Hari Santri Nasional HSN 2026

Pragaan, NU Online Pragaan

Lomba Cerdas Cermat dinilai memiliki peran penting dalam mendorong semangat belajar dan budaya membaca di kalangan pelajar. Karena itu, pendamping lomba cerdas cermat Erfan Maulidi Wibowo dari SMK Al-Fudhola, Pamekasan, mengusulkan agar kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap momentum Hari Santri Nasional (HSN) dan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU).

Usulan tersebut disampaikan dalam Lomba Cerdas Cermat se-Madura yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Menurutnya, Lomba Cerdas Cermat bukan sekadar ajang kompetisi untuk memperebutkan juara, melainkan juga sarana untuk memotivasi siswa agar membaca, menghafal, memahami, dan menguasai materi pembelajaran.

Ia menilai, tanpa adanya perlombaan, belum tentu siswa memiliki dorongan yang kuat untuk membaca dan belajar secara serius. Adanya kompetisi dapat menjadi pemicu bagi mereka untuk mempersiapkan diri dengan mempelajari materi yang akan dilombakan.

Dalam satu regu yang terdiri atas tiga siswa, setidaknya ada tiga anak yang terdorong untuk belajar dan memahami materi. Dampak inilah yang dinilai penting dari penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat.

Selain mengusulkan agar kegiatan digelar setiap momentum HSN dan Harlah NU, ia juga berharap jumlah regu peserta tidak dibatasi hanya dua regu atau jumlah tertentu. Setiap lembaga pendidikan sebaiknya diberi kebebasan mengirimkan regu sebanyak mungkin sesuai kemampuan dan kesiapan masing-masing.

Dengan demikian, kesempatan untuk belajar dan berkompetisi dapat menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai lembaga pendidikan di Madura.

Pelaksanaan secara rutin setiap HSN dan Harlah NU juga diharapkan menjadi tradisi positif yang menghubungkan peringatan organisasi dan perjuangan santri dengan penguatan budaya keilmuan di kalangan generasi muda.

Lomba Cerdas Cermat diharapkan tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga mendorong semakin banyak pelajar untuk gemar membaca, memperluas wawasan, serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak mulia.

Pragaan Daya, NU Online Pragaan


Panitia Hari Santri Nasional (HSN) 2026 MWCNU Pragaan kembali menggelar Kajian Kesantrian di lembaga pendidikan. Kali ini, kegiatan tersebut berlangsung di LPI Nurul Jadid, Blumbang, Pragaan Daya, Sumenep, Senin (7/9/2026).

Kajian Kesantrian ini merupakan kegiatan kedua dalam rangkaian program HSN 2026 MWCNU Pragaan yang dikoordinatori oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pragaan.

Dalam kajiannya, K. Hambali Makhtum yang juga Ketua MWCNU Pragaan menjelaskan makna santri dalam pengertian yang hakiki. Menurutnya, menjadi santri tidak hanya berkaitan dengan status sebagai orang yang belajar di pesantren atau lembaga pendidikan, tetapi juga berkaitan dengan sikap pengabdian kepada orang yang telah mengajarkan ilmu dan nilai-nilai kebaikan.

“Hakikat santri adalah mengabdi kepada siapa saja yang telah mengajarkan ilmu dan nilai kebaikan, baik dalam bentuk apa saja,” jelasnya.

Selain membahas nilai kesantrian, K. Hambali juga mengulas secara singkat sejarah Nahdlatul Ulama dan perjuangan para muassis NU sebagai upaya memperkuat pemahaman ideologi ke-NU-an di kalangan santri.

Tidak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi santri saat ini telah mengalami perubahan. Perjuangan tidak lagi berlangsung dalam bentuk perang fisik dengan senjata, tetapi menghadapi tantangan ideologi, teknologi, dan kehidupan sosial yang berkembang semakin kompleks.

“Santri-santri hari ini harus lebih peka membaca perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai santri. Akhlaqul karimah juga harus tetap menjadi landasan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” ucap Dosen Ma’had Aly Al-Ihsan Jaddung ini dengan tegas.

Sementara itu, Dewan Pengurus LPI Nurul Jadid, Ustadz Jamai Rahman, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Kajian Kesantrian di lembaganya. Ia juga berterima kasih karena kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pengurus MWCNU Pragaan.

“Kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat pemahaman ke-NU-an para santri. Kami berharap jajaran MWCNU Pragaan dapat semakin sering turun ke lembaga-lembaga pendidikan yang berada di lingkungan ranting guna membantu memperkuat pemahaman ideologi ke-NU-an para santri,” harapnya.