Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Perangkat Organisasi NU yang Punah

Kamis, 2 Januari 2014 10:33 WIB
1172x Buletin-khidmah Khazanah-nu

Sebagai sebuah organisasi, sejak awal kelahirannya NU memiliki beberapa perangkat organisasi yang bertugas melaksanakan kebijakan atau kegiatan tertentu. Dalam NU, perangkat organisasi dibagi menjadi Badan Otonom (Banom), Lembaga, dan Lajnah.

Badan Otonom adalah perangkat organisasi yang berfungsi melakukan kebijakan yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan. Misalnya Jam’iyatul Qurra wal Huffadh yang melaksanakan kebijakan pada kelompok qari/qariah dan hafidh/hafidhah; Muslimat yang melaksanakan kebijakan pada anggota perempuan NU, dll.

Lembaga adalah perangkat departemen organisasi yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan yang berkaitan dengan bidang tertentu. Misalnya Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) yang melaksanakan kebijakan di bidang pengkajian dan pengembangan sumberdaya manusia; Lembaga Bahtsul Masail (LBM) yang membahas dan memecahkan masalah-masalah maudlu’iyah (tematik) dan waqi’iyah (real) yang memerlukan kepastian hukum, dll.

Lajnah (komisi) adalah perangkat organisasi untuk melaksanakan program yang memerlukan penanganan khusus. NU hanya memiliki dua lajnah, yaitu 1) Lajnah Falakiyah yang bertugas mengurus masalah hisab dan rukyah, dan 2) Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) yang bertugas mengembangkan penulisan, penerjemahan, dan penerbitan kitab/buku, serta media informasi menurut paham Ahlussunnah Waljamaah.

Dalam perjalanannya, NU pernah memiliki beberapa perangkat organisasi yang kini sudah tidak ada, baik karena disatukan dengan perangkat lain, tidak diperlukan lagi, atau memang tidak bisa berkembang. Namun demikian, perangkat-perangkat tersebut memiliki andil tersendiri dalam perkembangan NU.

 

Himpunan Pengusaha Muslimin Indonesia (HPMI)

Sebuah perangkat perkumpulan para pengusaha NU yang didirikan pada awal tahun 1960-an. Diketuai oleh Rachmat Multomiseno, seorang ekonom dan politisi terkenal NU. Namun HPMI tidak bisa berkembang besar dan tenggelam.

 

Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI)

Salah satu badan otonom NU yang menaungi pecinta seni hadrah (terbang), termasuk didalamnya hadrah Banjari dan terbang jidor. Tidak diketahui kapan berdirinya. Namun, pada Muktamar NU Solo (1962), ISHARI Jawa Timur mengirimkan 100 “penerbang” terbaikinya untuk memeriahkan pelaksanaan Muktamar. Pada Muktamar ke-30 di Kediri (1999), ISHARI digabung dengan Lesbumi menjadi Lembaga Seni Budaya NU (LSB NU).

Dalam Muktamar ke-31 di Solo (2004), LSB NU dibubarkan dan Lesbumi dihidupkan kembali dengan status sebagai Lembaga. Sedangkan ISHARI dinaungi oleh salah satu Banom NU yang membidangi para pecinta tarekat, Jam’iyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah.

 

Ikatan Sarjana Islam Indonesia (ISII)

Banom NU ini didirkan sekitar awal 1960-an. Diketuai oleh HM. Subchan ZE dengan Thoha Abdurrahman sebagai sekretaris. Namun dalam perkembangannya ISII tidak bisa berkembang menjadi besar, bahkan akhirnya tenggelam. Pada tahun 1999, Ikatan Sarjana NU (ISNU) dideklarasikan sebagai wadah para sarjana dan kaum cendikiawan NU. Sebagai catatan, ISNU merupakan perkembangan dari Forum Silaturrahmi Sarjana NU (FOSSNU) yang dirintis para sarjana NU Jawa Timur pada tahun 1996.

 

Lembaga Sosial Mabarrot (LSM/Mabarrot)

Salah satu lembaga NU yang didirikan pada thun 1961. Lembaga ini menangani pelayanan sosial dan kesehatan, misalnya tentang bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana alam, merawat penyandang cacat, dlsb. Penangan Mabarrot bersifat santunan.

Sejak tahun 1970 lembaga ini mengalami kevakuman panjang dan dihidupkan kembali pada saat Muktamar Yogyakarta tahun 1989. Tapi lagi-lagi lembaga ini sering vakum. Akhirnya, pada Muktamar ke-31 di Solo (2004), LSM dihapuskan dari daftar perangkat organisasi dan segala kegiatan LSM yang berkaitan dengan sosial diserahkan pada Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU (LKKNU), sedangkan yang berkaitan dengan kesehatan diserahkan pada lembaga baru, Lembaga Pelayanan Kesehatan NU (LPKNU)

 

Persatuan Pengasuh Rakyat Muslimin Indonesia (Pepermi)

Sebuah Banom yang menyasar para pegawai pamong praja di Indonesia, semacam Korpri. Didirikan pada tahun 1960-an yang pertama kali diketuai oleh Bupati Tuban, KH. Musta’in. Saingan terberatnya adalah Serikat Sekerja Kementerian Dalam Negeri (SSKDN) yang diperuntukkan bagi pegawai di lingkungan Separtemen Dalam Negeri dan banyak digunakan orang-orang PNI. Nama Pepermi menghilang setelah pemerintah Orba mengahruskan seluruh pegawai negeri bergabung ke dalam organisasi Korpri.

 

Persatuan Guru NU (Pergunu)

Merupakan Banom NU yang menaungi para guru dan ada sejak tahun 1952, namun baru disahkan sebagai Banom pada tahun 1958. Ketua pertamanya adalah KH. Basori Alwi. Ketika pemerintah orba menyederhanakn seluruh organisasi guru untuk bergabung dalam PGRI, Pergunu-pun mati dengan sendirinya.

 

Lajnah Pemilihan Umum NU (Lapunu)

Khusus menangani persoalan pemilu, mulai dari pendaftaran, sosialisai, kampanye, hingga pemenangan pemili. Lapunu ada di saat NU masih menjadi parpol sendiri, menjelang pemilu 1955 dan pemilu 1971. Setelah pemilu 1971, Lapunu tidak lagi terdengar kabarnya, karena partai NU sudah tidak ada lagi.

 

Serikat Nelayan Muslimin Indonesia (Sernemi)

Merupakan Banom NU yang berdiri pada tahun 1960-an dan membidangi kamum nelayan NU.  Banom ini tidak sempat besar, hanya banyak muncul di daerah Jawa Timur saja. Dalam berbagai masalah, Sernemi banyak berjalan seiring dengan Persatuan Tani NU (Pertanu, kini Lembaga Pengembangan Pertanian NU ‘LP2NU’) mengingat ada beberapa bidang garapan yang memiliki kesamaan, seperti tambak, dlsb. (zuq)

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Jumat, 3 Januari 2014 00:06 WIB Pasang-surut Hubungan NU dengan Politik

    Secara kelembagaan, NU memang tidak berpolitik (praktis). Namun secara sosial dan personal, warga NU sulit melepaskan diri dari politik (kenegaraan dan kebangsaan). Persoalannya, banyak warga NU yang sulit membedakan antara politik praktis dan politik kebangsaan, sehingga Khittah NU terkadang dimaknai secara

  • Kamis, 2 Januari 2014 10:33 WIB Perangkat Organisasi NU yang Punah

    Sebagai sebuah organisasi, sejak awal kelahirannya NU memiliki beberapa perangkat organisasi yang bertugas melaksanakan kebijakan atau kegiatan tertentu. Dalam NU, perangkat organisasi dibagi menjadi Badan Otonom (Banom), Lembaga, dan Lajnah. Badan Otonom adalah perangkat organisasi yang berfungsi melakukan

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan