Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Imam al-Ghazali dan Penjual Daging

Jumat, 3 Januari 2014 00:55 WIB
675x Buletin-khidmah Uswah

Suatu hari, Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali shalat berjemaah bersama adiknya, Imam Ahmad. Al-Ghazali menjadi imam dan adiknya menjadi makmum. Tapi, di tengah-tengah shalat, Imam Ahmad mufaraqah (memisahkan diri) dan shalat sendirian.

"Mengapa engkau mufaraqah?" tanya Al-Ghazali seusai shalat.

"Kulihat tubuhmu penuh darah. Maka, aku mufaraqah karena shalat berjamaah tidak sah jika tubuh imam berlumur najis (darah)," jawab sang adik.

Mendengar hal itu, Al-Ghazali sadar bahwa ketika shalat, beliau teringat permasalahan haidh yang sedang beliau tulis. Saat itulah Allah Swt menampakkan apa yang sedang beliau pikirkan kepada Imam Ahmad, sehingga sang adik melihat tubuhnya berlumur darah.

"Bagaimanakah kamu bisa melihat hal-hal ghaib? Dari siapa kamu belajar?" tanya Al-Ghazali, penasaran.

"Engkau tidak layak belajar kepadanya,” jawab Imam Ahmad. “Engkau orang yang masyhur, sedangkan guruku orang biasa."

Karena Imam Ghazali terus mendesak, akhirnya Imam Ahmad setuju untuk membawanya berjumpa dengan sang guru. Di pasar, mereka mendatangi seorang penjual daging dan Imam Ahmad memberitahu bahwa itulah gurunya.

"Tuan, saya ingin belajar ilmu dari Tuan," pinta Al-Ghazali.

Penjual daging menggelengkan kepala; "Aku tidak punya ilmu untuk mengajarimu."

Imam Ghazali merayu lagi, tapi penjual daging itu tetap enggan. Akhirnya, Imam Ghazali berkata; "Saya serahkan diri saya kepada Tuan, laksana mayat menyerahkan diri kepada orang yang memandikan."

"Baiklah,” jawab laki-laki setengah baya itu. “Lepaskan jubah kebesaranmu itu (jubah yang dipakai Imam Ghazali sebagai guru besar Universitas Nidzamiyyah). Sapulah meja tempatku menjual daging ini dengan jubahmu."

Tanpa menunggu waktu, Imam Ghazali menunaikan perintah sang guru. Setelah selesai, beliau berkata; "Ajarilah saya suatu ilmu."

"Besok, datanglah ke rumahku selepas Subuh," jawab penjual daging.

Selepas Subuh, Imam Ghazali sudah menanti penjual daging di depan rumahnya. Namun, ia hanya menyuruh Imam Ghazali memotong rumput di sekitar rumah. Imam Ghazali pun mematuhi. Setalah itu, beliau mengulangi kata-katanya; "Ajarilah saya suatu ilmu."

"Besok, datanglah lagi ke rumahku selepas Subuh," jawabnya, singkat.

Sama seperti sebelumnya, selepas Subuh Imam Ghazali menunggu di depan rumah dan lagi-lagi penjual daging itu hanya menyuruh beliau membersihkan janban (tempat pembuangan kotoran manusia). Imam Ghazali menuruti perintah itu dengan ikhlas. "Tuan, pekerjaan yang Tuan perintahkan telah kulaksanakan. Ajarilah saya ilmu," pinta Al-Ghazali lagi.

"Baiklah, datanglah kembali besok selepas Subuh,” jawabnya.

Keesokan harinya, hal yang sama terjadi lagi. Namun, kali ini Imam Ghazali diperintahkan mensucikan najis di lantai. Tugas ini pun dilaksanakan dengan baik. Setelah selesai, beliau kembali meminta diajari ilmu. Namun, jawaban penjual daging itu sungguh mengejutkan; "Segala ilmu yang kau inginkan sudah kau dapatkan. Sekarang, pulanglah!"

Imam Ghazali pun pulang dengan hati ikhlas. Namun, sejak saat itu, beliau dapat melihat hal-hal ghaib, yang tidak dapat dilihat oleh orang kebanyakan.

***


Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini:

  1. Penjual daging mengajari Imam Ghazali tentang cara mengikis sifat-sifat mazmumah (tercela) seperti egois, tinggi hati, ujub, riya’, dan menanamkan sifat-sifat mahmudah (terpuji) seperti tawadlu’, ikhlas, sabar, taat, kerja-keras, dan tidak berputus asa. Sifat-sifat mazmumah adalah penghalang masuknya ilmu ke dalam hati. Jika hati bersih, maka ia akan mudah menerima ilmu.

  2. Mencari ilmu harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan kontinyu, tidak boleh putus asa meskipun menemui banyak kendala. Peribahasa Arab mengatakan: Ilmu tidak memberikan sebagian dirinya kepadamu, jika kamu tidak memberikan seluruh hidupmu kepadanya.

  3. Murid harus datang duluan menunggu guru, bukan guru yang datang menunggu murid. Ilmu harus didatangi, bukan mendatangi.

  4. Taat terhadap guru selama sang guru tidak memerintahkan pada kemaksiatan. Mengerjakan perintah guru secara ikhlas, tanpa banyak pertimbangan.

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Jumat, 3 Januari 2014 00:55 WIB Imam al-Ghazali dan Penjual Daging

    Suatu hari, Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali shalat berjemaah bersama adiknya, Imam Ahmad. Al-Ghazali menjadi imam dan adiknya menjadi makmum. Tapi, di tengah-tengah shalat, Imam Ahmad mufaraqah (memisahkan diri) dan shalat sendirian. "Mengapa engkau mufaraqah" tanya Al-Ghazali

  • Kamis, 2 Januari 2014 11:09 WIB Dua Penambang Pasir

    Pagi itu, masyarakat bergotong-royong menggali tanah. Ada yang menumpuk batu-batu yang berserakan. Ada juga yang membabat semak belukar. Hujan deras yang tadi malam mengguyur kampung kecil itu, menyebabkan areal pemakaman yang terletak di atas bukit mengalami longsor. Makam-makam tua yang terletak di bibir

  • Rabu, 1 Januari 2014 03:59 WIB Ummu Salim, Wanita Maskawin Islam

    Ummu Salim menjadi janda setelah ditinggal minggat oleh Malik, suaminya. Ia bertolak ke Syria setelah mengetahui Rasulullah mengharamkan khamar, minuman keras kesukaannya, dan meninggal di sana dalam sebuah kecelakaan. Maka tinggallah wanita ini bersama seorang putranya, Anas ibn Malik. Ummu Salim kemudian

  • Senin, 23 Desember 2013 20:06 WIB Khadijah Disediakan Rumah Permata di Surga

    Waktu dluha di salah satu sudut kota Makah. Khadijah tengah bercanda ria bersama sahabat-sahabat ciliknya. Tanpa diketahui dari mana datangnya, tahu-tahu muncul seorang Yahudi dan berhenti tepat di depan mereka. Sambil tertawa sejadi-jadinya, si Yahudi berteriak, Telah tiba masa kedatangan nabi terakhir! Siapa

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan