Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Manusia Pisang

Kamis, 2 Januari 2014 11:22 WIB
659x Buletin-khidmah Inspirasi

Oleh A. Warits Anwar


Pengajar di PP. Annuqayah, tinggal di PP. Nurul Huda, Pakamban Laok, Pragaan, Sumenep.


 


Manusia manapun yang belum pernah mencicipi pisang, belumlah lengkap hidupnya. Pisang sudah dikenal sejak nenek moyang. Dari pelosok hingga kota besar, dari ujung barat hingga ujung timur. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Namanya berbeda-beda. Orang Madura menyebut geddhang, orang Arab menyebut mauz, orang Inggris bilang banana. Namun, substansi dan bendanya sama: yaitu pisang.

Varian pisang pun beraneka ragam. Ada yang pohon dan buahnya besar, seperti geddhang osok. Ada yang pohonnya besar tapi buahnya kecil, seperti geddhang krepek tabar. Ada yang bentuk buahnya bengkok, seperti geddhang tanduk. Ada yang pohonnya kecil dan buahnya banyak, seperti geddhang saebuh. Ada geddhang tepong, museng, dan sebagainya. Tidak ketinggalan kita juga pernah mendengar ada pisang ambon.

Menanam pohon pisang sangat mudah. Ia bisa hidup di mana-mana. Yang menarik, pohon pisang tidak akan mati sebelum berbuah. Jika dipotong, dalam waktu dekat akan bersemi lagi sampai berbuah. Sebaliknya, apabila sudah berbuah, ia akan mati. Tapi mati meninggalkan tunas-tunas baru.

Pisang adalah buah serba guna. Di pesta perkawinan ada roti pisang. Bersantai di tempat wisata, kita bisa menikmati krepek pisang dengan aneka ragamnya. Para buruh yang sedang mengaso untuk mengusir letih, bisa disuguhi kolak pisang. Teman-teman kita yang sedang jaga malam akan sangat bahagia manakala mereka mendapatkan secangkir kopi, sebatang rokok, plus goreng pisang hangat. Begitu nikmatnya sehingga kadang kita lupa bersyukur dan tak pernah bertanya, siapakah yang menanam pisang tersebut.

Sebagai pemakan pisang, kita terkadang merasa lebih hebat daripada pohon pisang. Tidakkah kita sadar, banyak orang meninggal dunia tanpa meninggalkan buah manis bagi orang lain? Tak sedikit orang hidup di jagat raya ini tidak jelas profesinya dan sulit mau ditempatkan di mana. Serba tidak pantas dan tidak pas. Di kantor tidak. Di lembaga pendidikan tidak. Di pertanian tidak. Di perdagangan pun tidak. Mereka hanya bisa mengamalkan syair lagu Mbah Surip, “tidur lagi, bangun lagi, tidur lagi.” Untuk orang seperti ini, kami hanya bisa mengucapkan selamat tidur, semoga bermimpi indah.

Pisang enak dimakan dan baik dicontoh. Usahakan kita hidup seperti pohon pisang; pantang mati sebelum memberi buah manis kepada orang lain. Jadikan hidup ini sebagai lapangan untuk menanam (bukan menanam pisang, ma’af) dan sekaligus berbuah. Janganlah mati sebelum memberi manfaat kepada lingkungan sekitar. Jadilah manusia pisang!

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Jumat, 3 Januari 2014 01:09 WIB K? Rawi Mendidik dengan Ihsan

    Oleh Dr. Ach. Maimun Syamsuddin, M.Ag. Dosen Filsafat Fakultas Ushuluddin INSTIKA Guluk-Guluk Sumenep Alhamdulillah, gumamnya lirih, sambil membungkuk turun dari surau gedek, setelah santri-santri kecilnya bubar sambil berebut sandal. Segera ia menuju rumah sederhana berlantai semen di sebelah utara

  • Kamis, 2 Januari 2014 11:22 WIB Manusia Pisang

    Oleh A. Warits Anwar Pengajar di PP. Annuqayah, tinggal di PP. Nurul Huda, Pakamban Laok, Pragaan, Sumenep. Manusia manapun yang belum pernah mencicipi pisang, belumlah lengkap hidupnya. Pisang sudah dikenal sejak nenek moyang. Dari pelosok hingga kota besar, dari ujung barat hingga ujung timur. Baik pria

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan