Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Keajaiban - Air

Ahad, 27 Desember 2015 12:00 WIB
515x Iptek

Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama menemukan keajaiban tentang air dari percobaannya selama bertahun-tahun.

Hasil percobaannya tersebut dapat kita baca dalam bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berjudul “Mukjizat Air”.

Air murni dari pegunungan didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan pada suhu -5 derajat celcius di sebuah laboratorium. Hasilnya, ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah.

Percobaan diulangi dengan membaca “Arigato” (terima kasih; bahasa Jepang) di depan air tadi, kemudian kristal dari air tersebut kembali membentuk keindahan yang berbeda. Lalu diucapkan kata “Setan” pada air tersebut, dan hasilnya ternyata kristal air tersebut membentuk suatu bentuk yang mengerikan.

Dan ketika diputarkan musik klasik (Symphoni Mozart), kristal air tersebut berubah menjadi bentuk bunga.

Ketika percobaan air diteruskan dengan bacaan Islam “Bismilah” 


(oleh ulama setempat), spontan Kristal air tersebut kembali mengalami perubahan bentuk, nampak terlihat keindahan yang menakjubkan yaitu berbentuk segi enam dengan lima cabang daun berkilauan.

Peristiwa tersebut bukan sihir, sulap, takhayul, ataupun sebab kecanggihan teknologi. Tetapi nyata. Penelitian ilmiah ini sudah pernah dipresentasikandan di Markas PBB di New York pada bulan Maret 2005 silam.

Subhanallah… Ternyata air itu mampu “mendengar,” “membaca,” “mengerti,” dan “merekam” kata-kata atau pesan, seperti layaknya pita magnetic (Compact Disc).

Air juga ternyata mampu “mentransfer” kata-kata atau pesan tadi melalui molekul air yang lain.

Dengan temuan ini, dapat menjawab sekaligus menjelaskan tentang “Mengapa air putih yang didoakan para kiai bisa menyembuhkan orang sakit?”

Sebelum mengetahui fakta ini, mungkin ada sebagian pembaca pernah beranggapan bahwa orang yang sembuh berkat meminum air putih yang telah didoakan tersebut hanya sugesti saja. Bahkan mungkin ada yang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang konyol atau musyrik. Padahal kenyataannya, air memang mampu menangkap pesan-pesan berupa doa kesembuhan, menyimpannya, 


kemudian setelah diminum getarannya merambat kepada molekul air yang lain yang ada di tubuh si sakit. Itulah cara kerja air yang didoakan.

Dari sini dapat dipahami mengapa Islam menganjurkan umatnya agar membaca doa "basmalah" setiap kali hendak makan-minum, dan doa "hamdalah" setiap kali selesai makan-minum.

Bukan hanya ketika makan-minum saja kita dianjurkan berdoa dengan membaca basmalah. Setiap hal yang mengandung unsur kebaikan, dianjurkan diawali dengan membaca "basmalah". Aktivitas yang baik tanpa diawali "basmalah", pesan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits, tidak akan berbarokah alias tidak membawa dampak positif. Persis seperti air yang tidak didoakan terlebih dahulu.

Telah kita ketahui, tubuh kita 75% terdiri atas air. Darah di tubuh kita mengandung 82% air. Bahkan tulang keras pun mengandung 22% air.

Air putih (air minum) di rumah kita, jika setiap hari didoakan dengan khusyu' kepada Allah SWT, agar peminumnya shaleh, sehat, cerdas dll. niscaya, akan berproses di dalam tubuh, meneruskan pesan doa tersebut kepada molekul air yang berada di bagian otak dan pembuluh darah peminumnya. Dan, dengan izin Allah Swt, pesan doa tadi akan dilaksanakan oleh tubuh tanpa kita sadari.

Bila air minum di suatu tempat didoakan dengan serius untuk kebaikan, kesehatan, keshalehan, Insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan sehat dan baik. 

Rasulullah SAW bersabda “Zam-zam lima syuriba lahu” (air zam-zam akan 


melaksanakan pesan orang yang meminumnya). Orang minum Zam-zam karena ingin kenyang, ia akan kenyang. Minum Zam-zam agar sembuh dari sakit, ia akan sembuh.

Subhanallah! Penemuan ini juga menjelaskan mengapa air Zam-zam begitu berkhasiat, karena dia menyimpan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak masa Nabi Ibrahim a.s.

Bila kita mau merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang air, kita akan tersentak bahwa masih banyak rahasia Al-Qur’an yang

belum kita pahami. Bahwa air ternyata bukan sekedar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat lainnya yang mungkin belum kita ketahui.

Oleh karena itu, kearifan manusia terhadap air harus selalu dipelihara. Air adalah kebutuhan paling primer manusia. Tanpa air, manusia tidak akan ada. Bahkan Allah Swt menegaskan dalam Al-Qur'an bahwa semua makhluk hidup diciptakan-Nya dari air. Air jangan dicemarkan, disia-siakan, apalagi dibuang. 

Perlu diingat pula, Islam adalah agama yang lekat dengan air. Shalat perlu air untuk wudhu', junub perlu air untuk mandi, najis perlu air untuk mensucikan, bahkan ketika seorang umat Muslim meninggal pun membutuhkan air untuk memandikan mayat.

Namun saat ini, masih banyak di antara kita yang kadang memperlakukan air dengan semena-mena, membuang-buang air secara mubadzir, bahkan tak jarang diantara kita mencemarinya, Astaghfirullah…!

Semoga ke depannya kita dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya. Dan semoga setiap melaksanakan aktivitas yang berhubungan dengan air, kita selalu mengawalinya dengan doa, sesuai anjuran Rasulullah SAW, sehingga tubuh kita menjadi sehat, pikiran tenang, jiwa damai, dan hidup menjadi bahagia. Amin. (Hef)

  • Ahad, 27 Desember 2015 12:00 WIB Keajaiban - Air

    Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama menemukan keajaiban tentang air dari percobaannya selama bertahun-tahun. Hasil percobaannya tersebut dapat kita baca dalam bukunya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang berjudul “Mukjizat Air”. Air murni dari pegunungan didoakan

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan