Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Menampilkan
label
cerpen

  • Jumat, 3 Januari 2014 01:00 WIB Sesal Kelabu

    Oleh Diyah Ayu Fitriana*) Nasi telah menjadi bubur, begitu kata pepatah. Dan ini yang aku rasakan sekarang. Aku masih tetap berada di dalam lingkar perih yang mengurungku dengan rasa bersalah. Bertahun-tahun aku dibelenggu rasa yang aku sendiri tak kuat menahannya. Ma, makan dulu yach... Aku menyuguhkan

  • Kamis, 2 Januari 2014 11:12 WIB Titah Sang Ibu

    Oleh Nur Jamila Baisuni Santriwati Latee II PP Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Bersama deru ombak yang bising kutitip mimpi dan harapanku pada Tuhan yang menciptanya. Kuharap janji Tuhan atas doa-doa yang kupanjatkan di setiap detak jantungku. Kuyakin Tuhan tak pernah salah. Tuhan tak pernah bohong. Akulah

  • Rabu, 1 Januari 2014 04:13 WIB Masjid Kesepian

    Oleh: AF. Raziqi Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) di Sumenep   Senja yang buram. Aku duduk terpaku menatap langit kelabu. Awan tebal membuntuti burung-burung yang berkejaran seakan berlomba mencapai sarang. Sebentar lagi hujan, pikirku. Aku duduk di teras masjid. Kuperhatikan lekuk langit yang

Sesal Kelabu Jumat, 3 Januari 2014 01:00 WIB

Oleh Diyah Ayu Fitriana*) Nasi telah menjadi bubur, begitu kata pepatah. Dan ini yang aku rasakan sekarang. Aku masih tetap berada di dalam lingkar perih yang mengurungku dengan rasa bersalah. Bertahun-tahun aku dibelenggu rasa yang aku sendiri tak kuat menahannya. Ma, makan dulu yach... Aku menyuguhkan

Titah Sang Ibu Kamis, 2 Januari 2014 11:12 WIB

Oleh Nur Jamila Baisuni Santriwati Latee II PP Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep Bersama deru ombak yang bising kutitip mimpi dan harapanku pada Tuhan yang menciptanya. Kuharap janji Tuhan atas doa-doa yang kupanjatkan di setiap detak jantungku. Kuyakin Tuhan tak pernah salah. Tuhan tak pernah bohong. Akulah

Masjid Kesepian Rabu, 1 Januari 2014 04:13 WIB

Oleh: AF. Raziqi Pengurus Forum Lingkar Pena (FLP) di Sumenep   Senja yang buram. Aku duduk terpaku menatap langit kelabu. Awan tebal membuntuti burung-burung yang berkejaran seakan berlomba mencapai sarang. Sebentar lagi hujan, pikirku. Aku duduk di teras masjid. Kuperhatikan lekuk langit yang

Suatu Malam di Sudut Mushalla Rabu, 1 Januari 2014 02:08 WIB

Ayu Afandi* Dari balik jemuran ini, kuperhatikan gadis itu. Sosok yang begitu manis dan santun. Wajahnya selalu berseri. Mulutnya yang komat-kamit seolah tak ada keluh terpendam. Keriangan yang terpancar di matanya begitu bertolak belakang dari sisi buruk yang selama ini disematkan padanya. Si Ratu Denda.

Bus Pertiwi Selasa, 24 Desember 2013 09:43 WIB

Oleh Ali Fahmi   Knalpot menderu mengentutkan asap-asap pekat, menyesakkan jantung. Ban bundar berotasi mengikuti kilometer pedal gas. Poros penghubung yang karatan berbunyi menakutkan. Bus yang sudah tua dan usang dihantam cuaca dan masa itu terus meliuk di tikungan-tikungan terjal. Jalan beraspal

Di Balik Jeruji Senin, 23 Desember 2013 20:20 WIB

Oleh Mahmudah Imam   Kupanggil dia Cinta; anugerah terindah yang selalu mengikat perasaanku. Di setiap tatapannya, ada rona cemburu yang tak kutahu untuk siapa. Ada resah dalam kalimat-kalimat bisu yang disuarakan. Ada amarah, juga benci, yang belum kupahami karena apa. Setelah itu, selalu ada

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan