Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Rahasia Masa ?Iddah

Jumat, 3 Januari 2014 00:34 WIB
837x Buletin-khidmah Muslimah

Dalam ajaran Islam, wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh suaminya, diharuskan melakukan “masa tunggu” selama beberapa waktu, sebelum menikah lagi dengan lelaki lain. Dalam istilah fiqh, masa tunggu tersebut dinamakan ‘iddah. Kewajiban ‘iddah didasarkan pada Al-Qur’an surat At-Thalaq ayat 4, yang menegaskan bahwa masa ‘iddah bagi wanita yang bercerai dan sudah tidak haid (menopause) adalah tiga bulan; dan bagi wanita hamil ialah sampai melahirkan.

Hikmah dari pemberlakuan ‘iddah, menurut ulama, ialah untuk memastikan bahwa si wanita tidak sedang hamil dari mantan suaminya. ‘Iddah berfungsi untuk menghindari ketidakjelasan garis keturunan; agar jelas apakah anak yang akan lahir kelak adalah keturunan dari suami pertama atau dari suami kedua. Lebih dari itu, ‘iddah juga mencerminkan keseriusan wanita pada tali pernikahannya. Dan jika kasusnya adalah perceraian, maka selama masa `iddah, ia tetap berhak mendapatkan nafkah.

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan modern, hikmah di balik hukum ‘iddah sedikit demi sedikit mulai terkuak. Berawal dari penemuan Robert Guilhem, seorang pakar genetika di Albert Einstain College Amerika Serikat (AS). Pada awalnya, pria berdarah Yahudi ini melakukan penelitian terhadap sidik (bekas atau rekam jejak) hasil hubungan persetubuhan suami-istri. Guillem menemukan, setiap laki-laki pasti meninggalkan sidik atau rekam jejak pada tubuh setiap perempuan yang disetubuhinya. Jika pasangan ini setiap bulan tidak melakukan persetubuhan, maka sidik itu perlahan-lahan akan hilang antara 25-30 persen. Setelah tiga bulan berlalu, sidik itu akan hilang secara keseluruhan. Berarti, simpul Guillem, perempuan yang dicerai atau ditinggal mati oleh suaminya, akan siap menerima sidik laki-laki lain setelah 3 bulan masa ‘iddah.

Belum puas dengan hasil riset di laboratorium, Guillem melakukan penelitian langsung ke lapangan. Pertama-tama ia terjun ke perkampungan warga Muslim keturunan Afrika yang tinggal di AS. Di sana, Guillem menemukan, setiap wanita hanya mengandung (hamil) dari jejak sidik pasangan mereka saja. Kemudian, Guillem melanjutkan penelitiannya ke beberapa perkampungan non-Muslim di AS. Guillem menemukan, para wanita di sana mengandung dari jejak sidik beberapa orang lelaki. Artinya, wanita-wanita non-Muslim di AS rata-rata melakukan hubungan intim dengan pria lain di luar pernikahan yang sah.

Yang mengagetkan, ketika Guillem melakukan penelitian terhadap istrinya sendiri, ternyata ditemukan bahwa istrinya memiliki 3 rekam sidik laki-laki. Ketiga sidik itu, simpul Guillem, adalah sidik dirinya sendiri dan sidik 2 orang laki-laki lain selingkuhan istrinya. Bahkan Guillem juga menemukan bahwa hanya satu dari tiga anaknya yang berasal dari dirinya. Sedangkan 2 anak lainnya adalah hasil hubungan gelap dengan laki-laki lain.

Setelah penemuan-penemuan ini, akhirnya Guilhem meyakinkan diri untuk memeluk agama Islam. Ia yakin, Islam lah agama yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia juga yakin bahwa wanita Muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi. (Sipe, dari berbagai sumber)

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Jumat, 3 Januari 2014 00:34 WIB Rahasia Masa ?Iddah

    Dalam ajaran Islam, wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh suaminya, diharuskan melakukan masa tunggu selama beberapa waktu, sebelum menikah lagi dengan lelaki lain. Dalam istilah fiqh, masa tunggu tersebut dinamakan iddah. Kewajiban iddah didasarkan pada Al-Quran surat At-Thalaq ayat 4, yang

  • Rabu, 1 Januari 2014 04:01 WIB Titik Temu Peran Laki-laki dan Perempuan

    Oleh Rasinah, S.Ag.   Islam mengakui adanya perbedaan (distinction) antara laki-laki dan perempuan, bukan pembedaan (discrimination). Perbedaan tersebut bersifat biologis yang tidak dimaksudkan untuk memuliakan yang satu dan merendahkan yang lain. Ajaran Islam tidak secara skematis membedakan

  • Rabu, 1 Januari 2014 01:51 WIB Perempuan di Ranah Publik

    Hasbunia Helmah* Dunia harus berterima kasih kepada Islam. Berkat Islam, perempuan terselamatkanselamat dalam arti seluas-luasnya. Menurut Dr. Yusuf al-Qaradhawi, ketika Islam datang, dunia menggenggam wanita dalam tiga sudut pandang. Pertama, pandangan yang sama sekali tidak mengakui eksistensi wanita

  • Selasa, 24 Desember 2013 09:38 WIB Pakai Jilbab, Baju Ketat

    Oleh Muthmainnah Imran*)     Si Nina, anak kota yang dulu suka pakai rok pendek atau celana mini dengan kaos lengan pendek, sekarang sudah berjilbab dengan celana panjang pressbody, dipadu kemeja lengan pendek tapi pakai hand dekker atau manset untuk menutupi lengannya. Kelihatan cantik dan

  • Senin, 23 Desember 2013 20:17 WIB Mendidik si Buah Hati

    Salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki keturunan (anak), dantentunyayang diharapkan adalah keturunan yang shalih dan shalihah. Untuk membentuk keturunan shalih-shalihah, kita harus mendidik anak sesuai fase perkembangannya. Ada 3 (tiga) fase perkembangan anak: 7 tahun pertama, layani anak seperti

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan