PRAGAAN

SUMENEP, PRAGAAN — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Pragaan secara resmi menggelar perhelatan tertinggi tingkat kecamatan, yakni Konferensi PAC IPNU IPPNU Pragaan, pada Jumat (07/08/2026). Bertempat di Aula K. Ahmad Basyir, Kompleks Pondok Pesantren Arrahmah, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, perhelatan permusyawaratan tertinggi pelajar NU ini berlangsung dengan sangat khidmat, tertib, dan penuh semangat keorganisasian.

Sejak pagi hari, suasana di sekitar area Aula K. Ahmad Basyir telah dipadati oleh puluhan kader muda Nahdlatul Ulama dari berbagai Pimpinan Ranting (PR) dan Pimpinan Komisariat (PK) se-Kecamatan Pragaan. Forum ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, melainkan juga wadah perumusan garis-garis besar program kerja strategis serta momentum regenerasi estafet kepemimpinan baru untuk masa khidmat berikutnya.

Dihadiri Tokoh Agama, Pengasuh Pesantren, hingga Unsur FORKOPIMKA
Langkah pembukaan Konferensi PAC IPNU IPPNU Pragaan ini ditandai dengan hadirnya sejumlah tokoh kunci di tingkat kecamatan dan tokoh ulama setempat. Kehadiran para pimpinan lembaga dan jajaran pemerintahan ini menegaskan betapa strategisnya posisi IPNU dan IPPNU sebagai garda terdepan pembinaan generasi muda Islam di wilayah Pragaan.

Hadir secara langsung di barisan tamu undangan utama antara lain Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, K. Hambali Makhtum, MM, beserta jajaran pengurus harian MWCNU Pragaan. Selain itu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMKA) Pragaan—terdiri dari unsur Camat, Kepolisian Sektor (Polsek), serta Komando Rayon Militer (Koramil)—turut hadir memberikan dukungan penuh terhadap perjalanan organisasi kepemudaan ini. Tampak pula hadir Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Arrahmah Jaddung yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara, memberikan restu serta arahan spiritual bagi seluruh peserta konferensi.

Kehadiran lintas sektor ini membuktikan bahwa sinergi antara ulama, umara (pemerintah), dan pemuda di Kecamatan Pragaan terjalin dengan sangat harmonis. Langkah kolaboratif tersebut dipandang penting guna membentengi para pelajar dari arus modernisasi yang tidak menyaring nilai-nilai agama serta kebangsaan.

Apresiasi Tinggi untuk Kepengurusan Masa Khidmat 2024–2026
Dalam panggung Pidato Sambutan dan Pengarahan, Ketua MWCNU Pragaan, K. HAMBALI MAKHTUM, MM, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus PAC IPNU IPPNU Pragaan periode 2024–2026 atas dedikasi tanpa henti selama dua tahun masa bakti. Menurutnya, rekam jejak kerja yang telah ditunjukkan oleh kepengurusan ini terbukti membawa dampak sosial dan keagamaan yang konkret di tengah-tengah masyarakat pelajar.

“IPNU IPPNU Pragaan masa khidmat 2024–2026 telah memberikan cerminan positif dengan baik,” tegas K. Hambali Makhtum di hadapan ratusan pasang mata peserta konferensi yang menyimak dengan penuh perhatian.

Beliau menambahkan bahwa keberhasilan kepengurusan periode 2024–2026 dalam menjaga konsistensi kaderisasi, menyatukan potensi pelajar pesantren maupun sekolah formal, serta aktif membumikan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah adalah bukti nyata dari kematangan berorganisasi para kader muda NU di Pragaan.

Pesan Kepemimpinan: Wajib Miliki Tiga Karakter Utama
Di tengah gelombang dinamika zaman yang terus berkembang pesat, tantangan organisasi kepemudaan di masa mendatang diakui akan jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, K. Hambali Makhtum menaruh harapan besar kepada seluruh kader, khususnya para calon pemimpin dan ketua terpilih yang nantinya akan memegang estafet kepemimpinan baru PAC IPNU IPPNU Pragaan.

Dalam amanat resminya, beliau memberikan pesan mendalam mengenai fondasi penting yang harus dimiliki oleh seorang jajaran pimpinan organisasi. Beliau menegaskan bahwa seorang pemimpin yang sukses wajib memiliki tiga karakter dasar:

Bisa Memimpin Diri Sendiri: Sebelum seorang kader mampu mengarahkan orang lain, ia harus terlebih dahulu menundukkan hawa nafsu, menjaga kedisiplinan pribadi, memiliki integritas moral, serta konsisten dalam menjalankan kewajiban agama dan organisasi.

Bisa Memimpin Tim dan Anggota: Pemimpin tidak dapat berjalan sendirian. Kemampuan merangkul, mendengarkan, memotivasi, dan mengayomi seluruh jajaran pengurus serta anggota tanpa membeda-bedakan latar belakang adalah kunci terciptanya soliditas tim yang kuat.

Bisa Memimpin Organisasi dengan Baik: Seorang ketua harus menguasai tata kelola administratif, manajemen strategis, tata kerja kelembagaan, serta mampu membaca peta kebutuhan pelajar zaman sekarang agar roda organisasi berjalan sistematis dan terarah.

“Tiga karakter tersebut menjamin kesuksesan dalam mengendalikan organisasi. Jika seorang pemimpin mampu memadukan ketiganya, maka organisasi tidak akan kehilangan arah dan akan selalu relevan menjawab kebutuhan zaman,” papar Ketua MWCNU Pragaan tersebut.

Stimulus Inovasi: Berani Mencoba Tanpa Mengenal Lelah
Tidak hanya berhenti pada penyampaian kriteria kepemimpinan ideal, K. Hambali Makhtum juga memberikan dorongan stimulus mental yang membakar semangat para kader muda agar tidak terjebak dalam rasa takut akan kegagalan saat menyusun gagasan-gagasan besar.

Menurut beliau, salah satu musuh terbesar dalam pergerakan organisasi adalah sikap ragu-ragu dan terlalu banyak menimbang rencana tanpa pernah mengeksekusinya di lapangan. Organisasi yang sehat adalah organisasi yang terus bergerak dinamis dan berani mengambil langkah-langkah inovatif.

“Namun dari semua karakter yang telah disebutkan, para pengurus dan kader harus memiliki stimulus agar organisasi tetap bisa berkembang, yakni dengan cara mencoba tanpa mengenal lelah. Karena lebih baik gagal disaat mencoba daripada gagal disaat baru berencana,” pungkas K. Hambali Makhtum mengakhiri orasi kebangsaan dan keIslamannya.

Pesan penutup tersebut disambut tepuk tangan riuh dari seluruh jajaran pengurus, delegasi ranting, serta tamu undangan yang hadir di Aula K. Ahmad Basyir. Kalimat filosofis tersebut dinilai menjadi suntikan moral berharga bagi generasi muda NU Pragaan agar tidak alergi terhadap eksperimen program kerja yang kreatif dan solutif di masa depan.

Menatap Masa Depan Pelajar NU Pragaan
Pelaksanaan Konferensi PAC IPNU IPPNU Pragaan di Pondok Pesantren Arrahmah Jaddung ini dilanjutkan dengan rangkaian sidang-sidang pleno, mulai dari Sidang Pleno Tata Tertib, Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Sidang Komisi (Komisi Program Kerja, Komisi Rekomendasi, dan Komisi Keorganisasian), hingga puncaknya yakni Sidang Pleno Pemilihan Ketua Baru PAC IPNU dan PAC IPPNU Pragaan.

Melalui perhelatan ini, diharapkan estafet kepemimpinan baru yang terpilih kelak mampu membawa angin segar, menjaga nilai-nilai ke-NU-an, memperluas jejaring kaderisasi hingga ke pelosok desa, serta menjadikan IPNU dan IPPNU sebagai wadah inkubasi potensi pelajar yang inklusif, modern, dan berkarakter mulia di Kecamatan Pragaan.

Pragaan, NU Online Pragaan – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Pragaan bersama Pengurus Ranting (PR) Muslimat NU se-Kecamatan Pragaan menggelar Pertemuan Triwulan yang dirangkai dengan kegiatan Sosialisasi Kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Pragaan, Ahad (12/7/2026). Kegiatan berlangsung di kediaman Ibu Nur Hasanah Hasi, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep.

Pertemuan yang rutin dilaksanakan sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi tersebut kali ini menghadirkan narasumber dr. H. Susilo, tenaga kesehatan dari Puskesmas Pragaan. Dalam pemaparannya, ia mengangkat tema “Manis Secukupnya, Sehat Sepenuhnya”, dengan fokus pada pencegahan penyakit tidak menular (PTM), khususnya diabetes melitus dan hipertensi.

Dr. H. Susilo menjelaskan bahwa diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit yang banyak dijumpai di tengah masyarakat dan erat kaitannya dengan pola hidup yang kurang sehat. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari perubahan gaya hidup, seperti mengurangi konsumsi gula berlebih, menerapkan pola makan bergizi seimbang, rutin beraktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Pengobatan medis memang penting, namun perubahan pola hidup menjadi kunci utama dalam mencegah maupun mengendalikan penyakit tidak menular,” jelasnya di hadapan peserta.

Acara yang dimoderatori oleh Ny. Juwairiyah Mawardi tersebut berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait kesehatan yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas organisasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga Muslimat NU akan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Dengan adanya kolaborasi antara Muslimat NU Pragaan dan Puskesmas Pragaan, diharapkan edukasi kesehatan dapat terus menjangkau masyarakat secara luas sehingga angka penyakit tidak menular dapat ditekan melalui penerapan pola hidup sehat. (MQ)

Pragaan – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Pakamban Laok kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim dalam rangka menyambut bulan Muharam 1448 H. Kegiatan yang menjadi agenda sosial tahunan Ranting NU tersebut dilaksanakan pada Rabu malam (24/6/2026) di kediaman H. Fauzi, Dusun Galis, Desa Pakamban Laok.

Melalui program yang digagas dan dikoordinasikan oleh Ranting NU bersama seluruh badan otonom (Banom) NU di tingkat desa, sebanyak 10 anak yatim menerima santunan sebesar Rp4.580.000 per orang.

Ketua dan pengurus Ranting NU Pakamban Laok bersama GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, Remaja Masjid Al-Munawir, serta tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan tersebut.

Keberhasilan program santunan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang mempercayakan sebagian rezekinya melalui Ranting NU Pakamban Laok. Di antaranya berasal dari LAZISNU, Majelis Shalawat Hubbur Rasul, Pemerintah Desa Pakamban Laok, Baznas Sumenep, LAZIS Pondok Pesantren Al-Amien, Tabungan Den-Mas, serta masyarakat umum.

Sekretaris GP Ansor Pakamban Laok, Sahabat Wahedi Shofa, menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan bagian dari ikhtiar Ranting NU dalam menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat semangat berbagi di tengah masyarakat.

“Bulan Muharam adalah bulan yang mulia. Melalui kegiatan yang digelar Ranting NU ini, kami berharap dapat menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus mengajak masyarakat untuk terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Selain penyaluran santunan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pengajian umum yang disampaikan oleh KH Imam Sutaji, Ketua PC Lembaga Dakwah NU Kabupaten Sumenep periode 2021–2026.

Kegiatan santunan Muharam ini menjadi bukti nyata peran Ranting NU Pakamban Laok sebagai penggerak kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya menyalurkan bantuan materi, NU juga berupaya menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan bagi anak-anak yatim serta masyarakat luas.

