Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Gus Dur Kulakan Humor ke Madura

Kamis, 23 Januari 2014 18:34 WIB
733x Buletin-khidmah Humor-gusdur

Sosok Gus Dur tidak mungkin dilepaskan dari orang Madura. Karena beliau memang punya darah Madura dari jalur Jaka Tingkir. Suku Madura juga sangat dekat dengan NU, karena mereka rata-rata sangat mencintai ulama.


Gus Dur berpendapat, orang Madura memiliki kecerdasan yang tinggi dan kemampuan mengantisipasi serta merespon krisis dengan cepat. Stereotype orang Madura adalah pemberani, keras, tegas, protektif terhadap keluarga dan harga diri, tetapi juga sangat sentimentil dalam urusan agama. Orang Madura juga sangat mencintai kampung halamannya. Itulah sebabnya, Gus Dur selalu mengagumi hal-hal yang berkaitan dengan Madura, termasuk dalam masalah humor. Gus Dur mengaku sering kulakan Humor Madura dari Orang Madura sendiri!

“Sudah pernah dengar cerita Menristek dikalahkan oleh orang Madura?” tanya Gus Dur kepada Dr. AS Hikam, mantan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) era Pemerintahan Gus Dur.

Gimana, Gus?” tanya AS Hikam sambil senyum-senyum.

“Menristek sebelum sampeyan itu luar biasa hebat, karena konon bisa bikin pesawat. Suatu hari, dia ingin pamer kepada orang Madura, betapa hebatnya capaian dia dan bagaimana rakyat seharusnya bangga dan memujanya. Nah, tibalah dia di sebuah Pesantren di Bangkalan.

Pak Menteri yang satu ini punya kebiasaan, kalau pidato pasti menggebu-gebu, hingga matanya pun melotot-lotot. Pak Menteri antara lain mengatakan: Jadi sudara-sudara, kiai-kiai, kita harus bangga! Karena bangsa kita telah punya warga yang mampu membuat pesawat terbang. Sebentar lagi, bukan cuma pesawat terbang biasa, malah pesawat yang bisa mendarat ke bulan. Apakah sudara-sudara tidak bangga dengan prestasi anak bangsa sendiri?

Anehnya, hadirin diam saja. Pak Menteri heran dan bertanya lagi: Apakah sudara-sudara bangga?

Masih juga hadirin diam, bahkan setelah Pak menteri mengulangi tiga kali pertanya seperti itu. Akhirnya, seorang santri berbadan kurus angkat tangan sambil bicara: Kalau saya, tak bangga sama sekali Pak Menteri!

Si Menteri terjejut! Ia bertanya: Kenapa kok tidak bangga, dik?

Kata si santri: Soalnya sudah ada yang bisa begitu, Pak. Saya akan bangga kalau Bapak bisa bikin pesawat yang bisa ke Matahari (mata para hadirin terarah kepada Pak Menteri, menunggu reaksinya).

“Ooo begitu. Apakah adik tahu, bahwa mendarat ke Matahari itu tidak mungkin?” kata Pak Menteri.

“Lho, kenapa tidak mungkin, Pak?” tanya Si santri, heran.

“Begini, matahari itu panasnya berjuta-juta derajat celsius, sehingga tidak ada logam yang bisa dipakai untuk membuat pesawat yang bisa mendekat, apalagi mendarat. Baru mendekat sekian juta kilometer saja, pesawat itu pasti sudah meleleh.” Pak Menteri yang cerdas itu lalu menjelaskan kepada para hadirin soal kesulitan menciptakan pesawat disertai paparan ilmiah ilmu fisika.

“Kalau cuma begitu, gampang Pak,” Belum selesai Pak menteri bicara, si santri menyela.

“Lho, mudah gimana?” Pak Menteri lagi-lagi kaget.

“Kalau takut pesawatnya meleleh karena panas, berangkatnya habis Maghrib saja. Kan sudah dingin,” jawab si santri, santai.

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Sabtu, 17 September 2016 15:24 WIB Tiga Tokoh yang Dihormati Gus Dur

    KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menyebut nama-nama tokoh di Indonesia yang ia kagumi, saat menghadiri acara "Tribute to Prof. Dr. M. Quraish Shihab" di Kampus UIN Jakarta, November 2009 silam. Dalam acara pelepasan Quraish Shihab sebagai Guru Besar Fakultas Ushuludin itu hadir Presiden ke-3

  • Kamis, 23 Januari 2014 18:34 WIB Gus Dur Kulakan Humor ke Madura

    Sosok Gus Dur tidak mungkin dilepaskan dari orang Madura. Karena beliau memang punya darah Madura dari jalur Jaka Tingkir. Suku Madura juga sangat dekat dengan NU, karena mereka rata-rata sangat mencintai ulama. Gus Dur berpendapat, orang Madura memiliki kecerdasan yang tinggi dan kemampuan mengantisipasi

  • Kamis, 23 Januari 2014 18:32 WIB Gus Dur dan Mesin Jerman

    Ketika memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun 2000 di lapangan Sabuga ITB, Menristek saat itu, AS Hikam, memohon Gus Dur (sebagai Presiden RI) untuk memberikan pidato. Beliau bercerita di depan para saintis, peneliti, profesor, dll. Kata Gus Dur, ada seorang anak petani Madura yang

  • Jumat, 3 Januari 2014 03:42 WIB Gus Dur Tertipu

    Ini kisah Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas bersama Gus Dur. Suatu hari, Gus Dur dan Habib Abu Bakar menginap di sebuah hotel di Jawa Barat. Gus Dur biasanya selalu minta dibayarin setiap kali menginap di hotel atau makan di restoran, dan Habib Abu Bakar tahu itu. Kali ini, Habib Abu Bakar ingin ngerjain Gus

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan