Media Dakwah

BUMIAswaja

Media Dakwah MWCNU Pragaan

Mendidik si Buah Hati

Senin, 23 Desember 2013 20:17 WIB
495x Buletin-khidmah Muslimah

Salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki keturunan (anak), dan—tentunya—yang diharapkan adalah keturunan yang shalih dan shalihah. Untuk membentuk keturunan shalih-shalihah, kita harus mendidik anak sesuai fase perkembangannya.

Ada 3 (tiga) fase perkembangan anak:


  •  7 tahun pertama, layani anak seperti raja

  •  7 tahun kedua, perlakukan anak seperti tentara

  •  7 tahun ketiga, jadikan anak seperti teman.


 

7 Tahun Pertama

Fase ini adalah masa ke-emas-an anak. Aspek penting yang mulai berkembang adalah perkembangan ke-aku-annya, sehingga masa ini disebut masa “raja” bagi anak. Apa yang diinginkan harus dipenuhi.

Aktifitas utama pada masa ini adalah bermain. Bagi anak berusia di bawah 7 tahun, bermain difantasikan sebagai bekerja, sehingga apa yang dilakukan orang dewasa akan ditirunya. Seperti main masak-masakan, mencuci, memanjat, dan sebagainya. Aktifitas ini akan membuat rumah berantakan. Sepanjang hal itu tidak berbahaya, sebaiknya dibiarkan saja. Agar imajinasi dan kreatifitas anak terus berkembang.

Ada sebuah adagium: Jangan main-main dengan permainan anak-anak. Karena anak-anak tidak pernah main-main dengan permainannya.

Pada masa ini, juga orang tua tidak perlu malu jika mendapati anak berperilaku buruk, seperti mencuri, menggigit, mengamuk, dan sebagainya. Semakin anak menampakkan prilaku buruk, semakin mudah bagi orang tua untuk membimbing. Bukan memukul atau menyakiti. Bagi anak, orang tua adalah teman yang  melindungi, memberi kenyamanan dan keamanan.

 

7 Tahun Kedua

Pada masa ini, orang tua harus mulai mengenalkan kedisiplinan. Anak dan orangtua duduk bersama untuk menetapkan; apa kewajiban dan apa yang tidak boleh dilakukan anak. Misalnya, maghrib harus mengaji, pagi harus sekolah, tidak boleh merokok, kalau keluar rumah harus pamit, dsb. Jika melanggar akan dihukum. Hukumannya harus mendidik, seperti menulis 5 ayat Al-Qur’an, membaca satu surah Al-Qur’an, dsb. Begitu pula jika anak melakukan kebaikan, orang tua harus memberi penghargaan atau hadiah. Misalnya anak shalat tepat waktu dan tidak bolong, jujur, sering membantu orang tua, dsb. Maka orang tua harus memberi hadiah pulpen, buku, kotak pencil, dan sebagainya.

 

7 Tahun Ketiga

Masa ini adalah fase menjelang baligh. Pertumbuhan fisiknya lebih cepat dari perkembangan jiwanya. Apalagi didukung oleh perkembangan teknologi informasi, baik televisi, hp, hingga internet. Orang tua harus tahu dengan siapa anaknya bergaul, agar ia tumbuh menjadi anak yang bertanggung jawab.

Pada masa ini, orangtua harus benar-benar mendampingi anak, mendengar keluh kesahnya, menjawab segala hal yang ingin diketahuinya. Jangan sampai anak mengetahui dari teman atau internet. Ini akan sangat berbahaya. Orangtua harus memberitahu sebelum ia diberitahu oleh orang lain.

Curahkan perhatian dan kasih sayang  pada anak, supaya ia tidak mencari perhatian dan kasih sayang dari orang  lain.

 

Pendidikan Rohani

Untuk pendidikan rohaninya,  orang tua harus mengenalkan Allah dan Rasulullah pada anak-anak sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan. Kebanyakan kita saat shalat, menitipkan anak pada neneknya, atau bahkan suami-istri bergantian shalat demi menjaga anak. Padahal sebaiknya orang tua shalat bersama dan mengajak anak menyaksikan mereka shalat. Hal itu akan memudahkan orangtua untuk mengajak anak melaksanakan shalat, saat ia besar nanti.

Anak ibarat pohon. Jika kita siram dengan do’a, kita pupuk dengan ilmu, dan kita musnahkan “ulat-ulat” pergaulan bebas yang akan merusak, maka ia akan tumbuh dengan indah.

Allah punya rencana besar bagi anak-anak kita. Merekapun punya rencana besar bagi diri mereka sendiri. Cukuplah orangtua menjadi fasilitator dalam membimbing mereka pada rencana Allah.

Seorang anak tidak akan mengerti betapa repotnya orangtua, sebelum mereka menjadi orangtua. Tapi kita tentu bisa memahami anak, karena kita dulu pernah menjadi anak-anak. (Syarim)

  • Ahad, 8 Februari 2015 09:06 WIB Mencium Tangan Guru Dianjurkan

    DISKRIPSI MASALAH Salah satu tradisi warga NU ketika bertemu warga NU lainnya mereka berjabat tangan (asalaman). Bahkan tidak hanya sekedar itu, akan tetapi ada pula yang sampai mencium tangan dengan alasan takdzim, apabila yang mereka jumpai adalah orang alim atau gurunya.   PERTANYAAN Bagaimana

  • Ahad, 8 Februari 2015 08:45 WIB Sosialisasi Korporatisasi Garam Rakyat

    Sosialisasi korporatisasi garam rakyat makin gencar dilakukan PBNU. Seperti yang dilakukan hari Sabtu (7-2-2015) di kantor MWC NU Pragaan, Tim sosialisasi bersama Ketua PCNU Sumenep jumpai petani garam rakyat yang ada di MWC NU Pragaan. Dalam arahannya Ketua Tim Rokib Ismail mengatakan bahwa pemerintah akan

  • Ahad, 1 Februari 2015 22:49 WIB NU Pragaan Mulai Gencarkan Info KARTANU

    Jaddung menjadi ranting NU pertama yang didatangi Tim Kartanu MWC NU Pragaan. Setelah pagi harinya membentuk TIM, sore harinya Ahad (1-2-2015) di kediaman KH. Asnawi Sulaiman PP Al-Ihsan Jaddung TIM Kartanu sosialisasikan Kartanu kepada pengurus dan warga yang ikut perkumpulan ranting. Rais Syuriyah KH. Moh.

  • Sabtu, 31 Januari 2015 22:47 WIB PWNU Ajak PCNU Genjot Kartanu Jilid II

    Meskipun sepanjang pagi diguyur hujan, tak menyurutkan PWNU merapat dengan PCNU dan MWC NU se Kabupaten Sumenep, sabtu (31-01-2015). PWNU sebutkan perolehan Kartanu Sumenep baru 17.000. Jumlah ini masih terbilang sedikit bila dibandingkan dengan PCNU lain. Padahal Sumenep potensi kewargaannya kuat. KH.

  • Rabu, 28 Januari 2015 04:06 WIB LPNU Study Pengelolaan Penggemukan Sapi

    Takut keliru dalam memulai usaha penggemukan ternak, pengurus LPNU adakan study awal pendirian kandang komunal, dan pemeliharaan sapi, pada hari Rabu, 28 Januari 2015. Lokasi study  yang dipilih adalah Kelompok Tani di Pamekasan Madura. Kelompok tani ini telah punya banyak pengalaman mengikuti pendidikan

  • Jumat, 23 Januari 2015 04:10 WIB LPNU Pertajam Program Penggemukan Sapi

    Sehari setelah dilantik, Lembaga Perekonomian NU Pragaan langsung tancap gas gelar rapat lanjutan di Kantor MWC NU Pragaan, Jum’at, 23 Januari 2015 M. Rapat yang dimulai pada jam 15.00 Wib ini mempertajam program unggulan LPNU yaitu penggemukan ternak sapi dengan kandang komunal. Penggemukan sapi dengan

  • Kamis, 22 Januari 2015 15:00 WIB NU Aeng Panas Bangkit Adakan Haul Akbar

    Seolah ingin menepis anggapan ranting NU yang mati, pengurus baru Ranting NU Aeng Panas bangkit mengadakan kegiatan rutin bulanan berupa pengajian kitab dan konsolidasi, bergiliran dari rumah pengurus ke rumah pengurus lainnya. Bulan maulid tahun inipun dengan bangga mengadakan Haul Akbar dan Peringatan Maulid

  • Jumat, 3 Januari 2014 00:34 WIB Rahasia Masa ?Iddah

    Dalam ajaran Islam, wanita yang telah bercerai atau ditinggal mati oleh suaminya, diharuskan melakukan masa tunggu selama beberapa waktu, sebelum menikah lagi dengan lelaki lain. Dalam istilah fiqh, masa tunggu tersebut dinamakan iddah. Kewajiban iddah didasarkan pada Al-Quran surat At-Thalaq ayat 4, yang

  • Rabu, 1 Januari 2014 04:01 WIB Titik Temu Peran Laki-laki dan Perempuan

    Oleh Rasinah, S.Ag.   Islam mengakui adanya perbedaan (distinction) antara laki-laki dan perempuan, bukan pembedaan (discrimination). Perbedaan tersebut bersifat biologis yang tidak dimaksudkan untuk memuliakan yang satu dan merendahkan yang lain. Ajaran Islam tidak secara skematis membedakan

  • Rabu, 1 Januari 2014 01:51 WIB Perempuan di Ranah Publik

    Hasbunia Helmah* Dunia harus berterima kasih kepada Islam. Berkat Islam, perempuan terselamatkanselamat dalam arti seluas-luasnya. Menurut Dr. Yusuf al-Qaradhawi, ketika Islam datang, dunia menggenggam wanita dalam tiga sudut pandang. Pertama, pandangan yang sama sekali tidak mengakui eksistensi wanita

  • Selasa, 24 Desember 2013 09:38 WIB Pakai Jilbab, Baju Ketat

    Oleh Muthmainnah Imran*)     Si Nina, anak kota yang dulu suka pakai rok pendek atau celana mini dengan kaos lengan pendek, sekarang sudah berjilbab dengan celana panjang pressbody, dipadu kemeja lengan pendek tapi pakai hand dekker atau manset untuk menutupi lengannya. Kelihatan cantik dan

  • Senin, 23 Desember 2013 20:17 WIB Mendidik si Buah Hati

    Salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki keturunan (anak), dantentunyayang diharapkan adalah keturunan yang shalih dan shalihah. Untuk membentuk keturunan shalih-shalihah, kita harus mendidik anak sesuai fase perkembangannya. Ada 3 (tiga) fase perkembangan anak: 7 tahun pertama, layani anak seperti

Memuat Data...

Siapkan Identitas
Khusus Warga Kecamatan Pragaan