Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Nikmatnya - Penderma

Jumat, 25 Desember 2015 01:02 WIB
634x Kolom

Oleh Hefni Yas Rohiem

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang ia kehendak. Dan Allah Maha Luas(karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

(Qs. Al- Baqarah:261)

***
Lima belas abad yang silam, Nabi Muhammad Saw. wafat, tetapi namanya tetap semerbak dan terukir abadi di hati kaum muslim. Sejarah kehidupannya yang jernih, tak hentinya mengalir memmberikan kesejukan, mengobati dahaga sekaligus cermin bagi manusia sepanjang masa. Yang menjadi pertanyaan mendasar, apa sesungguhnya rahasia besar dibalik pesona keagungan perilaku Rasulullah Saw. Tersebut? Beliau yang berakhlak Al-Qur’an sempurna, akhlaknya


begitu banyak telah memerikan uswah bagi umatnya agar tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, sifat mulia beliau yang mambuat harumnya masih tercium oleh kita hingga kini adalah, kenyataan bahwa Muhammad Saw. Adalah pribadi penderma, beliau adalah pemberi sejati dan gemar bershadaqah.

Seperti yang di ceritakan dalam sebuah hadis, bahwa pernah suatu ketika Nabi hendak memakan kurma lalu datang pada beliau seorang yang mengadu bahwa ia lapar dan belum makan lalu apa yang dilakukan Nabi? Ia memberi kurma itu pada orang tadi padahal beliau sendiri juga dalam keadaan lapar dan tiga hari belum makan. Sungguh luhur budi sang revolusioner Islam itu!

Bagaimana dengan kita?
Sebagian kita enggan mengulurkan tangan untuk bersedekah karena takut harta kita berkurang. Secara logika memang benar, karena jika kita memberikan harta kita pada orang lain tentu harta kita akan berkurang, apalagi harta yang dimiliki hanya pas-pasan. Adalah fitrah manusia memiliki sifat egois, mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan orang lain. Padahal, ada logika yang lebih tepat lagi untuk memahami shadaqah yaitu: jika kita taburkan beberapa biji jagung maka, kita akan memanen berton-ton jagung!


Alam sesungguhnya telah mengajarkan pada kita untuk memberi. Danau mengalirkan airnya ke sungai agar tidak mati. Air yang dialirkan pada ahirnya sampai ke laut, kemudian menguap, menjadi awan, lalu turun sebagai hujan untuk mengisi kembali air danau itu. Sedekah akan membuat kita menjadi semakin kaya. Sedekah dapat membuat orang sakit menjadi sembuh.

Sedekah merupakan amalan yang akan terus mangalir pahalanya walaupun pelakunya sudah meninggal dunia. Secara jelas inilah beberapa keutamaan dan manfa’at yang akan di peroleh oleh orang yang gemar bershadaqah:

Pertama, Mendapatkan pahala yang besar, hal ini sudah jelas dan bukan rahasia umum lagi. Setiap kita menjalankan perintah Allah pastilah akan mendapatkan ganjarannya. Begitu juga dengan sedekah yang merupakan perintah Alah. Orang yang besedekah dengan ihlas dan hanya mengharap ridla Allah semata akan mendapatkan pahala yang besar.

Kedua, Rezeki semakin bertambah. Sedekah akan membuat kita kaya. 


Allah akan menambahkan rezeki kepada orang-orang yang bersedekah. Hal ini sesuai dengan firman Allah “Katakanlah: “Sesungguhnya tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang di kehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya) dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya”” (Q.S. Saba’: 39 )

Ketiga, Menghapuskan dosa, sedekah merupakan salah satu sarana untuk menghapus dosa dan kesalaha-kesalahan yang pernah kita lakukan. Hal ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Allah berfirman: “dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (yaitu)orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.(Q.S Ali Imran:133-134).

Keempat, Menyembuhkan penyakit, Rasulullah Saw. Bersabda:”Obatilah orang-orang yang sakit diantara kalian dengan sedekah” (HR.Baihaqi).

Kelima, Mencegah dari adzab neraka, Rasulullah telah mengajarkan kepada kita bagaimana memasuki Syurga-Nya dan terhindar dari siksa-Nya. Salah satu caranya adalah dengan bersedekah . rasulullah Saw. Bersabda:”tebuslah diri kalian dari neraka, meski hanya dengan separuh biji kurma,”.(HR.Ibnu Khuzaimah).

Keenam, Mendapat naungan di padang mahsyar, dengan bersedekah kita akan mendapat naungan pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya. Rasulullah bersabda:”Barang siapa yang meringankan orang yang berhutang kepadanya atau menghapusnya sama sekali, maka ia berada di bawah naungan ‘Arsy di hari kiamat.”(HR.Ahmad).


Ketujuh, Pahalanya terus mengalir, keutamaan sedekah yang lainnya adalah pahalanya terus mengalir walaupun pelakunya telah meninggal dunia. Hal ini persis seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah seperti tertera dalam hadits riwayat Ibnu majah, “Pahala amalan dan kebaikan yang bakal menghampiri seorang mu’min sepeninggalnya adalah ilmu yang ia amalkan dan sebarakan, anak soleh yang ia tinggalkan, mushaf yang ia tinggalkan, masjid yang ia bangun, rumah untuk orang yang dalam perjalanan yang ia bangun, sungai yang ia alirkan, atau sedekah yang ia keluarakan dari hartanya dikala sehat dan hidupnya, maka ia akan menghampirinya sepeninggalnya.”.

Kedelapan, membuat hati menjadi lapang dan tentram. Ketenangan dan ketentraman hati adalah kekayaan yang tak akan mampu dinilai oleh uang. Uang memang penting, tapi bukan segala-galanya. Ketenangan hati dan ketentraman batin jauh lebih berharga. Dan itu bisa dicapai melalui perantara sedekah.

Bersedekah tidak berarti bahwa kita harus memberikan uang atau harta. Karena bersedekah tidaklah harus dengan uang. Ada beberapa hal yang bisa kita sedekahkan, seperti cinta, ilmu, tenaga, keahlian, harta, waktu, dan perbuatan baik. Bahkan tersenyum pada orang lain dengan maksud baik dan mengembirakan hati orang lain, juga termasuk sedekah.

Menyingkirkan kotoran atau sampah yang mengganggu di jalan, juga termasuk sedekah. Sedekah yang bernilai pahala. Apalagi jika sampah-sampah tersebut disedekahkan lagi kepada orang-orang yang membutuhkan,


seperti program sampah daur ulang NU Peduli, maka pahalanya bisa berlipat ganda. Yakni pahala membersihkan lingkungan, pahala menghilangkan gangguan di jalan, dan pahala menyedekahkan uang hasil penjualan sampah kepada anak yatim, fakir-miskin, dan kaum dhuafa'. 

Namun perlu dicatat, semua usaha tersebut harus dijalani dengan ikhlas dan hanya mengharap ridla Allah Swt. Karena sedekah tanpa keikhlasan, apalagi didasari keinginan untuk pamer, laksana kayu bakar yang dilalap api.

Karena itu, untukmu orang-orang yang bersedekah, ada beberapa hal yang perlu diprhatikan, agar amalmu bermanfa’at dan tidak sia-sia. Mari bersedekah secara ikhlas karena Allah semata, jangan menyakiti perasaan si penerima dengan mengungkit-ungkit pemberian kita. Kemudian bersedekah lah dengan sesuatu yang baik dan halal. Bila perlu, usahakan bersedekah secara sembunyi-sembunyi untuk menjaga hati kita dari perasaan riya' (ingin dipuji).

Kemudian setelah bersedekah, bersyukurlah! Bersyukur karena kita telah diberi kekuatan oleh Allah Swt untuk menyisihkan sebagian harta kita untuk orang lain. Dengan banyak bersyukur, hati kita akan tenang dan tenteram. Pikiran akan tenang. Dan dengan bersyukur, kenikmatan dan anugerah yang diberikan oleh Allah Swt kepada kita akan semakin berlipat ganda.

Maka, menjadi penderma dan gemar bersedekah seperti yang diajarkan oleh Nabi, para shahabat, dan para ulama dengan seabrek manfa’at yang dikandungnya, sangatlah rugi bila dilewatkan. Mari gemar bersedekah sesuai kemampuan masing-masing. Karena dengan bersedekah, kita bisa memperoleh manfa’at dengan memberi manfa’at.”Khairun-nas anfa'uhum lin-nas”. Manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. ()

  • Jumat, 25 Desember 2015 01:02 WIB Nikmatnya - Penderma

    Oleh Hefni Yas Rohiem Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang ia kehendak. Dan Allah Maha

  • Ahad, 20 September 2015 02:51 WIB Segelas - teh

    Oleh A. Mubarok Yasin*)   Akhir tahun 2014 lalu, saya pernah menginap di rumah buyut yang berjarak sekira 40-an km dari rumah saya. Rumah tersebut tidak berpenghuni dan konon pernah mengalami kebakaran hebat. Atap dan dindingnya hangus. Tapi, sebuah dipan dan kerangka bangunan yang terbuat dari

  • Ahad, 13 September 2015 04:41 WIB Mereka Menunggu - Uluran Tangan Kita!

    Namanya Malihah (17 tahun). Anak bungsu dari 3 bersaudara. Warga Sumber Gentong, Larangan Perreng, Pragaan, Sumenep ini menderita penyakit tunanetra (buta) sejak kecil. Dia hidup sebatang kara. Bapaknya meninggal dunia saat dirinya masih berusia 10-an tahun. Ibunya menyusul wafat saat usianya sekitar 15-an

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan