Fatayat NU Pragaan

Jaddung, NU Online Pragaan

Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Pragaan menggelar Road Show Parenting Education di Aula RA Ar-Rahmah Jaddung, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua tentang pentingnya pola asuh yang tepat bagi anak pada masa keemasan tumbuh kembang (golden age).

Mengusung tema “Optimalisasi Golden Age: Peran Asah, Asih, Asuh dalam Periode Emas Tumbuh Kembang Anak”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 160 peserta yang terdiri atas wali murid serta pengurus PAC Fatayat NU Pragaan dan LKP3A.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Psikolog asal Sumenep yang juga merupakan pengurus Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep, Neng Hielma Hasanah, hadir sebagai narasumber.

Ketua PAC Fatayat NU Pragaan, Nyai Fifi Shofiyati Afifiyah, menyampaikan bahwa pendidikan pengasuhan anak sangat penting bagi para ibu, terutama yang memiliki anak berusia 0–6 tahun. Menurutnya, kelompok usia tersebut merupakan sasaran yang tepat untuk mendapatkan edukasi mengenai pola asuh karena berada dalam periode emas pertumbuhan dan perkembangan.

“Acara parenting education ini sangat penting untuk dilaksanakan dan diikuti oleh ibu-ibu yang anaknya masih berusia 0–6 tahun. Jadi, sangat tepat jika target peserta kegiatan ini adalah wali murid RA, karena anak-anak mereka masih berada pada usia golden age,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kepala RA, pengasuh, dan seluruh dewan guru RA Ar-Rahmah yang telah menerima kehadiran PAC Fatayat NU Pragaan dengan terbuka sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Sementara itu, Kepala RA Ar-Rahmah Jaddung, Kiai Rofi’e Basyir, mengapresiasi PAC Fatayat NU Pragaan yang telah memilih lembaganya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai pendidikan pengasuhan anak merupakan hal penting yang perlu mendapat perhatian para orang tua.

“Kami berharap para wali murid benar-benar serius menyimak dan mengikuti materi parenting dengan baik sehingga dapat menjadi bekal dalam mengasuh anak-anak mereka di rumah,” tuturnya.

Masa Golden Age Membutuhkan Pengasuhan Penuh Kasih Sayang

Dalam pemaparannya, Neng Hielma Hasanah menjelaskan bahwa anak berusia 0–6 tahun berada dalam fase penting yang membutuhkan perhatian dan kehati-hatian dalam pengasuhan. Pada masa ini, anak cenderung mudah meniru perilaku, menangkap berbagai hal yang terjadi di sekitarnya, serta merespons emosi dan suasana lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa bentakan dan perlakuan keras dapat meninggalkan dampak terhadap perkembangan emosional anak. Karena itu, orang tua perlu membangun pola asuh yang mengedepankan kasih sayang, kebaikan, dan rasa aman.

“Anak di usia 0–6 tahun adalah masa keemasan yang perlu kehati-hatian dalam mendidik. Pada masa itu, anak mudah meniru, mudah menangkap, dan mudah terpengaruh oleh emosi dari apa yang terjadi di sekitarnya,” jelasnya.

Untuk menggambarkan pentingnya menjaga perasaan anak, Neng Hielma mengibaratkan perkembangan otak anak seperti pohon yang memiliki daun. Menurutnya, bentakan dapat diibaratkan sebagai tindakan yang merusak daun tersebut. Karena itu, orang tua perlu terus menumbuhkan pengalaman positif melalui pengasuhan yang penuh kasih sayang.

“Untuk menutupinya, kita harus lebih banyak menumbuhkan daun-daun baru, yaitu dengan pola asuh yang penuh kasih sayang, cinta, dan kebaikan. Dengan begitu, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan merasa aman,” ungkapnya.

Ia berharap materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dapat menjadi acuan bagi para orang tua dalam menjalankan pengasuhan sehari-hari di rumah.

“Semoga apa yang kita pelajari sekarang menjadi acuan dalam pengasuhan yang kita lakukan sehari-hari di rumah,” pungkasnya.

Sentol Daya, NU Online Pragaan

Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep melantik 13 Pimpinan Ranting (PR) dan 15 Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat NU se-Kecamatan Pragaan masa khidmat 2026–2029. Pelantikan tersebut digelar bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman LPI Nurul Ihsan, Pragaan, Sumenep, Kamis (24/9/2026).

Pelantikan dipimpin langsung Ketua PC Fatayat NU Sumenep Ny. Hj. Dina Kamilia dan diikuti ratusan kader Fatayat NU se-Pragaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Rais dan Ketua MWCNU Pragaan, pimpinan badan otonom NU se-Pragaan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pragaan.

Ketua PAC Fatayat NU Pragaan Ny. Fifi Sofiati Afifiyah mengajak para kader menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

“Semoga dengan bermaulid kita semua ditempatkan di tempat terdekat dengan Nabi Muhammad SAW kelak di surga,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para pengurus yang baru dilantik agar tidak memandang amanah kepengurusan sebagai beban.

“Jangan anggap jabatan di Fatayat sebagai beban, ini adalah ladang bagi kita untuk menambah amal kebaikan dan pahala,” tambah perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua PC IPPNU Sumenep ini.

Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Sumenep Ny. Hj. Dina Kamilia menyebut keterlibatan perempuan dalam Fatayat NU sebagai bagian dari pilihan untuk mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Menurutnya, aktivitas di Fatayat NU memberikan ruang bagi perempuan untuk memperluas pengabdian, tidak hanya dalam lingkungan keluarga, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Menjadi Fatayat adalah pilihan luar biasa, dengan aktif di Fatayat seorang perempuan bisa mengabdikan diri tidak hanya untuk keluarga, tapi juga kepada masyarakat,” pungkasnya.