Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Galeri Bedah Rumah

Jumat, 25 Desember 2015 10:20 WIB
527x Galeri

Bedah Rumah Yatim & Dhuafa'

ABSTRAKSI

"Bedah Rumah" merupakan salah satu program bulanan NU PEDULI. Sasarannya adalah rumah-rumah warga yang tidak layak huni. Fasilitas lain seperti kamar mandi, jamban, jading musholla, masjid, dll. yang sudah rusak berat, juga menjadi objek program ini.

Program Bedah Rumah dilaksanakan secara berkala, sesuai kesiapan dana yang dimiliki NU PEDULI. Masyarakat dapat mengajukan calon rumah atau fasilitas yang akan "dibedah," dengan melampirkan foto rumah, profil singkat pemiliknya, alamat lengkap, serta denah lokasi. Setiap pengajuan akan dipertimbangkan dan disurvey terlebih dahulu. Kemudian akan diputuskan melalui rapat internal.

Kegiatan ini dibiayai oleh NU PEDULI dengan melibatkan peran serta masyarakat sekitar. NU PEDULI hanya memberikan dana awal (stimulan) dalam bentuk bahan material (bukan uang). Kemudian masyarakat sekitar diajak berpartisipasi, baik dengan menyumbang uang, bahan material, konsumsi, hingga tenaga kerja (tukang, kuli, dll.). 


PROGRAM BULAN NOVEMBER 2015

Pada bulan November 2015, NU PEDULI "membedah" rumah Bu Nihar, salah seorang warga NU di Dusun Galis, Jaddung, Pragaan, Sumenep. Rumah tersebut ditempati 2 (dua) orang wanita lanjut usia (salah satunya sudah lumpuh) dan 2 orang anak cacat.

Rumah kecil itu hanya berdinding bambu dan berlantai tanah. Tidak ada perabotan apapun di dalamnya, kecuali lemari tua yang sudah keropos. Tempat tidurnya terbuat dari bambu.

Kepala rumah tangganya bernama Bu Nihar. Wanita berusia 60-an tahun ini bekerja berjualan ikan dengan berjalan kaki. Bu Nihar sudah ditinggal wafat suaminya sejak 20-an tahun lalu. Jika ada pesanan, Bu Nihar kadang bekerja membuat sapu lidi.

Penghuni kedua bernama Bu Marhani; kakak kandung Bu Nihar. Usianya sudah 70an tahun. Tubuh Bu Marhani sudah lumpuh, tidak bisa duduk apalagi berdiri. Setiap hari, Bu Nihar lah yang merawat kakak kandungnya itu.

Penghuni ketiga bernama Khatimah (Timah), putri pertama Bu Nihar. Timah bertubuh kurus, wajahnya pucat, badannya lemah, dan matanya buta. Semua kebutuhan hidupnya dilayani oleh Bu Nihar. Makan harus disuapi. Mandi harus dipapah.

Penghuni terakhir bernama Khalifah. Biasa dipanggil Lipah. Lipah adalah putri kedua dari Bu Nihar. Lipah memiliki kelainan tubuh, yakni berbadan kecil (cebol) sejak bayi.

Jika malam tiba, Bu Nihar tidur di dapur, Timah tidur di emperan, dan Bu Marhani serta Lipah tidur di dalam rumah. Mereka terpaksa berbagi tempat karena rumahnya sangat kecil, tidak memiliki kamar, dan berlantai tanah.

Rumah seperti inilah yang menjadi sasaran program "Bedah Rumah NU PEDULI" tahap pertama dan tahap-tahap berikutnya.

 

Mari bergabung bersama kami.
Mari perhatikan nasib anak-anak yatim dan kaum dhuafa'.
Mereka adalah amanah Allah SWT yang harus kita santuni.

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan