, Romo Muhammad Syafii, yang meninjau langsung tenda misi haji di Mina menyatakan bahwa pelayanan haji tahun 1447 H / 2026 M ini mengalami peningkatan kualitas yang sangat signifikan (lompatan besar).
- Ketepatan Jadwal & Istitaah: Ketepatan penerbangan dinilai jauh lebih baik, didukung oleh pengetatan syarat kesehatan sejak di tanah air. Tercatat ada 345 calon jamaah yang sempat dipulangkan/dibatalkan berangkat di bandara embarkasi demi keselamatan jiwa mereka karena kondisi fisik yang drop saat pemeriksaan akhir.
- Akomodasi: Keluhan mengenai hotel jauh (seperti di Sektor 10 Al-Hidayah) berhasil diredam karena fasilitas kamar yang sangat baik serta manajemen bus penjemputan yang dinilai jemaah layaknya layanan VIP.
Hingga memasuki fase akhir di Mina ini, dilaporkan jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci tercatat sebanyak 24 orang. Mayoritas disebabkan oleh faktor kelelahan akut, serangan jantung, dan penyakit bawaan (komorbid) yang dipicu oleh cuaca panas ekstrem selama fase Armuzna. Petugas kesehatan terus menyisir tenda-tenda untuk memantau jamaah lansia dan risiko tinggi (risti).
Bagi jamaah yang telah kembali ke Makkah hari ini dan menyelesaikan Thawaf Ifadhah serta Sai, bersiap untuk fase pemulangan. Asrama Haji Embarkasi di tanah air (salah satunya Debarkasi Makassar) sudah merilis jadwal resmi penjemputan. Pemulangan jamaah Gelombang I akan dimulai serentak pada 1 Juni 2026 melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah. (Zan)
