Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Mengejar Mimpi di Negeri Orang

Rabu, 1 Januari 2014 03:39 WIB
530x Buletin-khidmah Fenomena

Bagian II (habis)


 


Oleh Muhammad As’ad


Santri Tebuireng dan Universitas Leiden Belanda


 

Horee, TOEFL-ku sudah 550...! Berarti aku bisa berangkat ke luar negeri, dong.”

Eiit, jangan gembira dulu kawan! Nilai TOEFL itu baru modal pertama. Masih banyak lho yang harus kita perjuangkan. Ibarat melakukan perjalanan, kita belum sampai setengahnya. Makanya, tetap tenang, sabar, n’ semangat. Oke?

 

Langkah Kedua: Mengisi Aplikasi

Langkah kedua adalah mengisi aplikasi beasiswa untuk dikirim ke panitia (biasanya berkedudukan di Jakarta). Sebelum mengisi, kita browsing dulu di internet, mencari lembaga atau negara yang memberikan beasiswa.

“Wah, susah dong. Pake buka internet segala,” celetuk seorang kawan.

Sebenarnya tidak sulit, sih. Karena Syeikh Google siap membantu kita.

Sebagai acuan, ada beberapa lembaga yang setiap tahunnya memberikan beasiswa. Salah satunya adalah AMINEF. Lembaga ini khusus memberikan beasiswa S2, S3, dan beasiswa non gelar di Negeri Paman Sam alias Amerika Serikat. Begitu juga Australian Development Scholarship di Australia dan New Zealand Development Scholarship (NZDS) di Selandia Baru. Untuk kawasan Benua Biru (Eropa), kita bisa memilih Netherland Education Support Office (NESO) di Belanda, atau Jerman dan Prancis. Namun, untuk kedua negara ini, kita harus mampu menguasai bahasa negaranya plus Bahasa Inggris.

Nah, kalo kita sudah masuk ke situs lembaga bersangkutan, selanjutnya kita tinggal cari skema beasiswanya. Jika kita ingin melanjutkan ke jenjang S2, maka kita pilih folder S2, lalu kita baca syarat-syaratnya, kemudian mengunduh formulir aplikasi yang tersedia. Setelah diunduh, formulir tersebut diisi dengan isian yang sebaik mungkin, sesuai permintaan pemberi beasiswa.

Mengisi formulir seperti ini memang gampang-gampang susah. Karena banyak pertanyaan yang mengharuskan kita menjelaskan siapa kita, apa pekerjaan kita, tujuan mengajukan beasiswa, bagaimana peran kita di masyarakat, dan apa kontribusi kita setelah menyelesaikan studi. Inti dari pertanyaan-pertanyaan itu adalah ingin mengetahui apakah kita layak mendapatkan beasiswa. Karena yang dipilih bukanlah orang sembarangan, tetapi mereka yang punya jiwa kepemimpinan dan punya cita-cita ingin mengembangkan peradaban bangsanya.

Selain beberapa pertanyaan tersebut, yang perlu kita persiapkan adalah syarat administratif, seperti sertifikat TOEFL, ijasah yang sudah dilegalisir, surat rekomendasi, dan sebagainya. Ya, kayak orang ngelamar kerja, dech... Setelah dirasa cukup, kita kirim semua berkasnya ke Jakarta. Jangan lupa berdoa agar kita lolos ke tahap berikutnya.

 


Langkah Ketiga: Wawancara

Ini merupakan tahapan terpenting dan banyak pelamar beasiswa yang gagal di fase ini. Kegagalan tersebut rata-rata disebabkan kurangnya persiapan, terutama untuk menjawab pertanyaan secara meyakinkan dan dengan menggunakan bahasa Inggris yang baik.

“Wah, harus ngomong cas cis cus, dong...?”

Betul kawan, dalam wawancara ini kita harus bisa berbicara dalam bahasa Inggris, agar kita dianggap layak kuliah di sono.

Biasanya, pewawancara terdiri dari beberapa orang (tiga atau lebih). Komposisinya terdiri dari perwakilan lembaga pemberi beasiswa, perwakilan kedutaan negara tujuan, dan seorang alumni. Selain bertanya tentang motivasi, bahasa, kesiapan akademik, dan kontribusi kepada masyarakat, terkadang mereka juga bertanya tentang proposal tesis (untuk S2) dan disertasi (untuk S3) yang kita persiapkan.

Tips menghadapi wawancara ini; pertama, bersikaplah tenang dan rileks. Jangan tegang. Anggap saja pewawancara sebagai teman. Tujuannya, agar kita bisa menjawab dengan santai tapi berbobot.

Kedua: pertanyaan berikutnya rata-rata mengacu pada jawaban pertama. Jika kita mampu menjawab pertanyaan pertama secara meyakinkan, Insya Allah pertanyaan berikutnya akan mudah terjawab. So, persiapkan jawaban pertama secara matang. Oke?

 

Langkah Kempat: Tes TOEFL Internasional

Setelah lolos wawancara, kita akan dites TOEFL Internasional. Tes ini diberikan secara gratis. Jika dalam tes pertama nilai kita tidak cukup, kita akan diberi kesempatan tes kedua dan ketiga. Nah, kalo dalam 3 kali tes ternyata nilai kita tetap tidak mencukupi, otomatis kita tidak lolos.

Beberapa lembaga pemberi beasiswa biasanya memberikan pelatihan bahasa antara 2-9 bulan, tergantung kemampuan bahasa kita sebelum tes TOEFL Internasional. Namun, untuk lembaga di negaranya Barrack Obama (Amerika Serikat) biasanya tidak memberikan pelatihan.

Demikian beberapa seluk beluk cara memburu beasiswa ke luar negeri. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, terutama bagi teman-teman warga NU yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri. ()

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Kamis, 2 Januari 2014 10:31 WIB Al-Azhar Mau Dirampas

    Oleh Hasani Utsman Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir, Kelahiran Pamekasan Madura   Awal tahun 2012, saya mendapatkan pertanyaan dari seorang teman di Indonesia: Al-Azhar itu milik siapa Mungkin yang dimaksud adalah: Al-azhar itu milik golongan apa Pertanyaan seperti itu sangatlah wajar, karena

  • Rabu, 1 Januari 2014 03:39 WIB Mengejar Mimpi di Negeri Orang

    Bagian II (habis) Oleh Muhammad Asad Santri Tebuireng dan Universitas Leiden Belanda Horee, TOEFL-ku sudah 550...! Berarti aku bisa berangkat ke luar negeri, dong. Eiit, jangan gembira dulu kawan! Nilai TOEFL itu baru modal pertama. Masih banyak lho yang harus kita perjuangkan. Ibarat melakukan

  • Rabu, 1 Januari 2014 01:40 WIB Meraih Selaksa Makna Dengan Membaca

    Oleh: A. Musyfiqurrahman* Di era globalisasi ini, berbagai arus informasi tak dapat dihindari, mudah diakses bahkan mudah diterima lewat media cetak maupun elektronik. Dari yang manual sampai yang digital. Kalau tak ingin ketinggalan kereta informasi dan wawasan, tentu kita harus intens membaca. Bukankah

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan