Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Siswa pun Harus Bisa Baca Kitab Kuning

Selasa, 24 Desember 2013 09:32 WIB
578x Buletin-khidmah Majelis-ilmu

Pondok Pesantren Al-Ibrohimy

Masaran Sentol Daja Pragaan Sumenep Madura

 

Siswa pun Harus Bisa Baca Kitab Kuning

 

 

Waktu itu tahun 1992. K.H. Nahdli Rosi sekeluarga bermaksud boyongan ke Guluk-guluk. Sepetak tanah di sana sudah dibeli dan siap ditempati. Namun segera setelah terdengar almarhum K.H. Ahmad Fauzi Sirran, beliau dipanggil menghadap. “Kalau masyarakat Guluk-guluk sudah banyak yang paham agama. Kalau mau pindah, ke Sentol saja. Di sana masih minus pengajar agama,” beliau.

Saran tersebut kemudian dikembangkan ke sejumlah guru dan kiai lain. Semua menilai bagus. Lokasi segera dicari. Atas bantuan H. Syamsul didapatlah satu lokasi strategis di Desa Sentol, tepatnya di sisi selatan ruas jalan raya Pamekasan-Sumenep, Dusun Masaran Desa Sentol Daja Kecamatan Pragaan.

Hal pertama yang beliau lakukan di bumi baru ini adalah mendirikan masjid. Dan, dari sinilah kaki sejarah melangkah. Pelan tapi pasti. Betul seperti kata K.H. Ahmad Fauzi, masyarakat Sentol (baca: Masaran) masih kering pemahaman agama. “Begitu masjid berdiri, masyarakat datang ke sana bukan untuk shalat, tapi untuk menonton orang shalat; shalat tarawih di bulan Ramadhan,” tutur K. Nahdli (sapaan akrabnya) mengenang.

Dengan sabar dan penuh telaten, K. Nahdli terus menyiram rohani masyarakat Masaran dengan tetes-tetes ajaran Islam. Tokoh-tokoh masyarakat dirangkul, digugah, dan diajak serta memikirkan pendidikan agama di kampung ini. Di antara mereka H. Muzammil dan H. Syamsul; dua tokoh yang kelak berhasil menggerakkan putra-putri warga Masaran belajar agama.

Tahun 1993 K. Nahdli mendirikan yayasan, namanya Al-Ibrohimy. “Nama ini dari almarhum K.H. Ahmad Fauzi. Katanya  tabarrukan pada kakek saya dan istri, K. Ibrohim,” tutur K. Nahdli yang masih ada hubungan darah dengan sang istri, Ny. Hj. Tamamah Abi Syuja‘.

Pendirian yayasan ini menjadi titik awal dari sebuah rencana besar dan panjang ke depan. Pada tahun itu juga yayasan membuka pondok pesantren, merintis Madrasaha Diniyah Sore, dan mendirikan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (TKA). Santri pertama yang mondok adalah Mahsari dari Blumbungan Pamekasan. disusul santri-santri dari daerah sekitar. “Alhamdullilah, jumlah santri terus bertambah. Sampai tahun 2012 kemarin, jumlah alumni tak kurang dari 300 orang, sedangkan santri aktif berjumlah 170 orang; 80 putra dan 90 putri,” tutur kiai dengan tujuh anak ini; tiga hidup, empat meninggal.

 

Yang sepesifik dari Pesantren Al-Ibrohimy ini adalah penekanan kuat pada kemampuan membaca kitab kuning. Semua santri diarahkan ke sana, dan dikawal langsung secara ketat oleh pengasuh sendiri, dibantu putra dan menantu beliau, K.H. Hayatul Islam dan K. Zain Fairuz. Untuk tujuan ini berbagai metode diterapkan, utamanya metode sorogan dan bandongan. Untuk mengasah kemampuan membaca kitab kuning ini, santri dilibatkan secara aktif dalam forum bahtsul masail pesantren. Sebagai kegiatan pendukung, mereka juga diaktifkan dalam kegiatan Tahs?n al-Khathth (Kaligrafi), Tahs?n al-Qur’?n, dan Muh?dharah. Kegiatan ini pun berbuah prestasi. Pada tahun 2012 lalu, Pesantren Al-Ibrohimy berhasil meraih Juara II lomba Pidato dan Juara II Lomba Tartilul Qur’an dalam Gelegar Lomba Pekan Rajabiyah dan Harlah NU Pragaan.

Khusus untuk santri putri, pengajaran kitab kuning lebih ditekankan pada pemahaman materi yang berkaitan dengan masalah-masalah kewanitaan. Maka dipilihlah kitab seperti Dal?l al-Nis?’ dan Qurrah al-‘Uy?n.

Seiring dinamika kehidupan dan tantangan zaman, serta untuk memenuhi tuntutan masyarakat, Pondok Pesantren Al-Ibrohimy yang mempunyai Visi “sebagai pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam” ini pun terpanggil untuk mendirikan lembaga pendidikan formal. Tahun 1994 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ibrohimy didirikan dengan Ust. Shalehuddin sebagai kepala sekolah hingga sekarang. Kemudian pada tahun 2000 didirikan pula Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ibrohimy dengan kepala sekolah Drs. K.H. Junaidi Muarif, menyusul Madrasah Aliyah (MA) Al-Ibrohimy pada tahun 2013. Sampai saat ini lembaga-lembaga pendidikan formal ini telah memiliki fasilitas gedung sendiri-sendiri, yaitu 6 ruang kelas untuk MI, 3 ruang kelas untuk Mts, dan 3 ruang kelas untuk MA. “Pada tahun ini, Yayasan al-Ibrohimy sedang menyelesaikan  pembangunan ruang kelas untuk MTs Puteri, bantuan rehabilitasi dari Kantor Kementerian Agama Jawa Timur. Insya Allah juga akan segera dibangun gedung Raudhatul Athfal (RA) dari dana PNPM Mandiri pedesaan,” tutur K.H. Hayatul Islam, putra keempat K. Nahdli.

Ditanya tentang target ideal lulusan Pondok Pesantren Al-Ibrohimy, K.H. Hayatul Islam mengatakan, “Kami ingin mencetak santri yang siswa dan siswa yang santri sekaligus. Untuk ini kami targetkan, jangan santri, siswa pun harus bisa membaca kitab kuning.” (asr-zbr)

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Jumat, 3 Januari 2014 00:26 WIB Kesejukan Ilahiyah di Atas Perbukitan

    Mengenal Lebih Dekat PP. Agung Damar Telaga Pakamban Daya   Siang itu, di tengah-tengah suasana perbukitan yang asri, kru Khidmah memasuki kawasan PP. Agung Damar Telaga Pakamban Daya Pragaan. Bangunan madrasah berlantai dua di samping kiri jalan beraspal, langsung menyambut kedatangan kami. Panorama

  • Kamis, 2 Januari 2014 10:59 WIB Menebar Cahaya Di Jantung Kota

    Melihat Lebih Dekat PP. Mathaliul Anwar Al-Islami Pangarangan Sumenep   Sore itu, kami menyusuri Jalan Kartini Gang VI Desa Pangarangan Kota Sumenep. Tujuan kami adalah PP. Mathaliul Anwar Al-Islami, sebuah pesantren yang bejarak setengah kilometer ke arah timur jantung kota Sumenep. Ketika ayunan kaki

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan