Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Titik Temu Peran Laki-laki dan Perempuan

Rabu, 1 Januari 2014 04:01 WIB
552x Buletin-khidmah Muslimah

Oleh Rasinah, S.Ag.


 

Islam  mengakui adanya perbedaan (distinction) antara laki-laki dan perempuan, bukan pembedaan (discrimination). Perbedaan  tersebut bersifat biologis yang tidak dimaksudkan untuk memuliakan yang satu dan merendahkan yang lain.

Ajaran Islam tidak secara skematis membedakan faktor-faktor perbedaan laki-laki dan perempuan, tetapi lebih memandang kedua insan tersebut lebih utuh. Satu dengan yang lain  saling memerlukan, baik secara biologis maupun sosio kultural. Masing-masing mempunyai peran. Bahkan, dalam peran tertentu keduanya saling bertemu.

Sesungguhnya Islam telah  memberikan peran besar dalam mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan.  Kalau dalam masyarakat sebelum datangnya Islam, perempuan diperlakukan seperti “barang”, bahkan sebagai komoditi  yang  hampir tidak mempuanyai hak, maka ketika Islam datang secara drastis posisi kaum perempuan berubah diperlakukan sebagai “manusia seutuhnya” yang mempunyai hak-hak tertentu sebagaimana layaknya  laki-laki.

Dalam ayat al-Qur’an ditegaskan keseimbangan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan, antara lain dalam ayat-ayat berikut.

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki  ada bagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah  Maha mengetahui segala sesuatu” (An–Nisa’ [04]:32.

Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Al-Hujarat [49]:13.

Dalam Islam, perempuan juga memiliki hak sebagaimana halnya kaum laki-laki.  Sebagai contoh dapat dilihat beberapa hal berikut ini.

 

Hak-Hak dalam Bidang Politik

Tidak ditemukan hadis atau ayat yang melarang kaum perempuan untuk aktif dalam dunia politik. Namun, dalam beberapa riwayat disebutkan betapa kaum perempuan di permulaan Islam banyak memegang peranan penting dalam kegiatan politik. Mereka, antara lain, Fathimah bint Rasulullah, Aisyah bint Abu Bakar, Atika bint  Yazid ibn Mu’awiyah, Ummu Salamah bint Ya’qub, dan al-Khaizaran binti Athak.

 

Hak dalam Memilih Pekerjaan

Seperti halnya dalam bidang politik,  memilih pekerjan bagi perempuan juga tidak ada larangan, baik di dalam maupun di luar rumah, mandiri maupun kolektif, di lembaga pemerintahan maupun swasta, selama pekerjaan tersebut dalam suasana terhormat, sopan, memelihara agamanya, dan terhindar dari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut. Pada masa Nabi, kaum perempuan banyak  terjun dalam berbagai bidang usaha, seperti  Khadijah binti Khawalid (istri nabi) yang dikenal sebagai komisaris perusahaan, Zainab binti Jahsy yang berprofesi sebagai penyamak kulit binatang, Ummu Salim binti Mulhan yang menekuni bidang tata rias pengantin, istri Abdullah ibn Mas’ud dan Qillat Ummi Bani Anmar yang dikenal sebagai wiraswastawati yang sukses, al– Syifa’ yang berprofesi sebagai sekretaris dan pernah ditugasi oleh khalifah Umar ibn al-Khattab sebagai petugas yang menangani pasar kota Madinah, dan lain-lain.

 

Hak Memperoleh Pendidikan

Laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Keduanya sama-sama dituntut mencari ilmu sebagaimana ditegaskan dalam hadits, “Menuntut ilmu pengetahuan difardukan kepada kaum muslim laki-laki dan perempuan.”

Al-Qur’an  dan hadis banyak memberikan pujian kepada laki-laki dan perempuan yang mempunyai prestasi dalam ilmu pengetahuan. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Nabi pernah didatangi kaum perempuan yang memohon kesediaan Nabi menyisihkan waktunya guna mengajari mereka. Dalam sejarah Islam klasik juga ditemukan beberapa nama yang menguasai ilmu pengetahuan seperti Aisyah istri Nabi, Sayyidah  Sakinah putri Husain ibn Ali ibn Abi Thalib, dan al-Syekhah Syuhrah yang  digelari Fikhran-Nisa’  (kebanggaan kaum perempuan), salah seorang guru Imam Syafi’i,  Mu’nisat al-Ayyubi,  saudari Salahuddin al-Ayyubi, Syamiyat at-Taimiyah, Zainab putri sejarahwan al-Baghdadi, Rabi’ah al-Adawiyah, dan yang lain.

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Jumat, 3 Januari 2014 00:34 WIB Rahasia Masa ?Iddah

    Dalam ajaran Islam, wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh suaminya, diharuskan melakukan masa tunggu selama beberapa waktu, sebelum menikah lagi dengan lelaki lain. Dalam istilah fiqh, masa tunggu tersebut dinamakan iddah. Kewajiban iddah didasarkan pada Al-Quran surat At-Thalaq ayat 4, yang

  • Rabu, 1 Januari 2014 04:01 WIB Titik Temu Peran Laki-laki dan Perempuan

    Oleh Rasinah, S.Ag.   Islam mengakui adanya perbedaan (distinction) antara laki-laki dan perempuan, bukan pembedaan (discrimination). Perbedaan tersebut bersifat biologis yang tidak dimaksudkan untuk memuliakan yang satu dan merendahkan yang lain. Ajaran Islam tidak secara skematis membedakan

  • Rabu, 1 Januari 2014 01:51 WIB Perempuan di Ranah Publik

    Hasbunia Helmah* Dunia harus berterima kasih kepada Islam. Berkat Islam, perempuan terselamatkanselamat dalam arti seluas-luasnya. Menurut Dr. Yusuf al-Qaradhawi, ketika Islam datang, dunia menggenggam wanita dalam tiga sudut pandang. Pertama, pandangan yang sama sekali tidak mengakui eksistensi wanita

  • Selasa, 24 Desember 2013 09:38 WIB Pakai Jilbab, Baju Ketat

    Oleh Muthmainnah Imran*)     Si Nina, anak kota yang dulu suka pakai rok pendek atau celana mini dengan kaos lengan pendek, sekarang sudah berjilbab dengan celana panjang pressbody, dipadu kemeja lengan pendek tapi pakai hand dekker atau manset untuk menutupi lengannya. Kelihatan cantik dan

  • Senin, 23 Desember 2013 20:17 WIB Mendidik si Buah Hati

    Salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki keturunan (anak), dantentunyayang diharapkan adalah keturunan yang shalih dan shalihah. Untuk membentuk keturunan shalih-shalihah, kita harus mendidik anak sesuai fase perkembangannya. Ada 3 (tiga) fase perkembangan anak: 7 tahun pertama, layani anak seperti

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan