Khalilurrahman

Pragaan-Pimpinan Cabang Muslimat NU Sumenep menggelar kegiatan Turba (Turun ke Bawah) sekaligus silaturahim ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Pragaan, Jumat (22/5/2026), bertempat di Kantor MWCNU Pragaan.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat organisasi, baik secara jamaah maupun jamโ€™iyah, mulai dari tingkat PAC, ranting, hingga anak ranting.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris PC Muslimat NU Sumenep, Siti Asiyah, bersama sejumlah pengurus koordinator bidang PC Muslimat NU Sumenep.

Ketua PAC Muslimat NU Pragaan, Siti Aminah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran jajaran pengurus PC Muslimat NU Sumenep ke Pragaan.

โ€œKami mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran pengurus PC ke PAC Pragaan. Semoga ini menjadi motivasi bagi Muslimat NU Pragaan untuk semakin baik,โ€ tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal dalam pengelolaan organisasi yang belum sepenuhnya sesuai dengan aturan yang berlaku, khususnya terkait penambahan struktur bidang di tubuh PAC Muslimat NU Pragaan yang tidak tercantum dalam PD/PRT organisasi.

โ€œTambahan bidang itu kami lakukan demi kebutuhan gerakan organisasi di tingkat PAC,โ€ ujarnya sambil tersenyum hangat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan program kerja PAC Muslimat NU Pragaan yang dipandu Sekretaris PAC Muslimat NU Pragaan, Muthmainnah Imron. Laporan tersebut disertai penayangan video dokumentasi berbagai kegiatan organisasi.

Sementara itu, Sekretaris PC Muslimat NU Sumenep, Nyai Siti Asiyah, memberikan apresiasi atas berbagai program dan dinamika organisasi yang berjalan di PAC Muslimat NU Pragaan.

โ€œSaya sangat bangga dan kagum dengan PAC Muslimat NU Pragaan yang gerakannya sangat luar biasa. Strukturnya lengkap, bahkan lebih dari yang ada di PD/PRT. Namun itu tidak masalah demi keberlangsungan organisasi selama bukan aturan yang mengikat,โ€ ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa PAC Muslimat NU Pragaan termasuk salah satu PAC yang aktif dan solid di Kabupaten Sumenep.

โ€œSemua program kerjanya luar biasa dan berjalan. Anggotanya aktif hingga tingkat anak ranting, bahkan menjadi PAC dengan jumlah pengurus terbanyak se-Kabupaten Sumenep,โ€ katanya disambut tepuk tangan para peserta.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Ketua PC Muslimat NU Sumenep, Alfiatun.

Pragaan - Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan zaman, kader muda Nahdlatul Ulama terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas pesantren. Hal itu tampak dari kelulusan sejumlah santri Pagar Nusa Pondok Pesantren Al Asyโ€™ariyah Misbahul Munir Sentol Daya, Sumenep, sebagai delegasi PAC Pragaan dalam kegiatan Ijazah Kubro yang digelar pada Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremonial kelulusan, melainkan bagian dari proses pembinaan mental, spiritual, serta penguatan loyalitas kader dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Di tengah berbagai tantangan terhadap tradisi keagamaan dan budaya pesantren, para santri hadir sebagai generasi penerus yang berupaya menjaga sanad perjuangan ulama sekaligus merawat ajaran para masyayikh.

Dengan penuh khidmat, para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhirnya dinyatakan lulus Ijazah Kubro. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa tradisi pesantren tetap hidup dan terus melahirkan kader-kader yang siap menjaga agama, budaya, serta marwah organisasi.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Asyโ€™ariyah/Misbahul Munir, K. Abd. Haq, mengaku bangga atas capaian para santri yang berhasil menyelesaikan proses tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan bahwa semangat belajar, kedisiplinan, dan loyalitas santri terhadap perjuangan ulama masih terus terawat.

โ€œIni bukan hanya tentang kelulusan, tetapi tentang amanah untuk terus menjaga tradisi, akhlak, dan perjuangan yang diwariskan para masyayikh,โ€ tuturnya.

Delegasi PAC Pragaan berharap para santri yang telah dinyatakan lulus dapat menjadi pribadi yang istiqamah, berakhlak, dan siap mengabdi di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil โ€˜alamin.

Kelulusan Ijazah Kubro ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang kuat secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai, tradisi, dan perjuangan ke-NU-an di tengah dinamika zaman. (MQ)

Pragaan - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, melakukan kunjungan singkat ke Kantor MWCNU Pragaan, Sabtu (16/5/2026), di sela agenda pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep.

Kedatangan Gus Yahya disambut hangat oleh jajaran pengurus harian MWCNU Pragaan serta warga Nahdliyin yang telah menunggu sejak siang hari di halaman kantor MWCNU.

Dalam sambutannya, Rais Syuriyah MWCNU Pragaan, Abd. Warits Anwar, menyampaikan aspirasi warga Nahdlatul Ulama Pragaan kepada Gus Yahya agar kembali memimpin PBNU pada periode mendatang.

โ€œKami membawa aspirasi dari warga NU Kecamatan Pragaan untuk disampaikan kepada Gus Yahya: lanjutkan!โ€ ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan moral warga Nahdliyin Pragaan terhadap kepemimpinan Gus Yahya di tubuh PBNU yang dinilai membawa semangat pembaruan dan penguatan organisasi.

Pada kesempatan yang sama, Kiai Fathorrahman selaku Mustasyar MWCNU Pragaan turut memimpin doa untuk kesehatan dan keberkahan Gus Yahya dalam menjalankan amanah organisasi.

Kunjungan singkat tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Meski hanya sebentar, momentum itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga NU Pragaan karena dapat menyambut langsung Ketua Umum PBNU di kantor MWCNU Pragaan.

Pragaan โ€” Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan menggelar kegiatan istighatsah dalam rangka mengawal instruksi menyambut pelantikan Pengurus PCNU Sumenep. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bertahap di sejumlah titik wilayah Pragaan mulai tanggal 13 hingga 15 Mei 2026.

Kegiatan bertajuk โ€œKawal Instruksi Istighatsah Menuju Pelantikan Pengurus PCNU Sumenepโ€ itu menjadi bagian dari ikhtiar spiritual warga Nahdliyin untuk memohon kelancaran, keberkahan, dan kekuatan dalam proses kepengurusan NU ke depan.

Pelaksanaan istighatsah dibagi di beberapa lokasi. Pada 13 Mei 2026 kegiatan dilaksanakan di Kantor MWCNU serta PRNU Prenduan. Kemudian pada 14 Mei 2026 dilanjutkan di Kantor MWCNU bersama Banom dan lembaga NU. Sementara pada 15 Mei 2026 kegiatan dipusatkan di Kantor MWCNU, PRNU Pragaan Laok, dan PRNU Pakamban Laok.

Kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kekompakan warga Nahdlatul Ulama di wilayah Pragaan dalam menyambut momentum pelantikan pengurus PCNU Sumenep. Selain menjadi agenda keagamaan, istighatsah juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antar pengurus, banom, serta masyarakat Nahdliyin.

MWCNU Pragaan berharap rangkaian istighatsah tersebut mampu membawa keberkahan bagi organisasi dan seluruh masyarakat, sekaligus memperkuat khidmat NU dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan persatuan umat. (MQ)

Lazisnu

PRAGAAN โ€“ Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kecamatan Pragaan bergerak cepat meringankan beban masyarakat terdampak bencana. Sebanyak 178 rumah warga di Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung, menerima penyaluran bantuan dana sebesar Rp25.458.000.

Dana bantuan yang disalurkan tersebut merupakan hasil aksi solidaritas penggalangan dana (open donasi) yang digalang bersama oleh Badan Otonom (Banom) di lingkungan MWCNU Pragaan, BMT NU Pragaan, serta internal LAZISNU Pragaan sendiri.

Rincian Perolehan Donasi

Aksi kemanusiaan ini berhasil mengumpulkan donasi dengan rincian sebagai berikut:

Lembaga / Badan OtonomJumlah Donasi
LAZISNU PragaanRp10.810.000
IPNURp3.539.000
PergunuRp3.050.500
MuslimatRp2.417.000
BMT NURp2.000.000
FatayatRp1.410.000
PMIIRp1.231.500
AnsorRp1.000.000
Total KeseluruhanRp25.458.000

Pesan Mendalam dari Ketua MWCNU Pragaan

Acara penyerahan bantuan berlangsung khidmat yang dihadiri oleh pengurus MWCNU, perwakilan Banom, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum, menyampaikan pesan menyentuh mengenai esensi kepedulian dan kebersamaan di tengah ujian.

"Kita tidak perlu selalu menjadi spektakuler, tak perlu selalu tampak sempurna. Hidup bukan soal siapa yang paling cepat sampai, tapi siapa yang bisa menikmati perjalanan dan mengambil hikmah darinya," tutur K. Hambali Makhtum hangat.

Pihak LAZISNU Pragaan berharap bantuan yang dikumpulkan dari gotong royong warga NU ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi para korban yang rumahnya rusak.

Semoga kepedulian yang mengalir ini menjadi berkah bagi para donatur, serta menjadi pemantik semangat bagi warga Desa Karduluk untuk kembali bangkit pascabencana.

Editor : Shofi