Fauzi Haer

PRAGAAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pragaan kembali menggelar kegiatan rutin Kompolan Bulen Poernama di kediaman Sahabat Abdullah, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Selasa (2/6/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri Pembina Ansor-Banser Pragaan, KH. Hayatul Islam, serta jajaran pengurus PAC Ansor dan Banser Pragaan.

Ketua PAC Ansor Pragaan, Sahabat Khalili Hasbullah, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan pertemuan rutin perdana setelah jeda panjang akibat libur Hari Raya Idulfitri dan Iduladha.

“Alhamdulillah, malam ini kami kembali dapat melaksanakan kegiatan rutin Kompolan Bulen Poernama di Desa Prenduan. Semoga kegiatan ini terus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat khidmat para kader Ansor dan Banser,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Satuan Koordinasi Rayon (Kasatkoryon) Banser Pragaan, Sahabat Zubaidi, berharap kegiatan rutin tersebut dapat terus dilaksanakan secara istiqamah.

“Semoga kegiatan ini senantiasa membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, serta menambah kedekatan kita kepada Allah SWT melalui pembacaan Shalawat Burdah dan berbagai amaliah keagamaan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, KH. Hayatul Islam dalam tausiyah singkatnya menekankan pentingnya menjaga ketakwaan dengan menjauhi segala hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

“Alhamdulillah, kegiatan ini kembali terlaksana setelah libur panjang. Semoga menjadi wasilah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta membimbing kita agar senantiasa menjauhi segala sesuatu yang telah diharamkan-Nya,” pungkasnya.

Kegiatan Kompolan Bulen Poernama merupakan agenda rutin PAC Ansor-Banser Pragaan yang diisi dengan pembacaan Shalawat Burdah, doa bersama, tausiyah keagamaan, serta konsolidasi organisasi guna memperkuat ukhuwah dan semangat pengabdian kader di tengah masyarakat. (Zy)

iklan

PRAGAAN – Lembaga Seni Budaya Muslimi Indonesia (Lesbumi) MWCNU Pragaan menghadirkan inovasi menarik dalam merespons isu kesehatan mental yang tengah marak belakangan ini. Bukan sekadar mengajarkan teknik dasar seni rupa, Lesbumi NU Pragaan resmi membuka program kelas atau les lukis yang dirancang khusus sebagai media terapi kesehatan mental (art therapy).

Kegiatan positif ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat sore, bertempat di Kantor MWCNU Pragaan. Program ini terbuka bagi siapa saja yang ingin melepas penat sekaligus mengeksplorasi potensi diri lewat goresan warna di atas kanvas.

Melukis sebagai Katarsis Jiwa

Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, tekanan akademis, maupun beban pekerjaan, kesehatan mental kerap kali terabaikan. Memahami fenomena tersebut, Lesbumi NU Pragaan mengemas kelas melukis ini dengan pendekatan yang berbeda. Fokus utamanya bukan mencetak pelukis profesional dalam semalam, melainkan memberikan ruang aman bagi peserta untuk menuangkan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Pelatih program ini, Sahabat Musyfiq, menjelaskan bahwa seni rupa memiliki kekuatan magis sebagai media katarsis atau penyucian jiwa.

“Saat seseorang mulai mengayunkan kuas dan memilih warna, di situlah proses dialog dengan diri sendiri terjadi. Kami ingin mengubah stigma bahwa les lukis itu kaku. Di sini, melukis adalah sarana rekonsiliasi hati, meredakan kecemasan, dan memulihkan energi positif setelah sepekan beraktivitas,” ujar Sahabat Musyfiq.

Memanfaatkan Ruang Publik NU untuk Kemaslahatan

Pemilihan Kantor MWCNU Pragaan sebagai lokasi pelaksanaan juga bukan tanpa alasan. Lesbumi NU Pragaan ingin menjadikan ruang organisasi sebagai pusat peradaban yang inklusif, ramah, dan solutif terhadap kebutuhan warganya, termasuk dalam aspek kesehatan mental.

Suasana Jumat sore yang tenang di sekitar kantor MWCNU diubah menjadi ruang kreatif yang hangat. Para peserta diajak mematikan sejenak gawai mereka, fokus pada kanvas masing-masing, dan menikmati proses penciptaan karya tanpa perlu takut dihakimi hasilnya.

Respons masyarakat dan kader muda NU terhadap program ini pun sangat positif. Banyak yang menilai kegiatan ini sebagai alternatif ngabuburit atau pengisian waktu luang akhir pekan yang jauh lebih produktif dan menenangkan.

Bagi Anda yang ingin merasakan langsung kedamaian di balik palet warna, kelas lukis bersama Sahabat Musyfiq ini siap menyambut Anda setiap Jumat sore di Kantor MWCNU Pragaan. Karena sejatinya, merawat pikiran dan hati juga merupakan bagian dari merawat titipan Ilahi. (ZIY)

Editor : Fauziyah

NU Online Pragaan resmi diluncurkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, pada Sabtu (16/5/2026). Peresmian dilakukan secara simbolis melalui pelepasan balon di halaman Kantor MWCNU Pragaan.

Kehadiran NU Online Pragaan menjadi catatan tersendiri dalam pengembangan media digital Nahdlatul Ulama. Media ini tercatat sebagai NU Online pertama di Jawa Timur untuk tingkat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), sekaligus menjadi NU Online tingkat MWC kedua di Indonesia.

Direktur NU Online Pragaan, Ach Khalilurrahman, menyampaikan bahwa kehadiran media tersebut diharapkan mampu menjadi ruang dakwah dan penyebaran informasi yang membawa nilai-nilai positif di tengah perkembangan dunia digital.

“NU Online Pragaan siap meramaikan dunia maya dengan pemberitaan yang positif ala Ahlussunah wal Jamaah,” ujarnya.

Menurutnya, media digital memiliki peran penting dalam membangun narasi keislaman yang moderat, ramah, dan menyejukkan. Karena itu, NU Online Pragaan diharapkan dapat menjadi wadah informasi sekaligus media edukasi masyarakat berbasis nilai-nilai ke-NU-an.

Peresmian tersebut juga menjadi penanda keseriusan warga Nahdlatul Ulama di Pragaan dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya di bidang jurnalistik digital.

Dengan hadirnya NU Online Pragaan, diharapkan dakwah dan informasi keislaman ala Ahlussunah wal Jamaah semakin luas menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda di ruang digital. (Zan)

Editor : Ach Fauzi