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan terus melakukan penguatan organisasi hingga tingkat ranting. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan dan pengesahan kepengurusan Ranting NU Kaduara Timur 2 yang dilaksanakan di Musholla Al Hidayah, Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Pragaan dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. Dari jajaran Syuriyah hadir Rais MWCNU Pragaan KH. A. Warits Anwar, didampingi Wakil Rais KH. Abdul Kadir dan K. Zubairi Karim, serta Katib K. Hasbullah Marzuq.Sementara dari jajaran Tanfidziyah hadir Ketua MWCNU Pragaan K. Hambali Mahtum, Wakil Ketua Ust. Moh. Shaleh, Bendahara Moh. Alimuddin, serta Sekretaris MWCNU Pragaan Harir Hidayat.

Dalam musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, K.H. Moh. Shaleh dipercaya mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah Ranting NU Kaduara Timur 2, sedangkan Ust. Zainal Arifin terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Ranting NU Kaduara Timur 2.

Rais Syuriyah MWCNU Pragaan, KH. A. Warits Anwar, dalam arahannya menegaskan bahwa ranting merupakan ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan ranting harus mampu menjadi pusat pembinaan keagamaan, penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta pelayanan sosial kemasyarakatan.

Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Mahtum, berharap kepengurusan yang baru terbentuk dapat membangun soliditas organisasi dan menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan warga Nahdliyin. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari kelengkapan struktur, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

Pembentukan Ranting NU Kaduara Timur 2 menjadi bagian dari ikhtiar MWCNU Pragaan dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta memperluas jangkauan pelayanan keumatan hingga tingkat desa dan dusun. Dengan kepengurusan yang baru, diharapkan NU semakin hadir dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, keagamaan, dan kebangsaan.Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh pengurus yang mendapat amanah diberikan kesehatan, kekuatan, keikhlasan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas organisasi. (MQ)

iklan

Pragaan – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pragaan Daya 1, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar kegiatan Majelis Jum’at Pon pada Kamis (4/6/2026) di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Kegiatan rutin tersebut diikuti pengurus dan warga Nahdliyin dengan rangkaian acara berupa pembacaan tahlil, shalawat Barzanji, sambutan organisasi, mauidah hasanah, serta ditutup dengan doa bersama.

Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum, dalam sambutannya mengajak warga Nahdlatul Ulama untuk memperkuat semangat berkhidmat kepada organisasi di abad kedua NU.

Menurutnya, memasuki satu abad lebih usia Nahdlatul Ulama, seluruh kader dan warga NU harus memiliki semangat baru dalam mengembangkan organisasi dan melayani umat.

“Kita berada di abad kedua NU, di abad baru, semangat baru. Kalau bisa kita harus kerasukan NU,” ujarnya yang disambut antusias para jamaah.

Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah MWCNU Pragaan, KH Jamali Salim, dalam mauidah hasanahnya menekankan pentingnya membangun karakter pribadi yang baik melalui lingkungan yang baik pula.

Menurutnya, salah satu cara paling mudah untuk menjadi pribadi saleh adalah dengan selalu mendekat kepada orang-orang saleh dan meneladani perilaku mereka secara istiqamah.

“Orang baik pasti melakukan kebaikan. Cara yang mudah dan mungkin bisa kita lakukan untuk menjadi orang baik adalah selalu dekat dengan orang-orang baik (saleh) dan meniru secara istiqamah semua kebaikan tersebut,” tuturnya.

Majelis Jum’at Pon merupakan salah satu kegiatan rutin PRNU Pragaan Daya 1 yang bertujuan memperkuat ukhuwah Nahdliyah, menjaga tradisi amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjadi sarana penguatan ideologi dan semangat berorganisasi di kalangan warga NU.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan hingga ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemaslahatan umat, dan keberkahan Nahdlatul Ulama.