BERITA

NU Pragaan — Pimpinan Anak Ranting (PAR) Fatayat Dusun Bulu, Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, menggelar Rapat Anggota pada Rabu (24/6/2026) di kediaman Sahabat Sadira, Dusun Bulu, Desa Jaddung. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh anggota PAR Fatayat Bulu.

Rapat anggota yang diselenggarakan oleh PAR Fatayat Bulu Jaddung Pragaan tersebut bertujuan untuk memilih ketua baru yang akan memimpin organisasi pada periode mendatang. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya memperkuat peran Fatayat NU dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Sejak awal hingga akhir kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Musyawarah berlangsung tertib, demokratis, dan penuh kekeluargaan. Berbagai pandangan dan aspirasi disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan organisasi ke depan.

Berdasarkan hasil musyawarah dan pemilihan yang telah dilaksanakan, Sahabat Rohami resmi terpilih sebagai Ketua PAR Fatayat Bulu untuk periode selanjutnya. Terpilihnya Rohami diharapkan mampu membawa semangat baru, memperkuat soliditas organisasi, serta meningkatkan partisipasi anggota dalam berbagai program dan kegiatan Fatayat.

Para peserta rapat juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru dapat melahirkan inovasi, mempererat kebersamaan, serta memperluas kontribusi organisasi bagi masyarakat Dusun Bulu dan sekitarnya.

“Semoga nahkoda baru menjadi semangat baru bagi seluruh anggota untuk terus bergerak, berkarya, dan mengabdi kepada masyarakat,” ungkap salah satu peserta rapat.

Dengan terselenggaranya rapat anggota ini, PAR Fatayat Bulu Jaddung kembali meneguhkan komitmennya untuk terus berkembang sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang aktif, produktif, dan bermanfaat bagi umat serta masyarakat. (MQ)

Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Pragaan sukses menggelar Lokakarya Penguatan Organisasi dan RAPIMANCAB II bertema “Aktualisasi Nilai Kepemimpinan Progresif untuk Organisasi Adaptif” pada Jumat (19/6/2026) di PP. Ikhtiar Insan Kamil, Aeng Panas, Pragaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIB tersebut diikuti oleh kader IPNU dan IPPNU dari berbagai ranting dan komisariat se-Kecamatan Pragaan. Selain menjadi forum evaluasi organisasi melalui RAPIMANCAB II, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan kapasitas kader dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin dinamis.

Acara dibuka dengan sambutan dari K. Hambali Makhtum, M.M., Ketua MWCNU Pragaan, yang menekankan pentingnya kaderisasi sebagai investasi masa depan Nahdlatul Ulama. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ach. Abrori, Ketua PAC IPNU Pragaan, yang mengajak seluruh kader untuk terus berproses dan meningkatkan kualitas kepemimpinan.

Dalam sesi lokakarya, panitia menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Harir Hidayat, S.Hum., Sekretaris MWCNU Pragaan, Jalaluddin, S.E., Ketua Majelis Alumni IPNU Pragaan, Moh. Ainul Yakin, S.Pd., Ketua PC IPNU Sumenep, dan Putri Ramadani, Ketua PC IPPNU Sumenep.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Mukhamad Hasbi, M.Pd., Pimpinan Pesantren Integral Insan Kamil sekaligus Wakil Rais MWCNU Pragaan, yang memberikan dukungan terhadap upaya penguatan kaderisasi dan pengembangan organisasi pelajar NU di Kecamatan Pragaan.

Para pemateri menyampaikan berbagai materi terkait kepemimpinan progresif, penguatan kelembagaan, kaderisasi, manajemen organisasi, serta strategi membangun organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai ke-NU-an.

Salah satu peserta, Nailatul Izzah, Ketua PK IPPNU Arrahmah Jaddung, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, lokakarya ini memberikan wawasan baru tentang kepemimpinan dan organisasi yang sangat berguna bagi kader muda.

“Saya merasa bangga menjadi kader IPPNU. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan dari kegiatan ini. Semoga ilmu yang diperoleh dapat saya terapkan dalam organisasi maupun kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, PAC IPNU-IPPNU Pragaan berharap dapat mencetak kader-kader yang memiliki kemampuan kepemimpinan, wawasan organisasi yang kuat, serta mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. (MQ)

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan terus melakukan penguatan organisasi hingga tingkat ranting. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan dan pengesahan kepengurusan Ranting NU Kaduara Timur 2 yang dilaksanakan di Musholla Al Hidayah, Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Pragaan dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah. Dari jajaran Syuriyah hadir Rais MWCNU Pragaan KH. A. Warits Anwar, didampingi Wakil Rais KH. Abdul Kadir dan K. Zubairi Karim, serta Katib K. Hasbullah Marzuq.Sementara dari jajaran Tanfidziyah hadir Ketua MWCNU Pragaan K. Hambali Mahtum, Wakil Ketua Ust. Moh. Shaleh, Bendahara Moh. Alimuddin, serta Sekretaris MWCNU Pragaan Harir Hidayat.

Dalam musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, K.H. Moh. Shaleh dipercaya mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah Ranting NU Kaduara Timur 2, sedangkan Ust. Zainal Arifin terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah Ranting NU Kaduara Timur 2.

Rais Syuriyah MWCNU Pragaan, KH. A. Warits Anwar, dalam arahannya menegaskan bahwa ranting merupakan ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan ranting harus mampu menjadi pusat pembinaan keagamaan, penguatan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta pelayanan sosial kemasyarakatan.

Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Mahtum, berharap kepengurusan yang baru terbentuk dapat membangun soliditas organisasi dan menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan warga Nahdliyin. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari kelengkapan struktur, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

Pembentukan Ranting NU Kaduara Timur 2 menjadi bagian dari ikhtiar MWCNU Pragaan dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta memperluas jangkauan pelayanan keumatan hingga tingkat desa dan dusun. Dengan kepengurusan yang baru, diharapkan NU semakin hadir dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, keagamaan, dan kebangsaan.Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh pengurus yang mendapat amanah diberikan kesehatan, kekuatan, keikhlasan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas organisasi. (MQ)

iklan

Pragaan – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) dan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Sumenep melakukan silaturahim dan koordinasi program ke Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua MWCNU Pragaan beserta sejumlah pengurus harian, Ketua LKKNU MWCNU Pragaan, serta jajaran pengurus Lakpesdam dan LKKNU PCNU Sumenep.

Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar berbagai program yang digagas lembaga-lembaga di lingkungan PCNU Sumenep dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdliyin hingga tingkat akar rumput.

“MWCNU Pragaan berharap seluruh program lembaga PCNU tidak hanya berhenti pada tingkat perencanaan, tetapi mampu menyentuh dan dirasakan langsung oleh Nahdliyin di tingkat ranting dan masyarakat bawah,” ujarnya.

Menurut alumnus Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung tersebut, sinergi antara PCNU dan MWCNU perlu terus diperkuat agar program-program organisasi dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Ketua LKKNU PCNU Sumenep memaparkan salah satu program prioritas yang menjadi bagian dari sembilan program pokok PCNU Sumenep, yakni pembentukan Kampung Ramah Anak.

Program tersebut diharapkan mampu menjadi sarana penguatan ketahanan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Ketua Lakpesdam PCNU Sumenep memperkenalkan rencana peluncuran platform Pantau Publik, sebuah media yang disiapkan untuk menampung laporan, aspirasi, dan berbagai persoalan yang dihadapi MWCNU maupun ranting di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Selain menjadi sarana komunikasi dan koordinasi organisasi, platform tersebut juga diarahkan sebagai instrumen pemberdayaan kader dalam bidang sosial dan ekonomi.

“Pantau Publik diharapkan menjadi ruang bersama bagi warga NU untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi, sekaligus menjadi instrumen penguatan program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kader,” jelasnya.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Berbagai gagasan terkait penguatan organisasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan program kemaslahatan dibahas secara terbuka antara pengurus PCNU dan MWCNU.

Melalui pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi agar program-program Nahdlatul Ulama dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya warga Nahdliyin di wilayah Pragaan.

Pragaan – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Pragaan Daya 1, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kembali menggelar kegiatan Majelis Jum’at Pon pada Kamis (4/6/2026) di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang.

Kegiatan rutin tersebut diikuti pengurus dan warga Nahdliyin dengan rangkaian acara berupa pembacaan tahlil, shalawat Barzanji, sambutan organisasi, mauidah hasanah, serta ditutup dengan doa bersama.

Ketua MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum, dalam sambutannya mengajak warga Nahdlatul Ulama untuk memperkuat semangat berkhidmat kepada organisasi di abad kedua NU.

Menurutnya, memasuki satu abad lebih usia Nahdlatul Ulama, seluruh kader dan warga NU harus memiliki semangat baru dalam mengembangkan organisasi dan melayani umat.

“Kita berada di abad kedua NU, di abad baru, semangat baru. Kalau bisa kita harus kerasukan NU,” ujarnya yang disambut antusias para jamaah.

Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah MWCNU Pragaan, KH Jamali Salim, dalam mauidah hasanahnya menekankan pentingnya membangun karakter pribadi yang baik melalui lingkungan yang baik pula.

Menurutnya, salah satu cara paling mudah untuk menjadi pribadi saleh adalah dengan selalu mendekat kepada orang-orang saleh dan meneladani perilaku mereka secara istiqamah.

“Orang baik pasti melakukan kebaikan. Cara yang mudah dan mungkin bisa kita lakukan untuk menjadi orang baik adalah selalu dekat dengan orang-orang baik (saleh) dan meniru secara istiqamah semua kebaikan tersebut,” tuturnya.

Majelis Jum’at Pon merupakan salah satu kegiatan rutin PRNU Pragaan Daya 1 yang bertujuan memperkuat ukhuwah Nahdliyah, menjaga tradisi amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjadi sarana penguatan ideologi dan semangat berorganisasi di kalangan warga NU.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan hingga ditutup dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kemaslahatan umat, dan keberkahan Nahdlatul Ulama.