Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

JUMAT BERSIH NU DI BALAI DESA PRAGAAN DAJA KUATKAN KULTUR DESA BERWAJAH NU.

Jumat, 6 April 2018 13:22 WIB
314x Warta Warta-utama Galeri Daerah

Bukan hanya di jalan umum, jalan desa, selokan, pekuburan dan jalan lingkungan, kali ini Jumat bersih MWC NU Pragaan menyasar balai Desa Pragaan Daja. Sebuah desa padat penduduk tapi jarak teritorialnya agak ke terpencil dari pusat keramaian kecamatan. Sekitar 5 kilo jarak yang harus ditenpuh menuju balai desa Pragaan Daja dengan rute jalan yang agak memutar.

Warga desa Pragaan Daja dikenal gotong royong dan swadaya kewargaannya kuat dan masih terpelihara dengan baik. Selain itu kader penggerak NU dan aparatur pemerintah desa di desa ini semangat dan menyatu. Maka tak heran jika Jumat bersih kali ke 5 ini (06/04/2018) dilokasikan di Balai Pragaan Daja. Sambil kerja bakti, perbincangan kultur desapun tak terelakkan.

" Desa merupakan jantung budaya dan negara, darinya dapat terpeliharan kultur dan kearifan lokal masyarakat. Sinergitas hubungan desa dan NU sangat penting untuk pemberdayaan masyarakat", kata K Munjiyah Ketua ranting NU Pragaan Daja ditengah suasana kebersihan di sekitar balai desa.

Menurut beliau, letak Pragaan Daja yang berada di pedalaman ini masih kuat kultur gotong royong, swadaya dan solidaritasnya. " Sumber kekuatan NU dari dulu adalah gotong royong dan kerukunan. Ini tidak boleh hilang. Ini harus tetap kita jaga untuk menguatkan desa dan nilai ke NU an", sambungnya polos.

Sementara itu hadir juga dalam Jumat bersih Drs Sumaryadi salah satu wakil ketua MWC NU Pragaan. Lelaki setengah baya yang ditunjuk Ketua Panitia Harlah NU ke 95 ini juga menyambung perbincangan akan perlunya membangun keseimbangan infrastruktur pembangunan dan nilai budaya.

" Seringkali, pembangunan di desa hanya mengedepankan infrastruktur dan ekonomi saja, mengabaikan nilai budaya dan kearifan lokal. Akibatnya,  pergeseran culture sangat terbuka. Desa dan NU harus bersinergi menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi nasional dan pemeliharaan budaya", kata beliau di sela istirahat rehat kerja.

Pengurus lainnya K Zubaidi salah satu alumni Pendidikan Kader Penggerak NU sekaligus guru ngaji yang waro' ini juga mengatakan bahwa kerja bakti ini harus diniati ibadah dan dorongan agar kebijakanan desa senantiasa berpihak bagi warga duafa'.

" Mari kita meniatinya ibadah kerja bakti ini. lain dari itu kita tetap dorong desa agar kebijakannya pro kaum dhuafa' ", sambungnya penuh antusias.

Pekerjaan Jumat bersih dilakukan dari jam 6 pagi sampai jam 8.30 Wib, banyak kiriman kopi dan makanan ala desa dikirim oleh warga sekitar. Menunjukkan bahwa masyarakat Pragaan Daja semangat gotong royongnya tinggi. (Zbr).

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan