BERITA

NU Pragaan โ€” Pimpinan Komisariat (PK) IPPNU Al-Muqri menggelar kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebagai momentum evaluasi sekaligus penegasan bahwa organisasi bukan sekadar tempat mencari nama, melainkan ruang belajar amanah, tanggung jawab, dan keberanian berkembang.

Kegiatan yang diikuti jajaran pengurus dan anggota tersebut berlangsung khidmat dengan suasana penuh refleksi terhadap perjalanan kepengurusan selama satu periode masa khidmat.

Dalam sambutannya, Pembina PK IPPNU Al-Muqri, Wasilah, menekankan bahwa menjadi pengurus berarti siap memikul tanggung jawab yang lebih besar, bukan hanya hadir membawa status organisasi semata.

โ€œOrganisasi bukan tempat numpang nama. Di sinilah mental, tanggung jawab, dan kualitas diri seseorang diuji,โ€ tegasnya.

Ia juga mendorong kader pelajar agar tidak takut berkembang dan berani menunjukkan kemampuan diri di tengah tantangan zaman yang semakin kompetitif. Menurutnya, masa pelajar merupakan fase penting untuk membentuk karakter kepemimpinan, keberanian berpikir, dan kedewasaan sikap.

โ€œKalau pelajar hanya diam dan takut mencoba, maka ia akan tertinggal. Organisasi harus menjadi tempat melatih keberanian, bukan justru tempat merasa nyaman tanpa proses,โ€ lanjutnya.

LPJ tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan kepengurusan, tetapi juga ruang evaluasi terhadap loyalitas, kedisiplinan, dan keseriusan kader dalam menjalankan roda organisasi.

Sebagai penutup kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah pengurus yang dinilai aktif dan berdedikasi selama masa khidmat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata terhadap organisasi.

Melalui kegiatan ini, PK IPPNU Al-Muqri berharap mampu melahirkan kader pelajar yang tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga memiliki mental tangguh, bertanggung jawab, dan siap menjadi generasi yang terus bertumbuh serta memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. (MQ)

Editor : Khalilurrahman

PRAGAAN โ€“ Jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penting pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat kekeluargaan ini dipusatkan di kediaman Wakil Ketua MWCNU Pragaan, Mas Herman.

Rapat ini menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus untuk melakukan evaluasi sekaligus merumuskan langkah taktis terkait program kerja yang akan dieksekusi dalam waktu dekat.

Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membedah program kerja dari berbagai lembaga dan badan otonom di bawah naungan MWCNU Pragaan. Fokus diskusi diarahkan pada penentuan target-target konkret agar setiap kegiatan memiliki dampak nyata bagi warga Nahdliyin di wilayah Pragaan.

Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:

Akselerasi Program Jangka Pendek: Penjadwalan ulang agenda-agenda yang menjadi prioritas dalam beberapa bulan ke depan.Pemetaan Target Organisasi: Menetapkan indikator keberhasilan yang jelas untuk setiap kegiatan sosial, keagamaan, maupun penguatan ekonomi.Sinergi Antar-Lini: Memastikan koordinasi antara pengurus harian dengan ranting-ranting NU tetap berjalan harmonis.

Selain poin tersebut, MWCNU Pragaan juga mempersiapkan diri dalam rangkayan yang telah dirancang oleh Lembaga MWCNU Pragaan yang akan dilaksanakan di bulan dzul hijjah ini. Rancangan program lembaga tersebut meliputi kegiatan rutinitas bulanan Lailatul Ijtima' yang menjadi program LDNU Pragaan. Selain program Rutinitas, Lembaga Seni Budaya Muslim (LESBUMI) akan menggelar lomba Nasyid Islami dan Lomba Melukis untuk anak Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah dengan sekop kabupaten. Lain dari itu, MWC juga akan melaksanakan penyelarasan dan penyusunan kisi-kisi Penguatan Keorganisasian Ranting yang juga akan dilaksanakan di bulan Haji ini

Selaku sekretaris, Gus Harir menekankan bahwa pertemuan di malam hari tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga ritme organisasi agar tetap berada di jalur yang benar.

"Alhamdulillah, meski dilaksanakan malam hari, semangat para pengurus tetap luar biasa. Kita butuh kesepahaman yang sama dalam menetapkan target agar khidmah kita di NU bisa lebih terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Mas Herman.

Rapat koordinasi yang berakhir menjelang tengah malam ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk segera menindaklanjuti poin-poin keputusan rapat ke tingkat teknis. Seluruh pengurus yang hadir menyatakan kesiapannya untuk bekerja ekstra demi tercapainya target-target yang telah ditetapkan.

Dengan adanya koordinasi yang solid ini, MWCNU Pragaan optimistis dapat menjalankan roda organisasi dengan lebih profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.

PRAGAAN, Tim Media NU Pragaan menggelar rapat rutin pada Kamis di Aula MWCNU yang diagendakan oleh Lembaga Ta'lif wan Nashr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pragaan. Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat sinergi antaranggota media dalam menyebarkan informasi, dakwah, dan kegiatan ke-NU-an secara lebih terarah dan profesional.

Selain membahas program publikasi dan penguatan media informasi, rapat juga menjadi ajang mempererat kebersamaan serta komitmen bersama dalam menjaga marwah organisasi melalui media yang edukatif, informatif, dan bermanfaat bagi masyarakat

Bersama Tim Media Nahdlatul Ulama Pragaan, Pengurus LTN MWCNU Pragaan mengemas acara tersebut dengan mengusung tema NOPI BARENG, Ngopi bukan sekadar soal kopi, tapi tentang berbagi gagasan, merajut kebersamaan, dan menguatkan langkah perjuangan.Momentum ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus penguatan peran media NU dalam menjawab tantangan zaman.

PRAGAAN โ€“ Lembaga Taโ€™lif wan Nashr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan kembali menggelar rapat rutin koordinasi pada Kamis, 07 Mei 2026. Bertempat di Aula MWCNU Pragaan, pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Tim Media NU Pragaan untuk menyelaraskan langkah dalam syiar dakwah digital.

Bukan Sekadar Kopi, Tapi Inspirasi

Ada yang menarik dalam agenda rutin kali ini. Pengurus LTNNU Pragaan mengemas pertemuan dengan konsep santai namun filosofis bertajuk "NGOPI BARENG".

Bagi mereka, Nopi (Ngopi) bukan sekadar aktivitas meminum kopi, melainkan sebuah akronim dan simbol pergerakan:

  • Berbagi Gagasan: Menjadi ruang dialektika ide untuk kemajuan media organisasi.
  • Merajut Kebersamaan: Mempererat tali silaturahmi antar-personel media.
  • Menguatkan Perjuangan: Konsolidasi peran media dalam menjaga marwah NU di tengah tantangan zaman.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memastikan penyebaran informasi terkait kegiatan ke-NU-an di wilayah Pragaan dilakukan secara lebih terarah, edukatif, dan profesional.

Beberapa poin utama yang menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut meliputi:

  1. Penguatan Media Informasi: Optimalisasi kanal media sosial dan situs resmi sebagai pusat rujukan informasi warga Nahdliyin.
  2. Sinergi Konten: Menyelaraskan narasi dakwah agar tetap sejuk namun tetap responsif terhadap isu-isu terkini.
  3. Komitmen Marwah Organisasi: Memastikan setiap konten yang diproduksi bermanfaat dan menjaga citra positif organisasi di mata publik.

"Momentum ini adalah ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi untuk menjawab tantangan zaman. Melalui media yang informatif, kita berupaya menjaga marwah organisasi agar tetap memberi manfaat bagi masyarakat luas," ungkap salah satu pengurus LTNNU di sela-sela acara.

Di era disrupsi informasi, LTNNU Pragaan menyadari bahwa peran tim media adalah ujung tombak organisasi dalam membentengi umat dari informasi hoaks. Dengan semangat kebersamaan yang dipupuk melalui "NGOPI BARENG", diharapkan Tim Media NU Pragaan semakin solid dalam mengawal langkah perjuangan para ulama melalui literasi digital yang mumpuni.


Editor: Ach.Fauzan

Lazisnu

PRAGAAN โ€“ Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Pragaan bergerak cepat meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Sebanyak 178 rumah warga di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung, menerima penyaluran bantuan dana sebesar Rp25.458.000.

Dana bantuan yang disalurkan tersebut merupakan hasil aksi solidaritas penggalangan dana (open donasi) yang digalang bersama oleh Badan Otonom (Banom) di lingkungan MWCNU Pragaan, BMT NU Pragaan, serta internal LAZISNU Pragaan sendiri.

Rincian Perolehan Donasi

Aksi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan donasi dengan rincian sebagai berikut:

Lembaga / Badan OtonomJumlah Donasi
LAZISNU PragaanRp10.810.000
IPNURp3.539.000
PergunuRp3.050.500
MuslimatRp2.417.000
BMT NURp2.000.000
FatayatRp1.410.000
PMIIRp1.231.500
AnsorRp1.000.000
Total KeseluruhanRp25.458.000

Pesan Mendalam dari Ketua MWCNU Pragaan

Acara penyerahan bantuan berlangsung khidmat yang dihadiri oleh pengurus MWCNU, perwakilan Banom, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum, menyampaikan pesan menyentuh mengenai esensi kepedulian dan kebersamaan di tengah ujian.

"Kita tidak perlu selalu menjadi spektakuler, tak perlu selalu tampak sempurna. Hidup bukan soal siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang bisa menikmati perjalanan dan mengambil hikmah darinya," tutur K. Hambali Makhtum hangat.

Pihak LAZISNU Pragaan berharap bantuan yang dikumpulkan dari gotong royong warga NU ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi para korban yang rumahnya rusak.

Semoga kepedulian yang mengalir ini menjadi berkah bagi para donatur, serta menjadi pemantik semangat bagi warga Desa Karduluk untuk kembali bangkit pascabencana.

Editor : Shofi