HSN 2026

Pragaan Daya, NU Online Pragaan

Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Pragaan mengawali rangkaian Kajian Kesantrian dengan menyambangi LPI Al-Karimiyah Pragaan Daya, Sumenep, Kamis (3/9/2026).

Kajian Kesantrian ini diikuti seluruh santri LPI Al-Karimiyah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menyambut peringatan HSN 2026 yang dilaksanakan secara bergantian dari satu lembaga pendidikan ke lembaga pendidikan lainnya di Kecamatan Pragaan.

K. Zubairi Karim selaku pemateri dalam kajiannya mengulas perjalanan lahirnya Nahdlatul Ulama serta dedikasi dan perjuangan para muassis NU. Ia juga menekankan keterkaitan perjuangan ulama dan santri dengan perjalanan bangsa Indonesia.

“Nahdlatul Ulama berdiri jauh sebelum Indonesia ini merdeka. Dan dalam perjalanannya NU selalu berdiri tegak mempertahankan utuhnya NKRI,” jelasnya.

Menurut alumni Pondok Pesantren Annuqayah tersebut, ulama dan santri memiliki peran penting dalam perjuangan bangsa, baik sebelum maupun setelah Indonesia merdeka.

“Ulama selalu tampil membela negara, baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan. Tanpa adanya peran santri, mustahil Indonesia bisa seperti saat ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh LPI Al-Karimiyah, KH. Abd. Lathif dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kajian Kesantrian. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan ideologi ke-NU-an kepada para santri.

“Kajian Kesantrian ini semoga menjadi sebab bagi anak didik kami untuk kelak dapat melanjutkan perjuangan para ulama pada umumnya, dan aktif di Nahdlatul Ulama pada khususnya,” harap beliau.

Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PAC Pergunu) Pragaan mematangkan sejumlah agenda menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam kegiatan koordinasi dan silaturahmi pengurus yang digelar di kediaman M. Faidli, Wakil Bendahara PAC Pergunu Pragaan, Rabu (12/8/2026).

Pertemuan yang diikuti jajaran pengurus PAC Pergunu Pragaan tersebut diawali dengan pembacaan Ratib Syaikhona Kholil. Selanjutnya, pengurus membahas dua agenda yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menjelang HSN, yakni Sosialisasi Kajian Kesantrian dan Diklat Keguruan.

Ketua PAC Pergunu Pragaan, Abd. Rahman, mengatakan Sosialisasi Kajian Kesantrian akan menyasar siswa dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Pragaan. Kegiatan tersebut nantinya dilaksanakan secara bergiliran dari satu lembaga pendidikan ke lembaga pendidikan lainnya.

“Menjelang Hari Santri Nasional kita memiliki dua agenda. Yang pertama Sosialisasi Kajian Kesantrian ke berbagai lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Pragaan. Mari kita sukseskan bersama. Ini bentuk kita memuliakan santri dan menjaga tradisi NU,” ujarnya.

Menurut Abd. Rahman, konsep tersebut diharapkan dapat mendekatkan pesan-pesan kesantrian secara langsung kepada para pelajar di berbagai lembaga pendidikan. Adapun jadwal dan lokasi pelaksanaan masih dalam tahap persiapan.

Selain Sosialisasi Kajian Kesantrian, PAC Pergunu Pragaan juga mulai membentuk kepanitiaan Diklat Keguruan dengan tema “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Digitalisasi Pembelajaran”. Kepanitiaan kegiatan tersebut secara resmi mulai disiapkan dalam rapat koordinasi tersebut.

Abd. Rahman menjelaskan, diklat tersebut merupakan ikhtiar Pergunu untuk meningkatkan kesiapan guru NU dalam menghadapi perkembangan zaman, terutama dalam bidang pembelajaran dan pemanfaatan teknologi.

“Yang kedua yang tak kalah penting adalah Diklat Keguruan dengan tema Implementasi KBC dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai upaya agar Guru NU siap menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut nantinya dapat memperkuat kompetensi guru, baik dari sisi keilmuan maupun kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan.

“Lewat diklat ini nantinya diharapkan dapat mencetak guru yang hebat secara ilmu dan melek teknologi. Mohon dukungan dan kerja samanya pengurus semuanya. Tanpa solidaritas kita, program ini tidak akan jalan,” pungkasnya.