Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Mengais Barokah di Negeri Seberang

Selasa, 31 Desember 2013 10:36 WIB
599x Buletin-khidmah Gagasan

Pada saat itulah aku, Arai dan Jimbon mengkristalkan harapan agung kami dalam satu statement yang sangat ambisius: cita-cita kami adalah ingin ke Prancis! Ingin menginjakkan kaki di altar suci almamater Sorbonne, ingin menjelajahi Eropa sampai ke Afrika.

Bagi Anda yang pernah membaca novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata, atau nonton film dengan judul yang sama karya Sutradara Riri Reza, mungkin sudah akrab dengan penggalan kalimat di atas. Penggalan tersebut merupakan representasi ungkapan diri hampir semua pelajar di Indonesia. Paling tidak, hal itu pernah saya alami sebelum kuliah di Belanda.

Penggalan di atas mengisyaratkan bahwa suatu saat nanti, dirinya akan ke pergi luar negeri; ke negeri yang hanya pernah ia baca di koran, ia dengar di radio, ia lihat di televisi, ataupun melalui film yang banyak memperlihakan keindahan panorama negeri antah berantah.

Apakah memang sulit mendapatkan beasiswa layaknya Ikal dan Irai yang bisa melenggang ke Prancis? Menurut pengalaman penulis, cukup sulit dan dalam beberapa hal bisa dikatakan sangat sulit. Namun bukan berarti tidak mungkin. Kita lihat dalam novel Laskar Pelangi, bagaimana Ikal dan Arai berjuang untuk mewujudkan cita-citanya, dan ujungnya mereka juga berhasil, bukan?

Rasulullah SAW sendiri bersabda, kita dituntut mencari ilmu walaupun ke Negeri Cina. Hadits tersebut menunjukkan bahwa kita sebagai umat Islam, dianjurkan bahkan diwajibkan mencari ilmu dan barokah sejauh mungkin. Karena ilmu dan barokah itu ada di mana saja, termasuk di luar negeri. Asalkan niat belajarnya adalah lillahi ta’ala, guna memberi manfaat kepada masyarakat, serta mendorong kemajuan bagi umat Islam di Tanah Air.

Pertanyannya, bagaimana cara mendapatkan satu tempat di salah satu universitas ternama di dunia? Apakah kita perlu ke dukun atau membuat jampi-jampi khusus agar lulus tes?

Tenang saja. Anda tak perlu ke dukun, tak perlu membuat jimat. Yang perlu Anda lakukan adalah mengoptimalkan semangat dan talenta untuk menghadapi pertempuran. Bukan perang bersenjata, tapi perang untuk menumbuhkan semangat dan memacu pikiran untuk belajar, belajar, dan belajar.

Berikut langkah-langkah yang dapat mengantarkan Anda belajar ke luar negeri:

 

Langkah Pertama: Persiapkan Kemampuan Bahasa

Ingin kuliah ke luar negeri, syarat utamanya tentu kemampuan bahasa. Utamanya bahasa Inggris. Hal ini disebabkan hampir sebagian besar beasiswa berasal dari negara yang bahasa pengantarnya adalah Bahasa Inggris. Kecuali jika Anda ingin kuliah di Prancis atau Jerman, maka Anda harus menguasai kedua bahasa negara tersebut.

“Berarti lama dong, belajarnya. Bahasa Inggris saja hanya tahu I love you,” kata seorang sahabat. “Ya, iya lah,” jawab saya, serius.

Jika kita bisa mengukur seberapa hebat atau buruk bahasa kita, maka kita bisa menganalisa berapa lama kita harus belajar. Kalau perlu ambil kursus. Jika kursus di kota besar seperti Surabaya atau Jakarta terasa mahal, kita bisa mencari alternatif seperti di Pare, Kediri. Jangan terlalu terburu-buru. Kalau dirasa belum cukup, tambah lagi durasi belajar Anda. Paling tidak, Anda harus meluangkan waktu antara 6 bulan sampai 1 tahun.

Ukuran yang dipakai adalah jika Anda sudah memiliki nilai TOEFL antara 500-550. Angka minimal yang dibutuhkan untuk mendaftar di kampus luar negeri sebenarnya 550. Namun, beberapa negara pemberi beasiswa seperti Australia, biasanya mentolerir nilai 500. Namun, negara lain seperti Amerika dan negara-negara Eropa mematok angka 550.

Untuk diketahui, TOEFL sendiri mempunyai dua kategori. Yang pertama TOEFL internasional dan kedua institusional. Dua-duanya dikeluarkan oleh lembaga dari Amerika, yaitu Education Testing Service (ETS). Untuk sekedar mendaftar di lembaga pemberi beasiswa di Jakarta, Anda cukup mempunyai TOEFL institusional. Biaya untuk mengikuti ujian ini sekitar Rp. 300.000, -. Anda bisa mengikuti ujian ini di kampus negeri di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Unair, ITS, UGM, UI dan sebagainya. Jadi, jika Anda punya sertifikat TOEFL yang dikeluarkan oleh lembaga lain selain ETS, otomatis Anda tidak akan diperbolehkan mengajukan aplikasi ke luar negeri.

Sebagai tambahan, jika Anda berencana mendaftar langsung ke kampus di luar negeri dan mengharap beasiswa di tingkat kampus, Anda harus mempunyai TOEFL berstandar internasional. Biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp. 2.000.000,-.

“Wah, besar dong biayanya,” sanggah kawan saya. “Makanya persiapkan sejak dini. Kalau kita bisa lolos di tahap pertama dan kedua (seleksi aplikasi administrasi dan wawancara), kita pasti akan mendapat jatah tes TOEFL Internasional gratis,” jawabku tak kalah hebat.

Terus, jika Anda sudah punya modal TOEFL 550, apa yang harus saya lakukan?

Baca di edisi berikutnya, ya… See you next time.

 

Oleh Muhammad As’ad


Alumni PP. Tebuireng, Pernah “Nyantri” di Universitas Leiden, Belanda

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Kamis, 2 Januari 2014 11:01 WIB Fiqh Luar Angkasa

    Sungguh mengagumkaaan, tahun 2000. Begitulah lirik terakhir sebuah qasidah yang sangat populer pada dekade 1990-an. Pembaca Khidmah yang lahir pada dekade tersebut, tentu akrab dengan lagu Nasida Ria ini. Apa yang digambarkannya, kini menjadi kenyataan. Ya, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi masa

  • Rabu, 1 Januari 2014 03:36 WIB Revitalisasi Pendidikan

    (Menumbuhkembangkan Kecintaan terhadap Pendidikan Agama) Memanusiakan manusia. Inilah mungkin definisi pendidikan yang kiranya tidak usah diperdebatkan. Semua tokoh pendidikandari Muhammad Natsir sampai tokoh pendidikan saat iniseakan meng-iya-kan pemaknaan pendidikan tersebut. Manusia harus menemukan jati

  • Selasa, 31 Desember 2013 10:36 WIB Mengais Barokah di Negeri Seberang

    Pada saat itulah aku, Arai dan Jimbon mengkristalkan harapan agung kami dalam satu statement yang sangat ambisius: cita-cita kami adalah ingin ke Prancis! Ingin menginjakkan kaki di altar suci almamater Sorbonne, ingin menjelajahi Eropa sampai ke Afrika. Bagi Anda yang pernah membaca novel Sang Pemimpi

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan