Khalilurrahman

Oleh: KH. Abd. Warits Anwar

Suatu ketika Nabi Ayyub AS mandi telanjang. Mandi sendirian penuh khidmat.Ditengah keasyikan mandi, datanglah seekor belalang istimewa, belalang luar biasa, belalang emas. Beliau begitu tertarik dengan belalang yang tak biasa itu.

Segeralah Beliau mengambil baju untuk menangkapnya. Namun sebelum Beliau beraksi, datanglah suatu “teguran” dari Yang Maha Rahim : “Wahai Ayyub, masih belum cukupkah engkau dari apa yang Aku berikan padamu?”

Ayyub AS menjawab. : “Demi kemulyaan-Mu ya Allah. Sudah cukup. Namun ada satu yg aku tak akan merasa cukup.”

“Apa itu?”

Ayyub menjawab, “Barokah-Mu. Barokah yg ada pada belalang emas-Mu.”

Rupanya, yang nampak bagi Nabi Ayyub AS bukan emasnya, tapi barokah yg ada didalam belalang emas. Aw kama qaala.

Catatan : Begitukah ketika kita berhadapan dg makanan? Uang? Atau yang lain-lain?

Diambil dari kitab At-Tajriidus Shorih, bab Al Ghusli


SUMENEP — Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) MWCNU Pragaan membuat terobosan baru dengan menggelar Lomba Melukis dan Nasyid Islami tingkat regional se-Kabupaten Sumenep. Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 H ini ditempatkan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Unggulan Sains Alquran Insan Kamil, Aeng Panas, Pragaan, Sumenep.
​Kegiatan ini lahir dari kolaborasi solid antara Lesbumi MWCNU Pragaan, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), dan Yayasan Ikhtiar Insan Kamil.
​Inovasi Unik dan Pelestarian Budaya
​Ketua Tanfidziah MWCNU Pragaan, K. Hambali Makhtum, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini. Menurut beliau, Lesbumi merupakan salah satu lembaga yang paling aktif (“gacor”) dan penuh inovasi.
​”Biasanya peringatan hari besar Islam hanya terfokus pada Tahun Baru Hijriah, Isra Mikraj, atau Maulid Nabi. Namun, Lesbumi kali ini menghadirkan terobosan baru menyambut Iduladha. Ini bisa disebut sebagai bid’ah hasanah (tradisi baru yang baik) dari Lesbumi,” ujar K. Hambali. Beliau juga berharap Lesbumi dapat menjadi rumah besar bagi para seniman di Sumenep agar tetap berkarya di bawah panji NU serta koridor norma agama.
​Senada dengan hal itu, Ketua Panitia, Ibrohim Musyfiq, menjelaskan bahwa alasan pemilihan momen Iduladha adalah untuk memberikan warna yang berbeda dari biasanya. Ia menekankan bahwa tujuan utama lomba melukis ini adalah untuk menggali kembali kreativitas anak-anak di tingkat sekolah dasar.
​”Seni melukis saat ini sudah hampir terkikis oleh arus modernisasi, karena itu kita perlu wadah seperti ini,” kata Ibrohim.
​Antusiasme Peserta Melampaui Target
​Meskipun panitia sempat merasa khawatir target peserta tidak akan tercapai, pelaksanaan acara justru dibanjiri oleh antusiasme yang luar biasa dari ratusan peserta yang mendaftar. Secara keseluruhan, total peserta melonjak dari perkiraan awal, dengan rincian:
​100 peserta untuk Lomba Melukis (jenjang MI/SD se-Sumenep).
​20-an peserta/grup untuk Lomba Nasyid Islami (jenjang MTs se-Sumenep).
​Melihat tingginya partisipasi warga Nahdliyin, Ketua Yayasan Ikhtiar Insan Kamil, Dr. H. Mohammad Hasbi, M.Pd, menyatakan dukungan penuhnya. Ia menilai sektor seni lukis sudah berjalan sangat optimal dengan hasil yang bagus. Sementara untuk cabang nasyid, ia memberikan catatan positif untuk dieksplorasi lebih jauh di masa mendatang.
​”Kerja sama melalui event seperti ini harus terus dikembangkan di lembaga pendidikan bawah naungan NU. Ini membuktikan bahwa NU, melalui Lesbumi, benar-benar hadir secara nyata di tengah masyarakat,” tutur Dr. Hasbi. (Fz)

Editor : Z

PRAGAAN-Pimpinan Komisariat IPNU dan IPPNU LPI Nurul Ihsan menggelar kegiatan Majelis Pelajar di Aula LPI Nurul Ihsan, Sentol Daya, Pragaan, Sumenep, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk kajian dan diskusi pelajar yang membahas berbagai isu aktual seputar dunia pendidikan dan kondisi sosial masyarakat. Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Makan Gratis atau Pendidikan Gratis: Mana yang Lebih Prioritas?”

Ketua PK IPPNU LPI Nurul Ihsan, Olifia, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pengembangan wawasan sekaligus mempererat silaturahim antarpelajar.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk menambah wawasan, memperoleh silaturahim, dan menumbuhkan kepedulian kita terhadap kondisi pendidikan dan kesejahteraan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, pemantik diskusi, Nuril Faizin, mengaku bangga atas terselenggaranya Majelis Pelajar tersebut. Menurutnya, pelajar harus tetap kritis dan peka terhadap berbagai persoalan sosial di sekitarnya.

“Bagaimanapun, pelajar harus tetap kritis dan peka terhadap kondisi sosial yang terjadi di sekitar,” tuturnya.

Ia juga menilai bahwa kegiatan di tingkat komisariat menjadi langkah positif dalam membangun budaya intelektual di lingkungan pelajar NU sekaligus memperkuat kebanggaan kader terhadap organisasi di tingkat PAC.

“Kegiatan seperti ini secara tidak langsung akan menambah kebanggaan terhadap PAC,” tambahnya.

Diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya menyampaikan pandangan terkait prioritas pendidikan dan kesejahteraan, tetapi juga diajak membangun sikap kritis serta kepedulian sosial sebagai bagian dari karakter pelajar Nahdlatul Ulama. (Zan)

Editor : Fauziyah

Pragaan-Pimpinan Cabang Muslimat NU Sumenep menggelar kegiatan Turba (Turun ke Bawah) sekaligus silaturahim ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Pragaan, Jumat (22/5/2026), bertempat di Kantor MWCNU Pragaan.

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat organisasi, baik secara jamaah maupun jam’iyah, mulai dari tingkat PAC, ranting, hingga anak ranting.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris PC Muslimat NU Sumenep, Siti Asiyah, bersama sejumlah pengurus koordinator bidang PC Muslimat NU Sumenep.

Ketua PAC Muslimat NU Pragaan, Siti Aminah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran jajaran pengurus PC Muslimat NU Sumenep ke Pragaan.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran pengurus PC ke PAC Pragaan. Semoga ini menjadi motivasi bagi Muslimat NU Pragaan untuk semakin baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat hal-hal dalam pengelolaan organisasi yang belum sepenuhnya sesuai dengan aturan yang berlaku, khususnya terkait penambahan struktur bidang di tubuh PAC Muslimat NU Pragaan yang tidak tercantum dalam PD/PRT organisasi.

“Tambahan bidang itu kami lakukan demi kebutuhan gerakan organisasi di tingkat PAC,” ujarnya sambil tersenyum hangat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian laporan program kerja PAC Muslimat NU Pragaan yang dipandu Sekretaris PAC Muslimat NU Pragaan, Muthmainnah Imron. Laporan tersebut disertai penayangan video dokumentasi berbagai kegiatan organisasi.

Sementara itu, Sekretaris PC Muslimat NU Sumenep, Nyai Siti Asiyah, memberikan apresiasi atas berbagai program dan dinamika organisasi yang berjalan di PAC Muslimat NU Pragaan.

“Saya sangat bangga dan kagum dengan PAC Muslimat NU Pragaan yang gerakannya sangat luar biasa. Strukturnya lengkap, bahkan lebih dari yang ada di PD/PRT. Namun itu tidak masalah demi keberlangsungan organisasi selama bukan aturan yang mengikat,” ungkapnya.

Ia juga menilai bahwa PAC Muslimat NU Pragaan termasuk salah satu PAC yang aktif dan solid di Kabupaten Sumenep.

“Semua program kerjanya luar biasa dan berjalan. Anggotanya aktif hingga tingkat anak ranting, bahkan menjadi PAC dengan jumlah pengurus terbanyak se-Kabupaten Sumenep,” katanya disambut tepuk tangan para peserta.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Ketua PC Muslimat NU Sumenep, Alfiatun.

Pragaan – Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan zaman, kader muda Nahdlatul Ulama terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas pesantren. Hal itu tampak dari kelulusan sejumlah santri Pagar Nusa Pondok Pesantren Al Asy’ariyah Misbahul Munir Sentol Daya, Sumenep, sebagai delegasi PAC Pragaan dalam kegiatan Ijazah Kubro yang digelar pada Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang seremonial kelulusan, melainkan bagian dari proses pembinaan mental, spiritual, serta penguatan loyalitas kader dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Di tengah berbagai tantangan terhadap tradisi keagamaan dan budaya pesantren, para santri hadir sebagai generasi penerus yang berupaya menjaga sanad perjuangan ulama sekaligus merawat ajaran para masyayikh.

Dengan penuh khidmat, para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhirnya dinyatakan lulus Ijazah Kubro. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa tradisi pesantren tetap hidup dan terus melahirkan kader-kader yang siap menjaga agama, budaya, serta marwah organisasi.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Asy’ariyah/Misbahul Munir, K. Abd. Haq, mengaku bangga atas capaian para santri yang berhasil menyelesaikan proses tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan bahwa semangat belajar, kedisiplinan, dan loyalitas santri terhadap perjuangan ulama masih terus terawat.

“Ini bukan hanya tentang kelulusan, tetapi tentang amanah untuk terus menjaga tradisi, akhlak, dan perjuangan yang diwariskan para masyayikh,” tuturnya.

Delegasi PAC Pragaan berharap para santri yang telah dinyatakan lulus dapat menjadi pribadi yang istiqamah, berakhlak, dan siap mengabdi di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.

Kelulusan Ijazah Kubro ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pesantren tidak hanya melahirkan generasi yang kuat secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menjaga nilai, tradisi, dan perjuangan ke-NU-an di tengah dinamika zaman. (MQ)